Kamis, 28 Maret 2013

Mitra kerja KPPN 4

Suasana bank BRI
Bank BRI sejatinya adalah mitra kerja kppn 4 Jakarta dalam melakukan penerimaan transaksi keuangan negara. Dalam hal ini transaksi seperti melakukan penerimaan  terhadap pungutan pajak yang dilakukan oleh seorang bendahara. Tidak hanya itu, seperti pengembalian uang negara yang tidak habis terpakai dan lainnya. 

Lalu, bagaimana jika kita tidak melakukan penyetoran terhadap pajak yang sudah bendahara pungut. Kppn akan memberikan sanksi terhadap bendahara nakal seperti itu. Mulai dari tidak di turunkannya UP (Uang persediaan) hingga diberikan surat peringatan secara tertulis. 

Sementara itu juga bendahara sebaiknya berhati-hati dalam melakukan penyetoran terhadap pajak yang dipungutnya. Sebaiknya bendahara melakukan penyetoran di bank BRI yang beraffiliasi dengan kppn 4. Hal ini untuk mencegah terjadinya lambatnya pengiriman data setor ke KPPN 4.

Senin, 25 Maret 2013

Sekedar untuk direnungkan

"JIKA PERBUATAN ALLAH TAMPAK TIDAK BAIK DAN MENGECEWAKAN, MUNGKIN KITA PERLU MENGUBAH CARA PANDANG KITA TENTANG KEBAIKAN".

Ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang ada dibenak saya selama ini. Terkadang merubah cara pandang kita akan merubah cara berfikir kita. Atas semua hal yang terjadi, mengapa ada kejahatan? Mengapa para koruptor tidak merasa bersalah? Atau mengapa orang baik itu selalu mendapat masalah dan musibah tiada henti? Kembali saya diingatkan dari renungan pagi ini. Bukan cara Tuhan yang salah. Bukan pula manajemen surga yang melakukan kekeliruan. 

Suatu masa ketika waktu Tuhan mengatakan "ini saatnya" barulah kita akan mengerti. Tangan Tuhan tidak terlalu pendek untuk menolong, telinga Tuhan tidak terlalu jauh untuk mendengar.  
Pernahkah kita salah memahami maksud Allah? Kita merasa kecewa karena Dia tidak bertindak sesuai dengan harapan kita? Percayalah, Dia memiliki rencana yang lebih besar dan lebih indah dari impian kita.   Hal yang sama terjadi dan berlaku terhadap saya. Maka hal itupun akan terjadi kepada kita. 

Selamat beraktivitas kawan. Pastinya Tuhan menyertai langkah kita. 
Percaya setiap musibah dan kesulitan yang kita alami pastinya akan ada jalan keluar dan pasti akan berakhir. Tentunya akan semakin menguatkan dan mendewasakan kita.

Amen 

Kamis, 21 Maret 2013

Persiapan Menjelang Skripsi dan Kelulusan

Jakarta, 9 maret 2013 ... 
Sebuah langkah baru untuk Langkah panjang berikutnya. 
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, tetepi kita bisa mempersiapkannya semenjak dini. Sekiranya ini menjadi pengingat kita untuk sebuah masa yang telah kita lewati bersama. 
Biarkan menjadi sebuah sejarah yang baik untuk dikenang. 
Cerita manis yang akan kita bagikan kepada masa depan. 

Sejatinya ini juga akan mengingatkan akan kebersamaan yang telah terjalin, semoga persahabatan ini tidak akan lekang oleh jalannya waktu...
Semoga kesukesan dan keberhasilan selalu mengiringi langkah kita.



Rabu, 20 Maret 2013

3 kunci sukses untuk penulis pemula.

Jonru Ginting dalam bukunya" Cara Dasyat menjadi penulis hebat" menekankan ada 3 hal yang bisa kita lakukan adalah:

1.Teruslah berlatih menulis. Jangan pernah berhenti menulis. Sebab menulis itu seperti menyetir mobil. Semakin tinggi jam terbang kita maka keahlian kita pun semakin baik. Sempurnanya kita menuliskan hal yang kita sukai dan kita kuasai. Pastinya tulisan kita akan berkualitas. Tapi bukan berarti kalau kita belum menemukan hal yang kita sukai atau pun kita kuasai, menjadikan kita tidak berani menulis. Intinya tuliskan apapun itu. Terserah hasilnya nanti buruk ataupun tidak berkelas. Tuliskan dengan semangat untuk berbagi dan menyebar kebaikan.

Senin, 18 Maret 2013

Jujur itu Hebat.. (Meskipun Sulit)


" Berkat orang jujur mengembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya". (Amsal 11:11)

Kalau kita melintas didepan gedung KPK kuningan pastinya kita akan melihat sebuah baliho raksasa yang bertuliskan "Berani Jujur itu Hebat". Kejujuran pada saat ini sepertinya sudah menjadi barang yang sangat langka. Meskipun tidak bisa kita pungkiri tetap saja ada orang orang jujur disekitar kita. Saya mengutip sebuah cerita dari renungan pagi hari ini.

Sosialisasi KPPN IV

Jakarta, 18 Maret 2013.

KPPN IV Jakarta kembali melaksanakan Sosialisasi mengenai Program dan Aplikasi baru apa saja yang diadakan oleh Kementrian Keuangan. Singkatnya KPPN berusaha memberi informasi yang ter-update kepada setiap Satker yang berada dilingkupnya. 

Beberapa Hal yang di bicarakan seperti Review Aplikasi SPM, Aplikasi Retur SP2D, File Kirim Konversi Nip dan dilanjut oleh Aplikasi POK ditutup dengan Aplikasi SAKPA.

File dan Aplikasi yang bagikan oleh Pihak KPPN IV Bisa didownload disini.



Senin, 11 Maret 2013

GENEROUSITY


Karakteristik dari kasih adalah memberi. Kasih tidak dapat berdiri sendirian. Maka Yesus memberi perintah untuk selalu mengasihi satu dan yang lain. Kasih tidak menyenangkan diri sendiri.
Cinta dalam dunia ini terarah kepada menuntut. Saat ini kita ingin belajar tentang arti memberi. Di amsal tertulis "ada yang menyebar harta semakin bertambah harta sementara ada yang pelit sementara semakin miskin". "Your resources are in your relationship" ini adalah harta yang berharga. 

Di Yohanes ada ditulis pencuri datang untuk mencuri dan membinasakan sementara ketika Yesus datang adalah untuk memberi kelimpahan. Maka dari itu jika Yesus didalam kita, kita harus berlimpah dalam hidup dan membagikannya kepada yang lain.

Kamis, 07 Maret 2013

Pelajaran sederhana dari seekor kepiting..


Cerita ini saya kutip dari 100 inspiring storiesnya Xavier. Dikisahkan ada seorang nelayan yang selesai melaut. Dan dia mendapatkan  ± satu baskom berisi kepiting. Lucunya, bagian atas dari baskom tersebut dibiarkan terbuka. Kok bisa ?. Apakah nelayan ini tidak takut kepitingnya berlomba keluar dari baskom itu.

Rupanya, sang nelayan sudah mengenal betul karakter jelek dari kumpulan kepiting tersebut. Pastinya sebagian dari teman teman sekalian sudah pernah mendengarkan kisah ini bukan. Yup, tidak hanya karena kebodohan dari kepiting ini, melainkan karena tidak adanya kerja sama dari mereka. Setiap kepiting yang mau naik ke atas baskom, maka serta merta kepiting yang lain menahan kepiting itu.

Sekedar mengingatkan saja, jangan juga kita menjadi seperti kepiting - kepiting itu. Yang menarik teman mereka turun, meskipun sudah berada diujung keberhasilannya. Sebaiknya kita tetap mensupport teman kita, bantu sebisa kita untuk mencapai keberhasilan teman. Meskipun kita tidak tahu apakah pada saat kita membutuhkan bantuannya ia tetap setia juga untuk membantu kita. Setidaknya kita sudah melakukan hal baik. Terserah apakah ia akan membalasnya atau tidak. Bukankah setiap perbuatan baik yang sudah kita lakukan pastinya akan kembali ke kita. Entah bagaimana caranya dan entah siapa orangnya. 

Selamat beraktivitas teman.. 

Sekedar mengingatkan saja.

Senin, 04 Maret 2013

Life Of PI... (Asa yang tak pernah padam)

Salah Cuplikan dalam film
Cerita yang diangkat dari sebuah novel. Beberapa tahun yang lalu saya beruntung bisa membacanya. Bermula dari seorang anak india yang biasa dipangil PI. Asal nama kata Pi yang dimiliki diberikan oleh pamannya (mamaji, dalam bahasa india). Karena mamaji ini pernah berkunjung ke sebuah kolam renang yang indah di prancis.
Lahir dan dibesarkan di kebun binatang pondhichery India. PISCINE MOLITOR itulah nama lengkapnya. Bermakna yang memiliki jiwa yang bersih. Tapi sering diplesetkan teman - temannya menjadi "pissing" (pipis).

Sabtu, 02 Maret 2013

Filsafat Hukum (Tanya Jawab)

1.       Sebutkan dan jelaskan pengertian Filsafat Hukum menurut beberapa ahli yang saudara ketahui ?
Dalam buku Dasar - Dasar dan Teori Hukum karangan Prof Dr. Lili RasJidi, SH, S.sos LLM dan Ira Thania RasJidi, SH, MH. Beberapa ahli seperti  Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekamto mengatakan “ Filsafat Hukum adalah perenungan dan perumusan nilai – nilai; kecuali itu Filsafat Hukum juga mencakup penyerasian antara nilai – nilai. Misalnya penyerasian antara ketertiban dengan ketentraman, antara  kebendaan dan keahklakan dan antara kelanggengan / konservatisme dengan pembaharuan”.  
Sementara Van Apeldoom (1975) mengatakan “ Filsafat hukum menghendaki jawaban atas pertanyaan : apakah Hukum ? Ia menghendaki agar kita berfikir masak – masak tentang tanggapan kita dan bertanya kepada diri sendiri. Apa yang sebenar – benarnya kita tanggap tentang hukum.”