Sabtu, 25 Juni 2016

Klub buku Salihara. (Perdana)



Klub Buku Salihara
 "Pengalaman sejarah yang sama dengan Indonesia namun sudut pandang kepenulisan yang berbeda dengan penulis Indonesia."

Sabtu Sore, di sekitaran Pasar Minggu tepatnya di Gedung Salihara. Kali ini di gagas sebuah klub untuk para pecinta buku. Sebagian besar para pecinta buku adalah murid bimbingannya Mba Ayu Utami.

Kali ini ada beberapa Narasumber yang akan berbagi cerita tentang buku dan riset yang sudah mereka lakukan, sebut saja adalah Alfa Hambali, jauh-jauh  dari Riau hadir untuk acara ini. Atau ada Gladys seorang Mahasiswa Psikologi UI


Mba Ayu Membuka Acara Klub Buku Salihara
 
Acaranya sendiri dibuka oleh Mba Ayu Utami, sebagai pengagas acara ini dan yang memberikan bimbingan dalam melakukan riset.

Berikutnya langsung disambut oleh Gladys, mereka  (baca : Naraumber) lagi asyik baca sastra Amerika Latin. Salah satu alasannya adalah karena anak magangnya mba Ayu. Jadi dech dikenalkan sastra Amerika latin. Selain riset juga wawancara dengan pihak terkait.

Secara garis besarnya Amerika Latin ada 2 (dua) , Imajinasi dan Kritik mengelitik.

Kekuatannya Sastra Amerika Latin
1. Realisme magis.
2. Kritik sosial.

Kenapa Amerika Latin?
Amerika latin adalah kekuatan Geopolitik dengan kesamaan Sejarah dan Bahasa. Mulai dari masa Kolonialisme, Pemerintahan Diktator serta paham sosialisme.

Pengalaman sejarah yang sama dengan Indonesia namun sudut pandang kepenulisan yang berbeda dengan penulis Indonesia.

Mengkritik dengan lelucon salah satu gaya kepenulisan Amerika Latin. Ditambah pengaruh Eropa sangat kuat dalam Amerika Latin.

--OO--
Dilanjutkan Mia, dari fakultas Budaya UI. Ia membaca Monster Kepala Seribu. (Laura Santullo, Urugiay). Inti bukunya adalah perempuan yang berjuang meraih keadilan. Ikut polis asuransi tapi tidak  dibayarkan sama polis asuransi ketika terjadi sesuatu. Ada yang tidak beres. Lalu di cari bukti untuk mengungkap kebobrokan dan korupsi perusahaan asuransi.

Laura lebih menjelaskan kepada kritik sosial yang kuat. Ada kenangan di masa kecil seperti pelecehan seksual. Salah satu penyebab mengapa tokoh perempuan yang diangkat. Dan sudah di filmkan. 


Diskusi Buku Klub Salihara

--OO--
Gladys juga selesai membaca buku Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta (Luis Sepuvelda, Chille). Terbit 10 tahun lalu. Dan bukan termasuk novel romantis ya.

Pak tua adalah orang kota Bolivia dan tinggal di pedalaman Amazon bersama suku Shuar. Dan  Untuk mengobati kerinduan akan kota pak tua membaca kisah-kisah romantis.
Ada kritik sosial didalamnya. Memperlihatkan ada manusia yang di kota, ada manusia yang hidup di desa. Dan sama-sama harus dihormati.

Selain kritik sosial tetapi cara membawakannya "Magis". 


Terakhir ditutup oleh Alfa Hambali yang menerangkan lebih kepada puisi Amerika Latin.  

Puisi Amerika Latin bicara kepada Eksotika Lokal. Permainan Tehnik, Metaforis (menghilangkan kata benda) dan pengenalan identitas. 

Garis besarnya kembali karena belajar dari Eropa. Borges (Tokoh Penulis Amerika Latin) pernah belajar di Prancis.

Masalahnya tidak semua puisi Amerika Latin di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Jadi masih banyak keindahan Amerika Latin yang belum bisa digali oleh kita.

Bacaan rekomendasi.
Jorge luis borges, ficciones/labirin impian.
Gabriel garcia Marquez, Big Mom's Funeral.
Miguel Angel Asturias, Tuan Presiden.
Jorge Armado, Dona Flor dan kedua suaminya.
Mario Vargas, Siapa pembunuh Palomino Molero.


Membaca sastra asing dengan dimensi dan kacamata bahasa sendiri yang dibahas  Klub Buku Salihara memiliki keseruan sendiri. Rencananya Klub buku Salihara akan diadakan setiap Sabtu jam 16-00 sampai selesai.



2 komentar:

  1. daridulu pengin ke Salihara
    tapi adaaa aja yang bikin ga jadi
    heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan ada waktu main main ke Salihara Mas Agung... tempatnya Nyeni dan lumayan Cozy :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih