Kamis, 15 Desember 2016

Garuda Indonesia Pasti Menang

Formasi yang digunakan kemarin malam
 
Sebenarnya olahraga bola bukan salah satu kegemaran saya. Bahkan futsal aja udah ngos-ngosan ngejar bolanya. Yah, memang untuk aktivitas olah fisik agak sedikit enggan juga sich. 

Dan menyaksikan laga final antara Thailand dan Indonesia membuat saya ikutan larut dalam euforia tersebut. 

Sehari sebelumnya, beberapa pengamat menyatakan perjuangan Garuda Indonesia sedikit berat dengan berbagai macam analisa dan data statistik pertandingan sebelumnya. 

Pun sama dengan pelatih Alfred Hitchcock menyatakan serupa butuh perjuangan extra keras jika ingin menang dari Thailand.

Tumben stasiunnya sepi penumpang

Jreng, pertandingan berlangsung. Babak pertama saya terlewat menyaksikannya. Maklumlah perjuangan dapur lebih penting, tapi setidaknya babak ke dua saya menuntaskannya hingga selesai. 

Sedih juga ketika tau, anak asuhan Om Alfred tertinggal 1  point dari Thailand. Dan memang di menit awal babak ke dua dominanNegeri Gajah Putih menguasai lapangan. 

Seorang teman yang juga seorang guru, lompat-lompatam dari kursinya memberikan arahan seolah-olah para pemain melihat loh. 

"Haduh, fokus... Kurang konsep nich tim Garuda. Jangan kebanyakan main sendiri-sendiri."

Yah setidaknya warung kopi menjadi semarak dengan teriakan sang coach

Hingga ditengah menit babak ke dua, Rizky Pora berhasil mencetak gol ke gawang lawan. 

Diikuti beberapa menit berikutnya juga. Otomatis kepercayaan Garuda naik melambung tinggi. Meskipun serangan balasan diberikan dan membuat penonton menahan napas dan berharap-harap cemas agar Tim Garuda unggul hingga diakhir pertandingan. 

Dan beruntungnya kerja keras anak-anak Garuda membuahkan hasil. Setidaknya dari yang dianggap bakal kalah dan harus legowo dengan hasilnya, membalikkan fakta, memang sich nanti ketika laga tandang bukan perjuangan yang mudah. Thailand pastinya akan berjuang mati-matian untuk mengalahkan Garuda.

Maju terus Garuda, miliki mental mengalah yang tidak mau kalah (nah lo, emang ada). Ya adalah, maksudnya mengalah kalau dibikang masih perlu banyak belajar dan perlu banyak kerja keras. Tapi tunjukkan semangat dilapangan. Setidaknya kalau kalah beneran ngga malu-maluin banget karena memang harus banyak belajar tapi kalau menang pastinya muka lawan bisa merah jambu gituh.

Sementara saya
Ini kok pertandingan yang saya kenal cuman Boas Salosa, praktis ngga bisa ikutan teriak atau komentatorin. Ya iyalah, masa mau bilang, "Boas oper ke Kurniawan Yulianto". Lah Kurniawan nya aja ngga ada. 

Trus ikutan ngoceh, Irfan Bachdim mana Irfan Bachdim. Untung aja Elias Pical ngga kesebut sama Susi Susanti. 

Maklumlah begini ini efeknya kalau nonton laga olahraga pas bagian finalnya aja. 

Tapi secara keseluruhan hasilnya nanti, bagi saya Indonesia adalah juaranya.  Mengutip lirik dari Dewi Lestari sing "Malaikat juga tahu Indonesia yang jadi Juaranya..... "    Halllah...

Tetap semangat ya. .

5 komentar:

  1. Wuaah..seruu bgt. Meriah dimana2 menyorakan atas dukungan 'Sang Garuda'
    Semoga bs menorehkan kemenangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah.. meskipun garuda tidak menang tapi tettap di dadaku lah :)

      Hapus
  2. SELAMAT!!! prediksi anda benaRRR!!! kalau di leg kedua gimana kira-kira? apa indonesia bisa menang atau kisah lalunya terulang. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan hasilnya sudah keluar, sedih memang tapi Garuda tetap didadaku dan kebangganku :)

      Hapus
  3. akhirnya indonesia menunda kemenangannya di thailand ... lagi-lagi indonesia kalah huks .............

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih