Selasa, 04 Agustus 2015

Menikmati KRL Jabodetabek.

Kereta Api (Commuter Line)
Satu yang kurang dan perlu untuk diperbaiki segera adalah antrian untuk melakukan penukaran tiket berjaminan. Meskipun bukan jam sibuk dan diuntungkan dengan libur lebaran yang pastinya mengurangi pengguna Commuter line pada saat itu, tapi tetap saja terjadi antrian ketika melakukan penukaran tiket. Entah karena jumlah penumpang kebetulan banyak atau karena loket yang melayani hanya terbuka 1 saja.
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang mmpu mengangkut banyak penumpang. Bahkan ketika kuliah dahulu, seringnya menggunakan moda transportasi ini. Selain harganya terjangkau. Kereta api terhindar dari kemacetan lalu lintas, kecuali kalau kereta mengalami gangguan per-sinyalan pastinya akan lebih lama dampaknya. Tapi gangguan sinyal juga sifatnya tidak rutin hanya sesekali. Biasanya gangguan terjadi ketika musim hujan hadir.

Yang menjadi momok ketika menggunakan transportasi kereta adalah ketika memasuki jam padat, seperti pulang dan berangkat kantor, pastinya sangat penuh sesak. Belum lagi bercampur dengan pedagang-pedagang asongan yang sibuk menawarkan barang. Ditingkahi tangan-tangan jahil yang tidak bersahabat. 


Ya sudah, sepertinya harus mencari transportasi selain kereta. untunglah Transjakarta Hadir untuk meramaikan moda transportasi massal. Bahkan sekarang sudah hadir Goojek yang lebih personal untuk menerooboos kemaetan Jakarta.. Tapi bukan Transjakarta dan Goojek  yang kita bicarakan loh, tetap kereta.

Hingga kemarin, tepatnya seminggu sebelum lebaran, saya pututskan untuk kembali mencoba menggunakan kereta. Sekarang namanya bukan kereta lagi ya, udah berganti menjadi Commuter line.  

Hasil Pantauan saya.
Saya menjajal commuter line dari stasiun Cikini menuju pasar minggu, pada saat itu waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Panas mentari yang mmasih bersahabat, membuat semangat terpacu untuk menaiki jembatan Stasiun Cikini. 

Tiket Harian Berjaminan
Karena saya bukan pelanggan tetap Commuter Liner, saya diwajibkan untuk membeli tiket 1 kali perjalanan. Cikini-PasarMinggu di kenakan tarif Rp. 12.000,- (Dua Belas Ribu Rupia). Jumlah itu termasuk Tarif Cikini-PasarMinggu dan Kartu Tiketnya. Hanya saja, ketika nanti tiba di PasarMinggu dan menyerahkan kembali Tiket, maka Pihak KAI akan mengembalikan uang Tiket tapi tidak tarif kereta. 

Kalau pelanggan tetap Commuter Line  pastinya sudah punya tiket berlangganan Commuter Line, sehingga tidak perlu membeli tiket untuk setiap perjalanan. Hanya perlu melakukan isi ulang dan Tap kartu ke gerbang masuk stasiun. 

Sejauh pengamatan saya, menggunakan Commuter Line di jam yang tidak sibuk sangat nyaman. Suasana kereta yang lumayan bersih, ditambah petugas keamanan yang hilir mudik memantau setiap penumpang yang ada. Pedagang juga sudah tidak ada sama sekali yang masuk ke dalam kereta.

Kebersihan Stasiun juga sudah semakin membaik, tidak ada lagi  pedagang asongan dan kaki lima. 

Stasiun Pasar Minggu 2015

Stasiun Pasar Minggu 2015
Satu yang kurang dan perlu untuk diperbaiki segera adalah antrian untuk melakukan penukaran tiket berjaminan. Meskipun bukan jam sibuk dan diuntungkan dengan libur lebaran yang pastinya mengurangi pengguna Commuter line pada saat itu, tapi tetap saja terjadi antrian ketika melakukan penukaran tiket. Entah karena jumlah penumpang kebetulan banyak atau karena loket yang melayani hanya terbuka 1 saja. 

Antrian  untuk menukarkan/membeli tiket


Stasiun Pasar Minggu 2015
Sepertinya Commuter line sudah banyak berubah dan berbenah. PT KAI juga terus melakukan perbaikan-perbaikan demi meningkatkan pelayanan terhadap pengguna moda transportasi ini. 

Semoga kedepannya semakin banyak pengguna kendaraan yang beralih menggunakan Comuter line. 

9 komentar:

  1. KCL atau Kereta Commuter Line untuk saat ini bolehlah dikatakan layak digunakan. Namun khusus Lintas Bekasi dan Lintas Maja/Serpong, masih seringkali terjadi hambatan karena masih disusul oleh KAJJ (Kereta Api Jarak Jauh). Saya sarankan saat akan naik KCL pergunakan kartu multi trip atau kartu produk bank seperti emoney (mandiri), flazz (bca), brizz (bri), tapplus (bni) agar memperlancar perjalanan anda tanpa perlu mengantri lagi di loket.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oooo.. solusinya agar tidak antri menggunakan kartu yang disebutkan diatas... ok.. trims infonya Pak Sobari :) jadi tambah ilmu...

      Hapus
  2. wah, arsanya pingin nyoba juga nih, tapi kapan ya. Jadi mupeng, banyak cerita dari KRL ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,, harus nyoba.. dan enaknya nyoba di jam-jam yang tidak padat biar bersahabat... :)

      Hapus
  3. wow, pasar minggu ternyata "bersih" juga ya
    jadi ingat waktu lewat stasiun palmerah yang baru :)

    menurut saya, krl jabodetabek ini sangat membantu warga
    hanya, kayaknya masih kurang jumlah armada
    soalnya di beberapa stasiun, padat banget tumpukan penumpang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas... semakin banyak perbaikan dan memang yang kurang armadanya ... terlebih untuk jam-jam padat...

      Hapus
  4. Stasiunnya bersih ya? Kalau semua stasiun kereta kita seperti ini, yakin semakin banyak yang akan beralih naik kereta. :)

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih