Rabu, 05 Agustus 2015

Kalau sudah laris. pelayanan terkadang diabaikan.


Antrian bread Talk di KOTA KASABLANKA

Memang Bread Talk sudah menjadi "market leader" dalam industri Roti. tetapi sebaiknya kualitas pelayanan jangan sampai berkurang apapun alasannya. 

Setiap minggu kebetulan rutin berkunjung ke Kota Kasablanka, Mall yang terletak di sekitaran Kuningan yang bersebelahan dengan pemakaman umum Menteng Pulo Jakarta Pusat, Mall yang menyajikan banyak toko roti.Salah satunya adalah BREAD TALK.

Bicara mengenai roti, pikiran saya langsung tertuju kepada salah satu Brand terbesar dan terkenal, BREAD TALK. Roti yang disajikan sangat baik, mulai dari rasa, pelayanan hingga penyajiannya. Selain itu Bread Talk sudah banyak memiliki anak cabang, sehingga menjadikan Toko yang mengkhususkan hanya menjual roti ini mendapat tempat di hati penggemarnya (saya salah satunya).


Tapi siapa sangka, sedikit kurang berkenan dengan pelayanan Bread Talk di Kota Kasablanka (kokas). Memang pada saat itu terdapat antrian pembayaran. Berawal dari pembelian roti tawar rasa pisang yang belum di potong, beberapa bread talk selain Kokas, pegawainya (selain kasir) menawarkan apakah rotinya mau dipotong atau tidak. Kalau mau dipotong, maka ia akan memotong roti tersebut, sehingga ketika sampai di meja kasir hanya tinggal melakukan pembayaran saja. 

Yang berbeda di Kokas, petugas kasir lah yang melakukan pemotongan roti yang di pesan. Sementara sayalah yang bertanya ke petugas yang lain, entah itu tukang roti atau bagian lain, setidaknya saya melihat ia tidak sedang melakukan sesuatu. Rupanya ia menolak dengan alasan bukan bagiannya dan tunggu hingga bayar terlebih dahulu. 
Petugas kasir-nya menghilang untuk memotong roti

Yang terjadi ketika melakukan pembayaran, kasirnya butuh waktu lebih lama, selain menghitung jumlah pesanan pembeli, ia juga harus memotong roti. Sehingga akan memakan waktu antri lebih lama. 

Bahkan konsumen lain di depan saya persis, yang sudah memilih roti (bolu) gulung. Petugas kasir dengan santainya menukar roti yang sudah dipilih dengan roti yang sudah di kotak-an dalam etalase. Ibu tadi menyatakan keberatan dan berkeras agar roti yang ia pilih lah yang harus di buatkan kotaknya, jangan roti yang sudah di kotak-an dalam etalase. 

Memang Bread Talk sudah menjadi "market leader" dalam industri Roti. tetapi sebaiknya kualitas pelayanan jangan sampai berkurang apapun alasannya.  

Dengan pelayanan ini tidak membuat kapok saya untuk tetap menikmati roti bread talk. Karena Bread Talk lain yang juga ramai seperti di Kokas, tidak memperlakukan saya seperti itu.

Sudah mau nulis itu saja....

Selamat malam.. Selamat beristirahat :)

6 komentar:

  1. jadi ingat kata pepatah, pohon semakin tinggi angin yang bertiup kian kencang
    mungkin, manajemen bread talk terlena sebagai pemimpin pasar, jadi abai terhadap konsumen...

    saya sendiri lumayan sering beli pas pulang kerja
    harganya murah meriah dan rasanya bervariasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya demkian mas CH... terkadang menjadi pemimpin membuat terlena sebagian .... semoga tulisan ini menjadikan mereka sigap dan kembali melayani konsumen dengan baik... :)

      Hapus
  2. Wah, semoga ga semua bread talk seperti ini ya Bang. Di deket rumah sih masih bagus. Tapi selain BT banyak juga kok toko roti yabg rasanya lebih oke *subjektif memang sesuai selera. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Dani,, ngga semua bread talk... di cibubur ngga seperti itu.... hanya di kokas aja. Mungkin di Kokas sudah standarnya kali :) Saya hanya kapok yang di kokas saja kok.. :)

      Hapus
  3. Ya begitulah..... mungkin ada anggapan kita ini yang butuh.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang butuh sich... Tapi jangan lupa konsumen adalah raja ya :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih