Senin, 28 Januari 2019

Bumi-nya Tere Liye


Illustrasu dari pixabay.dot.com

Setidaknya Av, salah seorang tetua dan penjaga perpustakaan menjelaskan beberapa klan yang ada, dimulai dari klan bumi atau mahluk tanah, mahluk yang memiliki pengetahuan dan teknologi amat terbatas, beberapa mahluk tanah bijak tapi kebanyakan yang rakus dan tamak. 

Berikutnya adalah klan bulan atau mahluk bayangan, tempat Av dan keturunannya tinggal, bayangkan, mereka tinggal diatas tanah memiliki teknologi dan pengetahuan yang paling maju. Tetapi jumlahnya hanya sepersepuluh dari klan bumi. Klan bulan menghindari merusak permukaan lebih memilih untuk membuat kehidupan didalam tanah.

Alat-alat di klan bulan sangat canggih dan mutakhir, bahkan beberapa klan bulan sudah memahami rahasia bahwa dunia tidak sesederhana yang terlihat. Mereka memiliki kekuatan besar seperti menembus sekat, memiliki petarung yang hebat dan terhormat. 

Tetapi siapa sangka, di klan yang sudah lebih dulu maju tetap aja ada orang jahatnya. Dan berniat untuk menjajah klan bumi.

Jumat, 25 Januari 2019

Registrasi Kartu Harus Ke Gerai Resmi, Ya, Sudahlah !

Keadaan di Gerai Indosat Ooredoo Rawamangun


Jengkel itu ketika kita sudah tertarik dengan nomor kartu Indosat dan memutuskan untuk memilikinya tetapi tidak semudah yang dibayangkan.

Registrasi kartu perdana diperlukan sebagai sebuah syarat agar dapat digunakan untuk berkomunikasi. Dan sudah jelas dan mudah petunjuk yang diberikan. Biasanya setiap kita membeli sebuah kartu perdana (starter pack) ada petunjuk sederhana registrasi didalamnya.

Pun berlaku sama dengan kartu perdana Indosat yang baru saja saya miliki. Sebagai generasi yang dituntut untuk.membaca terlebih dahulu buku petunjuk sebelum mengoperasikan segala sesuatunya, saya membaca perlahan dan melakukan persis sesuai yang dianjurkan.

Selasa, 15 Januari 2019

Melepas Rindu Oleh-Oleh Nusantara



Ilustrasi dari pixabay.dot.com

Apa yang pertama kali terpikirkan ketika mendengar kata oleh-oleh? Sebuah perjalanan, kampung halaman atau keluarga? Oleh-oleh atau buah tangan memang membawa kesan personal bagi setiap orang.

Budaya membawa oleh-oleh di setiap kunjungan dari kampung halaman atau sekedar “traveling” ke berbagai destinasi kota di Indonesia telah menjadi tradisi silaturahmi yang selalu ditunggu kehadirannya.

Keunikan di setiap kuliner khas juga membawa kerinduan tersendiri dan tidak jarang kehadiran produk khas tersebut hanya dapat dibeli jika ada kerabat atau keluarga terdekat berkunjung ke kota tersebut.

Lewat platform OMIYAGO, buah tangan yang jarang ada di sekitar Anda, bisa dengan mudah ditemukan. Seperti Bagea, Halua Kenari dan Bangket dari Manado, Sotong Pangkong dari Pontianak, Sambal Goreng Jamblang dari Cirebon, Timus Ubi dari Semarang, sampai Itiak Lado Mudodari Padang, dan masih banyak lagi.

Senin, 14 Januari 2019

Melipir Menikmati Sate Di Warung Kandara Kota Bunga


Jalan-Jalan Cuman Pengen Liat Yang Beginian 

Daripada meratapi keadaan, lebih baik bersyukur bukan, sebab dengan bersyukur kecenderungan akan ada jalan keluar baru atau setidaknya semakin menikmati setiap keadaan yang hadir.

Pernah ga dalam hidup kalian, keluar rumah tanpa tujuan yang jelas. Sekedar jalan keluar aja, sekenanya, kalau kuat lanjut kalau ga kuat ya balik kanan (alias pulang).

Dan ini yang guwe lakukan kemarin, secara cuti harus diambil kalau ga hangus (agak aneh ya, disaat kita lagi pengen kerja-kerjanya, harus ambil cuti) sisi baiknya adalah semakin banyak waktu buat keluarga. 

Tapi masalah ga berhenti di situ genk, seperti kata Mark dalam bukunya sebuah seni bersikap bodo amat, kita harus terus menyelesaikan masalah demi masalah untuk menghadapi tingkatan masalah berikutnya.

Secara, kalau liburan dadakan, nyari tiket kereta udah pada habis, hotel pada mahal, tiket pesawat udah terbang semakin tinggi. Ya namanya juga kroco mumet ya, kalau mau pesan tiket sama penginepan jauh-jauh hari, memang sich dapat yang murah. Pas mau berangkat, lah si bos ga ngasih cuti (disini kadang suka kuciwanya).

Minggu, 13 Januari 2019

Menikmati Kekocakan Murad dan Pipit (Review Film : Preman Pensiun)



Dimana ada Murad disitu ada Pipit, sebab mereka satu paket, itu yang diucapkan ketika Pipit diajak bergabung dengan bang Gobang. Jadi ingat film Titanic yang bagian Kate Winslet sama Leonardo-nya mau loncat trus bilang, “you jump, I jump”, tapi kalian bayangin yang ngucapin Pipit ke Murad 

Setidaknya XXI Epiwalk tidak hanya 1 studio saya yang menayangkan film Preman Pensiun, beberapa kalau tidak saya katakana semua studio memainkan film serupa. Dan setidaknya dari Indonesia Social Blogger sendiri hadir setidaknya 90 an orang.

Kalau blogger sudah hadir ada saja tingkah lucu yang ditampilkan. Mulai dari foto-foto disetiap spot bagus yang ditemukan atau menciptakan spot foto sendiri dan masih banyak lainnya.

Sementara saya, menikmati setiap moment yang hadir, karena acara pressscrening kali ini ini tidak hanya diikuti komunitas blogger saja, ada juga komunitas lainnya, seperti  fan base nya Preman Pensiun sendiri atau media yang memang sudah kewajibannya meliput dan memberitakannya.

Kebayangkan, XXI Epiwalk lumayan penuh diisi orang-orang dengan berbagai macam kepentingan yang hadir demi menyaksikan Preman Pensiun yang sempat mendulang sukses ketika di layar kaca beberapa tahun lalu.

Secuplik Kelucuan Preman Pensiun
Epi Kusnandar memainkan peran sebagai Kang Mus dengan total, bahkan di presscon kali ini ia hadir tetap sebagai kang Mus dimana ia berperan.

Jumat, 11 Januari 2019

Penandatanganan Pakta Integritas PTTUN Jakarta 2019


 
KETUA PTTUN Jakarta Bpk. DR. Istiwibowo, SH, MH Menandatangani Pakta Integritas
Apa yang kita tulis itu yang kita kerjakan apa yang kita kerjakan itu yang kita tulis. Ketua sendiri sepakat dengan ungkapan diatas, dan inilah yang menjadi dasar dari Pakta Integritas, agar kita selalu ingat akan apa yang sudah kita tuliskan dan janjikan.

Jumat pagi, kebiasaan rutin yang dilakukan adalah senam pagi. Berbeda dengan jumat ini, seluruh staf dan pimpinan harus hadir di aula demi mengikuti upacara penandatanganan Pakta Integritas.

Pendantanganan PaktaIntegritas ini sendiri sudah dilaksanakan beberapa tahun kebelakang. Semua dilakukan demi Mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung, Visi Mahkamah Agung itu sendiri.

Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, selama menjadi Aparatur Sipil Negara di bawah Mahkamah Agung, dituntut harus menandatangani Pakta Integritas, sebagai wujud patuh dan perduli agar tercapainya Visi dan Misi Mahkamah Agung dan Good Corporate Governence.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Bpk. DR. Istiwibowo, SH, MH Jakarta mengatakan, bahwa pertama-pertama yang harus kita selalu kita ucapkan adalah  syukur  kepada Tuhan karena hari kita yang hadir masih dapat melangsungkan penandatanganan Pakta Integritas.

Senin, 07 Januari 2019

Era Keterbukaan Prostitusi

Illustrasi dari pixabaydotcom
Payahnya, ketika informasi masuk baru diterima, alih alih untuk mengelolanya, yang terjadi adalah rasa ingin tahu lebih dalam, jiwa penasaran yang mendadak keluar, kalau tidak merasakan sendiri rasanya kurang pas.

Dunia medsos kembali ramai, kali ini tidak hanya melulu membahas  politik. Mulai dari kontainer yang berisikan surat suara yang sudah di coblos atau award-award-an atas hoaks yang beredar.

Memasuki tahun politik, bangsa ini mengalami berbagai macam kegaduhan. Pun kali ini yang disasar adalah prostitusi on line. 

Acung jempol untuk kinerja polisi yang sudah mampu membongkar prostitusi on line. Tapi dengan maraknya pemberitaan di media setidaknya ada efek lainnya yang terjadi. 

Jumat, 04 Januari 2019

Belajar Leadership Dari Abah (Review Film Keluarga Cemara)

Sumber Gambar Pixabay(dot)com
Yang berbeda dari Keluarga Cemara dahulu dengan sekarang hanya setting dan latar belakang cerita, tapi tetap sama dalam menyampaikan pesan dan gagasan kepada para penikmatnya. 

Bagi saya bahagia itu sederhana kok, pas awal tahun pas ada yang ngajakin nobar. Lah secara filmnya menarik, pokoknya semua film Indonesah itu menarik buat saya asalkan jangan yang horor, yang roman picisan bolehlah, semi action juga masuk lah ini film bergenre keluarga, siapa juga yang nolak.

Nah masalahnyw, pelupanya saya udah masuk kategori semi akut, daftar nobar di tanggal 2 untuk nobar tanggal 3 Januari 2019. Pas jam mau nobarnya malah keasikan main pingpong. Iya main pingpong, padahal reminders udah beberapa kali getar dan pesan di group sudah panjang mengingatkan. 

Beruntungnya lokasi nobar yang berada di kokas tidak berjauhan dengan lokasi saya sendiri, meskipun tidak sepelemparan batu juga sich. Kalau naik gojek butuh waktu 5 sampai 10 menit.

Telat 5 menit, pas film mulai, nyari tempat duduk, ketemu orang kaku, yang satu baris itu dia sendirian, mau minta duduk di sebelahnya atau beberapa bangku dari dia khawatir ada temannya, ditolak mentah-mentah sambil seraya bertanya nomor bangku saya berapa? Siapa juga yang memperhatikan nomor bangku kalau nobar seperti ini, kecuali dia memang sudah booking satu baris itu lain cerita (sebab sampai film selesai, dia tetap sendirian, (bah egois kian kawan inilah ya).

Belum mulai film aja, udah banyak drama yang dilalui ya. Tapi overall setelah menyelesaikan film Keluarga Cemara ada perasaan terhibur, bangga, haru biru lah.