Sabtu, 03 Desember 2016

Nenek Moyang mereka juga pelaut (Film Moana)

Sumber Gambar Disney Movies. uk 

Salah satu cara saya menghabiskan akhir pekan bersama pasangan adalah menikmati layar lebar. 

Yah, kalau rajin kadang-kadang seminggu sekali, apesnya sebulan sekali, pernah juga sich lebih dari 2 bulan ngga ke bioskop. Yah, ngga pa pa juga kan. Namanya refreshing, bisa nonton distudio atau ngga nonton bajakannya di rumah (bagian ini jangan dicontoh ya).

Nah, kebetulan yang serba kebetulan, sempat juga (meskipun disempat-sempatin). Disela jadwal akhir pekan yang lumayan padat (biar kesannya orang sibuk ya, maklumlah blogger). Main-main ke Pejaten Village, kawasan Selatan Jakarta, pokoknya harus nonton, entah apapun filmnya (eeeaaaa)

Dilihat dari film yang sedang tayang, pilihan jatuh ke film Moana. Ngga ada alasan khusus memilih film ini.  Dan begini ceritanya...........

oo00oo
Moanna, merupakan film Animasi yang harus disaksikan bersama keluarga terutama anak kita. Pesan moralnya kuat (begitu kata istri saya kepas menyaksikan film) sementara saya sepanjang film beberapa kali menguap, sedikit bosan juga.

Cerita dibuka mulai dari kisah Moana kecil yang bermain-main di laut. Oh iya, Moana tinggal disebuah pulau yang dikelilingi laut ya. Ayahnya ketua suku disana, segala sesuatunya tersedia baik. Nelayan tidak perlu jauh melaut sudah menghasilkan banyak ikan. Pohon buah dan sayur tumbuh subur di pulau. 

Hingga Moana tumbuh besar dan menggantikan kepeminpinan sang ayah, masalah mulai muncul. Hasil laut berkurang, hasil bumi juga seringan gagal.

Moana memberikan masukan untuk berpindah tempat baik bertani dan melaut. Tapi tetap saja gagal menghampiri. Hingga Moana memutuskan untuk melaut lebih jauh, yang ditentang sang ayah habis-habisan. Sementara sang nenek mendukung Moana.

Nenek Moana berpesan agar menemui sesorang yang bernama Maui, katakan kepadanya "aku Moana, hendak membawamu Ke Natui (pulau yang ditinggali Moana)," sambil membawa Moana ke sebuah goa dan menyaksikan sendiri bagaimana kapal-kapal besar disembunyikan disana.

Berbekal hanya semangat tanpa memiliki kemanpuan berlayar, tidak menyurutkan Moana untuk mencari Maui. Meskipun ia tidak tahu sosok Maui seperti apa, semangat pantang menyerahnya yang luar biasa menjadi nilai jual dan pesan sepanjang film.

Moana dan Maui


Maui pun sosok manusia setengah dewa (hmmm, jadi ngebayangin Hercules, putra Zeus dan Hera) yang suka bercanda dan rada-rada aneh.

Moana memaksa Maui untuk pergi kesebuah pulau dan mengembalikan batu permata ke tempat asalnya. 

Nah, masalahnya tidak berhenti disitu. Selain Maui sudah nyaman dengan sosok manusia setengah dewa-nya. Senjatanya yang berupa kail juga ada ditangan monster kepiting di dasar laut. 

Pertemuan Moana dengan Maui mengajarkan Moana menjadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya. Maui banyak mengajarkan dasar-dasar berlayar kepada Moana.

Perjalanan mereka juga ditingkahi ayam aneh bernama "hei-hei". Sumpah ini ayam aneh bin nyebelin sekaligus menghibur. 

Sepanjang film animasi Moanna selain disuguhkan gambar yang cihuy banget, hamparan laut luas, pasir putih dan pepohonan kelapa. Ditingkahi lagu-lagu dan semangat positif dari penduduk pulau dan Moana sendiri.

Moana memang diakhir cerita mampu mengembalikan kepercayaan diri baik kepadanya sendiri dan kepada penghuni pulau. Bahwa suku mereka adalah suku yang mampu menaklukan laut jauh sebelum hari ini tiba. 

Tapi semangat cerita, lagu positif pesan moral yang coba disampaikan sayang kalau tidak sampai dan tidak disaksikan langsung oleh anak-anak kita. 




oo00oo
So, kalau kamu mencari adegan action di film Moana sepertinya bakal kecewa berat. Beberapa pasangan muda yang turut menyaksikan Moana bergumam film ini biasa aja. Dan memang biasa aja sich, tapi mendengar celotehan anak-anak di belakang kursi saya, sepertinya seru sendiri menyaksikan adegan-adegan Moana bertarung di lepas laut sendirian. Atau ikut-ikutan bernyanyi seperti Moana, padahal ngga tau lagunya.

Tapi secara keseluruhan saya sich merasa terhibur dengan animasi dan jalan ceritanya. Bahkan saya juga menyarankan agar teman lainnya yang memiliki anak menyaksikan bersama keluarga mereka. Dan bahkan ada seorang sahabat yang sudah memiliki DVD bajakannya (edaannn, masih tayang di bioskop aja sudah beredar bajakannya)

Selamat menyaksikan dan selamat menikmati waktu bersama keluarga. 






8 komentar:

  1. Seminggu lalu sempat mau nonton film ini, tapi gagal karena sudah mulai terus saya dan teman-teman putuskan nonton Fantastic Beast. Film ini berarti sangat ramah buat anak-anak ya, mas. Menurut beberapa teman sih bagus secara keseluruhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, bersahabat untuk anak kok filemnya :)

      Hapus
  2. Kayaknya film wajib nonton nih sama anak, makasih ya infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Banyak pesan moralnya dan Ani.asinya lumayan keren dan menghibur

      Hapus
  3. Kemaren mau nnto gak sempet nih, padahal bagus banget film, mngkn minggu depan jadinya.. hmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bagus banget sayang kalau dilewatkan.

      Hapus
  4. Wah bisa langsung di download nih
    kayaknya bagus buat si kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang cocok buat si kecil mas..pesan moralnya kuat :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih