5 Tips Perpanjangan STNK Di Tengah Pandemi Covid 19

SAMSAT
SAMSAT


Sebenarnya agak ragu juga untuk melakukan perpanjangan pajak kendaraan di tengah situasi pandemi. Tapi pilihan tidak banyak bukan, terlebih saat ini new normal sudah diberlakukan. Perlahan-lahan situasi sudah beranjak normal.

Setelah Jumat sore minggu sebelumnya sekitaran jam 15.00 wib saya mendapat informasi dari teman, bahwa Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) melayani hingga malam hari. Informasi tersebut SALAH, berdasarkan informasi petugas dilapangan untuk bayar pajak kendaraan hanya berlaku jam normal mulai pukul 08.00-15.00 wib. Bahkan tahun ini Sabtu Samsat Jakarta tidak melayani pembayaran pajak kendaraan. Oh iya masih informasi dari petugas yang sama, Samsat Jakarta Timur tidak pernah tutup selama pandemi covid-19, hanya saja mengurangi jam pelayanan hingga jam 14.00 setiap harinya.

Rupanya yang berlaku hingga malam sesuai informasi teman tadi dan di crosscheck kepada petugas (mungkin) itu adalah perpanjangan SIM yang sudah mendapatkan nomor. Maklum untuk SIM diberikan kuota setiap harinya. Kalau STNK sendiri informasinya dilayani hingga selesai.

 

Perpanjangan STNK Di Samsat Jakarta Timur.

Terlebih pajak kendaraan roda dua sudah terlambat ± 3 bulan, memang sih informasi awal denda keterlambatan akan dihapuskan. Yang saya kurang memperhatikan adalah denda tersebut akan dihapus sampai kapan? Benar saja denda keterlambatan tersebut hanya berlaku hingga 29 Mei 2020, lepas dari tanggal tersebut denda keterlambatan berlaku normal seperti sedia kala.

Info Pajak STNK Selama Pandemi Covid 19
Info Pajak STNK Selama Pandemi Covid 19


Dibantu petugas kala itu, melalui aplikasi diketahui jumlah pajak kendaraan yang harus dibayar. Daripada melalui aplikasi yang intinya harus tetap datang untuk melakukan atau mengambil bukti bayar petugas menyarankan agar datang saja namun lebih pagi.

Tips Perpanjangan STNK Ala Saya.

1.        Usahakan membawa berkas lengkap jangan sampai tertinggal, periksa sebelum berangkat seperti KTP Harus Asli (bukan fotocopi) dan membawa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

2.        Datang lebih pagi dari jam buka pelayanan. Jam pelayanan biasanya buka puku 08.00 wib saya sudah hadir dilokasi jam 7.45 wib. Lima belas menit lebih awal.

3.        Lalukan fotocopi berkas sesuai kebutuhan, biasanya setiap samsat sudah ada warung atau kedai fotocopi dan biasanya mereka membantu untuk melakukan pengisian berkas. Hitung-hitung bagi-bagi rejeki biarkan mereka yang mengerjakan, pengisian berkas satu kendaraan dan fotocopinya dikenakan biaya Rp.5.000,-

4.        Perhatikan  situasi sekitar untuk bertanya ke petugas alangkah lebih baik. Karena ditengah situasi pandemi akan banyak perubahan dan penyesuaian. Seperti kemarin saya perpanjang, meskipun di SAMSAT Jakarta Timur, tapi saya perpanjang melalui kendaraan keliling mereka.

5.        Ikuti antrian, jangan menyerobot dan tetap perhatikan jarak antara orang depan (meskipun tidak mudah).

 

Situasi Perpanjang STNK di Samsat Kebun Nanas
Situasi Perpanjang STNK di Samsat Kebun Nanas

Benar saja, meskipun sudah datang lebih awal, tetap dapat antrian yang tidak sedikit tapi tidak banyak juga. Saya perkirakan nomor 10 atau 11 –an. Antrian sudah panjang petugas belum terlihat juga, persis jam 8 pagi Samsat Keliling yang terparkir beroperasi melayani pembayaran pajak. Ini pun hanya petugas Samsat belum petugas bank  yang melayani pembayaran. Baru lima belas menit kemudian petugas bank hadir membantu dan melayani masyarakat.

Tidak lebih dari 1 jam selesai sudah pengurusan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa melalui calo (Mandiri oleh diri sendir) 20 menit diawal masuk berkas sekaligus verifikasi BPKB dan lanjut menunggu resi sekitar 20 menit terakhir menunggu pembayaran juga serupa.

Anehnya pengalaman perpanjangan setiap samsat tidak sama. Setidaknya dua tahun lalu perpanjang STNK di Tangerang Selatan, Bumi Serpong Damai. Hari Sabtu kala itu.

Dan karena saya bukan warga Tangerang diarahkan pembayaran melalui Bank BJB.  Aneh dan ajaibnya tidak perlu menunggu lama sekitar 10 menit (tidak sampai bahkan) lakukan pembayaran dan sudah jadi STNK. Sementara warga sekitaran harus antri diperiksa BPKB dan lainnya. Anomali bukan?

 

Yang masih menjadi pertanyaan saya?

Samsat itu berfungsi untuk mengumpulkan pembayaran pajak kendaraan bermotor bukan. Mengapa untuk pembayaran pajak (menurut saya ribet) melakukan pemeriksaan KTP dan BPKB. Sudah seharusnya untuk pembayaran pajak yang rutin setiap tahun harusnya dipermudah.

Berbekal pengalaman di BSD bank BJB berarti bisa sebenarnya pembayaran dibuat mudah dan tidak berbelit-belit.

Untuk KTP yang asli, saya sudah menemukan jawabnya. Memang ada sebuah alat yang ketika ditempelkan dengan KTP akan langsung keluar data pribadi, dalam hal ini membantu memudahkan kerja petugas. Tapi yang BPKB sepengamatan saya, petugas hanya melihat sekilas mencocokan sebentar dan mengembalikan kepada empunya. Padahal kalaupun tidak memiliki BPKB masih bisa melakukan pengurusan dengan syarat-syarat tertentu.

Lalu saya penasaran juga dengan yang Online, apakah tetap perlu memeriksa KTP dan BPKB yang asli (Harusnya tidak ya, kalau iya bagaimana caranya, Scan?)

Kecuali untuik kendaraan cek fisik lima tahunan, untuk memeriksa keaslian kendaraan perlu dihadirkan baik kendaraan dan dokumen kepemilikan.

Sudah seharusnya untuk pembayaran pajak kendaraan tahunan dipermudah, semudah-mudahnya agar pendapatan kas pemerintah kota dan negara lancar. Sehingga membuat orang tidak enggan untuk melakukan pembayaran.

Saya pribadi lebih setuju seperti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah dapat dibayarkan tanpa perlu verifikasi ini-itu.

Ayo Bayar Pajak Kendaraan Secara Mandiri Tanpa Melalui Calo.

Salam Tertib Bayar Pajak

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih