Sabtu, 03 November 2012

Tuntunlah Sang Gajah (Vince Poscente)

Buku tua tetapi tetap bermanfaat, buku ini saya dapatkan seharga 5000 perak. Ketika Gramedia Matraman mengadakan discount besar-besaran.  Buku yang cetakan keduanya di terbitkan tahun 2008 dan diterbitkan oleh PT. Bhuana Ilmu Populer ini, menceritakan pengalaman tiga ekor binatang yang dalam hal ini diwakilkan oleh pribadi masing – masing kita. Aidir seekor semut kecil mewakili Diri kita (alam sadar) dan Elgo, seekor Gajah yang mewakili jiwa kita (alam bawah sadar) dan terakhir adalah Brio seekor burung hantu dalam buku ini mewakili kebijaksanaan.

Bermula dari terjadinya kekacauan dikoloni yang biasa didiami Aidir, hal ini membuat dirinya terbuang jauh dan mendarat  mulus tepat punggung seekor gajah Elgo. Ceritapun berlanjut ketika Brio sang burung hantu yang menuntun Aidir dan Elgo ini ke sebuah Oase. Tetapi menyatukan mereka berdua bukanlah hal yang mudah, terutama karakter dan ego dan pengalaman masing – masing yang terkadang malah menghambat tujuan mereka mencapai Oase.  Brio pun tidak serta merta menyerah begitu saja, dengan kebiijaksanaannya Brio tetap menuntun dua jiwa ini.
“kehidupan harus menjadi perjalanan yang bermakna bukan sekedar perjuangan untuk bertahan hidup”. Hal inilah yang membuat Aidir dan Elgo tetap berjalan beriringan. Meskipun Aidir terbatas didalam tubuh kecilnya sementara Elgo meskipun tubuhnya besar tetapi terkendala dengan keraguan - keraguan dan rasa pesimis yang selama ini ditanamkan oleh kelompoknya. Tetapi Brio menyelamatkan mereka berdua dengan mengatakan “ sebelum menjadi pemimpin yang luar biasa kita harus terlebih dahulu memahami diri kita sendiri” Dan beberapa hal yang brio ajarkan adalah seperti ini :

1.    Temukan pilihan yang menarik dan mengisnpirasi kita. Kita pun dituntut untuk berkomitmen di dalam menjalaninya kelak. Pastinya didalam perjalanan komitmen ini pastinya akan menemui ketakutan dan keraguan, tapi Brio menegaskan lagi, kita harus menjadikan rasa takut sebagai teman bukan sebagai tuan. Rasa takut bisa menjadi pembangkit motivasi yang kuat kalau kita belajar untuk mengelolanya. Brio juga mengajarkan kepada Aidir, “ kita tidak tahu apa yang kita tidak tahu” bukalah pikiran  kita untuk menemukan kemungkinan yang belum terlihat jelas pada saat itu”  . Sekali lagi Brio mengingatkan untuk mempertegas Visi, Fokuskan perhatian kepada tujuan yang memiliki makna mendalam, dan perjalanan itu harus layak ditempuh.

2.    Berkomitmen untuk menumbuhkan pikiran positif, Jika jauh di batin kita yakin akan mencapai  Oase adalah suatu perjuangan yang mustahil, teman satu tim kita juga jelas takkan bisa membayangkan dirinya untuk bisa mencapai sana. Dalam hal ini kita dituntut juga untuk mempertahankan langkah, sebab perubahan terjadi sedikit demi sedikit.
Brio sang Burung Hantu yang bijaksana menceritakan bahwa “Tanpa Konflik tidak ada pertumbuhan dan konflik yang paling menantang  berada didalam diri kita sendiri.”  Perlu diingat juga   “kita hidup didunia yang penuh dengan kesenangan sesaat dan kita harus melawan tekanan itu sambil mengingat bahwa tujuan yang paling berarti membutuhkan waktu dan energi.”   Berkomitmenlah terhadap pikiran positif, ubahlah keyakinan, sikap dan kebenaran agar selaras dengan visi kita.

3.    Berkonsentrasilah pada kinerja secara terus menerus. Visualisasikan tujuan  serta tunjukkan rasa syukurmu secara terus menerus. Rasa syukur adalah salah satu bahan ajaib dalam resep untuk hidup lebih bermakna. Pesan Brio begitu kita menambahkan pikiran yang spesifik dan penuh emosi positif, tentu kita akan mengirimkan sinyal yang jelas dan kuat pada teman satu tim kita.

4.    Pertebal rasa percaya diri, Frustasi akan menghasilkan pikiran negatif  dan pikiran negatif menjadi bahan bakar untuk bersikap negatif, dan sikap negatif akan menghancurkan rasa percaya diri.  Bernafas yang dalam itu baik untuk dilakukan saat tingkat stres meningkat.  Rantai pikiran negatif  adalah suatu pola.  Dan saat kita belajar mengenali pola negatif kita akan bisa semakin dini untuk  mencegahnya.

5.    Kendalikan Tanggapan pada situasi apapun.  Keadaan tak terduga akan muncul, perkirakan keadaan itu. Siapkan tanggapan dan persiapan tim kita juga.Pelajaran dari Brio, Berkomitmen pada satu tugas adalah berkomitmen pada proses komitmen.  Dan buatlah komitmen terhadap pikiran positif. Ubahlah keyakinan, sikap dan kebenaran agar selaras dengan visi kita. Bayangkan kita memilliki tujuan alih – alih sekedar hanya menginginkannya saja.  Lalu kita juga harus mempersiapkan skenario terburuk yang akan terjadi. “Langkah luar biasa memberikan  hasil luar biasa”. Dan kita dituntut untuk mempercayai diri kita  dan tim didalam kita.

Diakhir pelajaran dan perpisahannya Brio menceritakan  : “ saat kamu menjalani hidupmu kamu akan menyadari pentingnya hidup tanpa menyesali apa yang sebetulnya terjadi di masa lalu. Akankah kamu menengok ke belakang dan bertanya apakah kamu bisa berbuat lebih ? Akankah kamu akan menengok ke belakang dan bertanya apakah kamu sudah mencurahkan segenap kemampuanmu? Kalau kamu mampu menengok ke belakang tanpa diiringi penyesalan , kamu akan tahu bahwa kamu telah berbuat semampumu dan seluruh kemampuanmu itu akan dapat membawamu ke tempat – tempat yang melebihi pemikiranmu.”  (b’iyus)

1 komentar:

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih