Rabu, 31 Oktober 2018

Asia Pacific Predator League 2019 Kali Ini Diikuti 14 Negara.



Bincang-bincang terkait kampanye Asia Pacific Predator League 2019 dan Bracket System di Indonesia

Ini adalah bukti konsistensi Acer dalam memajukan industri gaming dan mendukung perkembangan gamers melalui platform yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di kawasan. Dan melalui turnamen semacam ini, Acer percaya mampu menggugah minat para remaja untuk serius menekuni hobi eSports mereka,”

Halooo Gamers atau para pecinta gamers atau pemerhati gamers atau siapapun yang tertarik dengan dunia gamers, ada hajatan besar nich, Asia Pacific Predators League 2019. Melanjutkan sukses di tahun lalu, ini kali tahun kedua diadakannya Asia Pacific Predator League 2019,  taraaaa…. yang dihadirkan adalah dua game paling populer; DOTA 2 dan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) dengan menawarkan hadiah lebih besar.

Saat ini, PUBG menjadi salah satu judul game terbesar di dunia, mengamankan tempatnya sebagai fenomena game global dengan lebih dari 400 juta pemain di semua platform di seluruh dunia dan lebih dari 50 juta eksemplar terjual.

Pada tahun 2016, DOTA 2 mendapatkan pengakuan sebagai platform game terbaik karena menarik jumlah pemain terbanyak, yaitu, 1,3 juta gamer. Selain itu, dalam komunitas game dan eSports, DOTA 2 adalah platform permainan popular yang sudah terbiasa dinikmati oleh para gamers. Untuk alasan ini, Acer yakin bahwa turnamen bergengsi ini akan menarik sejumlah besar pemain dan penggemar eSports.

 
Press Conference Asia Pacific Predator League 2019

Bagi yang belum paham apa itu Asia Pacific Predator League 2019 sederhananya adalah turnamen game kelas dunia terbesar di Asia Pasifik yang melibatkan 14 negara, yaitu Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Vietnam, Thailand, Hong Kong, China, Jepang, Korea dan Taiwan dengan total hadiah sebesar USD 400.000 atau sekitar Rp 6 Miliar. Keren kan hadiahnya, jadi sekarang bagi para orang tua yang menganggap bermain game itu masih ga penting, hmmmm, bisa dipikirkan ulang kali ya. Melihat ada turnamen yang jor-joran memberikan hadiah sampai 6 M an.

Etapi, tentunya untuk meraih hadiah 6 M an tadi ga mudah ya, butuh kerjasama tim yang kuat, konsentrasi dan fokus yang kuat dan tidak lupa support dari orang sekitar.

Untuk masuk ke babak demi babak harus melewati  tahap-tahap  eliminasi yang nantinya  akan digelar di masing-masing negara. Tahun ini, Thailand terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaran babak final Predator League 2019 di Bangkok pada Februari 2019 mendatang.

Sementara di Indonesia sendiri tahap kualifikasi akan diadakan di 14 kota di 16 iCafe mulai dari November 2018. Acer Indonesia juga menghadirkan serangkaian aktivitas on-ground dan promo menarik selama kampanye Asia Pacific Predator League 2019 berlangsung. Untuk informasi selengkapnya dapat mengunjungi www.acerid.com/predator-league.

Oh iya, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, tahun ini penyelenggaraan APAC Predator League adalah yang kedua kalinya setelah Predator League dimulai tahun  sebelumnya dengan Indonesia sebagai tuan rumah APAC Predator League yang pertama.

Nah, belajar dari  kesuksesan besar pada perhelatan kompetisi eSport terbesar di Asia Pasifik tahun lalu, Acer kembali tahun ini Asia Pacific Predator League 2019 yang mengajak serta seluruh bakat-bakat eSport terbaik dari 14 negara yang berpartisipasi untuk berlaga dalam dua kategori game yang dipertandingkan, yaitu DOTA 2 & Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).

Tahap kualifikasi untuk diIndonesia akan berlangsung sekitar dua bulan sejak November 2018 di 16 iCafe yang tersebar di 14 kota. Tahun ini, babak grand final Asia Pasifik akan diadakan di Bangkok pada Februari 2019 mendatang.  Pada Januari 2018 lalu, Acer berhasil menyelenggarakan Grand Final Asia Pacific Predator League 2018 untuk pertama kalinya di Jakarta, Indonesia. Sebanyak 1.197 tim berpartisipasi dan 8 tim dari 8 negara berkompetisi di babak grand final untuk memperebutkan title tim DOTA 2 terbaik.

Herbet Ang (Presiden Direktur Acer Indonesia) bersama Yohan Wijaya (Acer Consumers Lead of Intel Asia Pacific Japan)

Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia  menegaskan bahwa “Digelarnya kembali Asia Pacific Predator League adalah bukti konsistensi Acer dalam memajukan industri gaming dan mendukung perkembangan gamers melalui platform yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di kawasan. Melalui turnamen semacam ini, Acer percaya mampu menggugah minat para remaja untuk serius menekuni hobi eSports mereka,”

“Acer Indonesia sendiri sangat bangga telah mencatatkan sejarah sebagai tuan rumah pertama penyelenggaraan turnamen bergengsi ini tahun lalu sekaligus menetapkan benchmark yang tinggi bagi penyelenggaraan selanjutnya.” ujar Herbet. Semoga kesuksesan tahun lalu kembali terulang tahun ini.

Berdasarkan data Statistik (2018), pendapatan global dari pasar game pada tahun 2018 sebesar USD 137.9 miliar atau tumbuh 13.3% dari tahun sebelumnya (yoy). Sementara itu wilayah Asia Pasifik masih merupakan pasar game terbesar dengan pendapatan mencapai USD 71.4 miliar pada 2018, bertumbuh 16,8% secara year-on-year. 

Kemeriahan Kick-off Match Pro Team antara PG Barracx & The Prime

Dengan potensi pasar seperti Indonesia dan India, Asia Pasifik adalah rumah bagi pasar game yang tumbuh paling cepat secara global. Pertumbuhan yang  signifikan ini, dilihat Acer sebagai potensi yang besar untuk mengakselerasi kemajuan industri melalui turnamen sebagai platform yang mengasah bakat para gamers untuk berkompetisi yang didukung oleh perangkat game terbaik dari Predator.

Dan untuk meramaikan kampanye Asia Pacific Predator League 2019, Acer Indonesia juga menghadirkan beragam aktivitas on-ground dan promo menarik seperti promo gaming series berhadiah monitor gaming, gaming gears Predator dan game PUBG untuk setiap pembelian perangkat gaming Predator selama Oktober hingga 31 Desember 2018.



Sedikit Tentang Acer
Acer didirikan pada tahun 1976 dan sekarang telah menjadi salah satu perusahaan ICT terkemuka di dunia yang hadir di lebih dari 160 negara. Acer melihat ke masa depan, berfokus untuk menciptakan dunia di mana perangkat keras, perangkat lunak dan layanan saling menyatu untuk membuka kemungkinan baru bagi konsumen dan bisnis.

Dari teknologi yang berorientasi kepada layanan hingga Internet of Things, gaming dan Virtual Reality, 7000+ karyawan Acer berdedikasi untuk riset, desain, pemasaran, penjualan, dan dukungan produk serta solusi yang memutuskan hambatan antara manusia dan teknologi.

Predator Shield  - Predator League Indonesia
Sementara Acer Indonesia sendiri baru mulai beroperasi tahun 1998 dan saat ini telah menjadi pemain utama di industri PC Indonesia. Acer mencatat pertumbuhan yang stabil dan positif di pasar Indonesia, terbukti dengan berhasil menjadi merek No.1 untuk kategori laptop selama 8 tahun berturut-turut dan No.1 untuk kategori PC selama 7 tahun berturut-turut di Indonesia (IDC PC Tracker & Gartner Inc). Prestasi tersebut sekaligus menempatkan Acer sebagai merek laptop dan PC pilihan masyarakat Indonesia, terbukti dengan berbagai penghargaan bergengsi yang diterima Acer, di antaranya: Top Brand Award selama 11 tahun berturut-turut, Indonesia Best Brand Award, Customer Service No.1 di Indonesia untuk kategori laptop, Indonesian Customer Satisfaction Award selama 10 kali berturut-turut, termasuk mendapatkan penghargaan internasional sebagai The Most Socially Devoted Brand di Facebook untuk Kategori Elektronik untuk layanan pelanggan melalui media sosial.

Kedepan Acer berkomitmen untuk menjalin komunikasi tanpa batas dengan konsumen di seluruh Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui jaringan layanan purnajual yang dapat ditemui di 102 lokasi di 81 kota di Indonesia, Acer Contact Center dengan tarif lokal 1500-155, serta layanan melalui media sosial selama 24 jam setiap harinya.


4 komentar:

  1. Acaranya menarik tuch pak :) apalagi yang suka main game

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya...cocok buat gamers... tapi memang komputer acer juga cocok kok buat yang lain :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih