Senin, 25 Juli 2011

God Is Good (Ps. Jefrey Rahmat)

Tema hari ini God Is Good diambil dari Markus 10 : 17 – 22 Pada saat itu Yesus sedang melanjutkan perjalanan dan dihadang / dikejar seorang pemuda  dan dia menanyakan hal untuk memperoleh hidup yang kekal?
Dalam Yohanes 3 : 14 -15 yaitu meninggikan nama Tuhan Yesus Kristus merupakan cara untuk memperoleh hidup yang kekal.
Kalau kita mau orang percaya kepada kita, maka kita harus  mengembangkan karakter kita.
Standar baik bagi manusia adalah jika :
1.       Berdasarkan apa yang dia / orang berikan kepada kita.
2.       Atas dasar yang kita rasakan tentang seseorang.  Menggunakan perasaaan (biasanya kaum perempuan)
3.       Apa yang kita harapkan dari orang tersebut. Kalau kita tidak mendapatkan sesuatu dari orang itu maka kita akan menilai orang tersebut tidak baik.
Anak muda dalam injil Markus  ini cenderung seperti  uraian yang ke 3. Anak muda ini sudah melaksanakan hampir semua perintah yang tertulis dalam kitab suci. Lalu Yesus memandang anak muda itu dengan penuh kasih (kasih yang tidak menghakimi) dan Yesuspun menjawab, Juallah harta bendamu dan berikan kepada orang miskin dan ikutlah Aku (Yesus).
Persoalannya adalah anak muda ini tidak sepenuhnya percaya bahwa Yesus itu baik, dan permasalahan berikutnya adalah hati anak muda ini masih tertambat pada harta benda.
Apapun yang terjadi pada diri kita, kita haru tetap percaya bahwa Tuhan itu baik, apapun itu. Terminologi baik bagi Tuhan berbeda dengan terminologi baik bagi manusia . Terminologi Baik-nya Tuhan itu Tetap, kalau manusia tergantung terhadap apa yang diterima dan apa yang dirasa.
Dan semua yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan adalah baik bagi Manusia, bukan untuk kebaikan Tuhan sebab Tuhan itu sudah baik dari awalnya.
Hidup mengikut Tuhan tidak berpusat kepada keuntungan diri sendiri tetapi berpusat kepada pelayanan sesama manusia. Juallah apa yang kau miliki dan berikan pada orang  miskin, kita diajar untuk memberi, kalau kita belajar untuk memberi kita akan terhindar dari ketamakan dan kerakusan. Yesus menawarkan harta yang lain kepada anak muda ini, tetapi dia meragukan Yesus (sama seperti kita pada saat ini)  Dalam prinsip melayani kita harus berfikir da bertindak seolah – olah melayani Tuhan dan bukan untuk manusia.
Dan Tuhan tetap konsisten menolak untuk anak muda yang tidak mau mengikut perintahNya. Untuk mengikut Tuhan kita harus rela berkorban (ini yang masih sulit). Meskipun kita belum melihat dan mengerti maksud dan tujuan Tuhan di kemudian hari.
Ingat satu hal, Tuhan tidak pernah meracangkan sesuatu yang jahat dan buruk bagi kita.
AMEN
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih