Minggu, 16 September 2018

Launching buku Jokowi Istiqomah Membangun Negeri

 
Sumber gambar Kiriman WA dari Pa Sobari
 
Awalnya banyak yang ragu Jokowi mampu memimpin bangsa yang besar dan kompleks ini. Beliau sendiri bukan jenderal bukan aktivis dan bukan tokoh politik. Hanya seorang pengusaha dengan mental kerja dan kesederhanaan ketulusan mau membangun bangsa. 
 
Enaknya menjadi seorang blogger itu adalah selalu mendapatk prioritas pertama terhadap akses sebuah informasi. Seperti beberapa waktu lalu,ada lauching buku Jokowi Istiqomah Membangun Negeri, dan saya pun turut mendapat undangan bareng dengan jurnallis media lainnya. 

Bedanya lagi sebagai blogger saya bisa se-netral mungkin baik untuk mengulas acara yang berlangsung ataupun mengulas bukunya kelak (kalau sudah selesai dibaca).

Acaranya sendiri berlangsung di Hotel Bidakara sekitaran Pancoran jakarta Pusat, tepat pukul 16.30 aula sudah terisi penuh baik dengan relawan yang hadir, narasumber plus media dan jurnalis. 

Acara pembukaan berlangsung singkat dan langsung disambut dengan kata-kata ......"Siapa kita ...Reliji...2019, Istiqomah Jokowi". Kira kira seperti itu yel-yelnya. 

Jadi dalam acara ini penyebutan untuk yang mengulas buku Jokowi Istiomah membangun Negeri  bukan narasumber tapi komentator, salah satu yang hadi dan saya kenal adalah M Qodari, konsultan sekaligus pakar survey secara beliau sebagai direktur dari Lembaga Survei Indonesia  dan masih ada lagi. Pramono Anung juga diundang, ada juga Masinton dari PDI Perjuangan. Anwar Fuady, mantan aktor yang saat ini juga aktif di dunia politik. 
 
***
Bambang Boediono dan rekan yang mengumpulkan semua data sehingga terbit sebuah buku. Bukan kajian ilmiah dan studi akademik tapi datanya solid. Kebenaran akan kebijakan yang sudah dilakukan. 

Buku ini kaya akan khazanah referensi untuk anak bangsa akan pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi dan Jusuf kalla. Bagus untuk kalangan akademik, ormas hingga ke BEM. 

Succes Story dari Jokowi dan Jusuf Kala selama 3 Tahun 8 Bulan. Nawacita yang sukses dilakukan, pembangunan desa dan daerah tertinggal. Jawa centris berganti menjadi Indonesia Centris


Keadaan ketika bedah buku berlangsung (sumber sama dengan gambar diatas)

Serius dalam pemberatasan Korupsi, salah satunya adalah pembubaran Petral. Permudah dalam investasi, perijinan dan sertifikat tanah. 

Angka kemiskinan diangka 9 persen. 

Sementara dalam sambutannya H.Bambang Soesatyo, SE, MDE,  ketua DPR RI, memberikan sepatah kata  sebelum membuka secara resmi. Salam Pancasila, ujarnya untuk mempersingkat salam dari 6 agama yang diakui di Indonesia. 

Perhatian BS (Bambang Soesatyo), terpaku pada kata istiqomah dan religi. Makna yang ingin ditunjukkan ke publik adalah para aktivis yang berlatar belakang santri. Sosok Jokowi yang anti Islam harus ditepis habis. Sosok yang tidak banyak bicara tapi dengan kerja. Kabinetnya sendiri dinamakan Kabinet Kerja. Kerja Kita Prestasi Bangsa, thema HUT Kemerdekaan Tahun ini. 

Awalnya banyak yang ragu Jokowi mampu memimpin bangsa yang besar dan kompleks ini. Beliau sendiri bukan jenderal bukan aktivis dan bukan tokoh politik. Hanya seorang pengusaha dengan mental kerja dan kesederhanaan ketulusan mau membangun bangsa. 

Pembangunan ekonomi tidak hanya dinikmati sekarang tapi masa depan juga hal ini harus didukung infrastuktur yang kuat. Bandara baru, perbaikan jalan, translaut digalakkan.

Listrik pun sudah merata hampir ke pelosok terpencil dan pulau terluar dari NKRI. Satu milliar pembangunan untuk setiap desa. Beberapa statistik keberhasilan Presiden Jokowi banyak diceritakan Ketua DPR RI. 

Para abah dan emak yang hadir (demikian Pak Bambang Soesatyo menyebut peserta diskusi yang hadir demi membuat segar suasana) banyak sudah yang dilakukan pak Jokowi. Tapi masih ada beberapa PR yang belum tuntas dikerjakan agar semuanya selesai tuntas dibutuhkan satu periode kembali. Ketimpangan penguasaan lahan juga masih sering ditemui.  DPR sendiri mendukung pemberian 16 juta pemberian sertifikat tanah secara gratis. 

Pastikan generasi penerus dapat bersekolah tanpa terkendala dan sharing knowledge merata diseluruh Indonesia. 

Tantangan lainnya adalah memudarnya kecintaan akan ideologi Pancasila. Pemantapan ideologi Pancasila secara masive melalui kegiatan menarik dan menyenangkan bukan doktrinasi. 

Pada usia RI nanti yang ke 100 semoga dapat menjadi bangsa besar yang modern sejajar dengan bangsa yang lain. Setidaknya masuk 10 nominasi bangsa besar. Kata kuncinya adalah Jokowi harus kembali memimpin 2 periode. 


***
lalu Bagaimana Pendapat pak Qodari ?  
Buku adalah ciri peradaban, dengan adanya buku ini berarti membangun peradaban. 

1. Buku yang kalau dilihat isinya, muncul disaat tepat karena bulan depan sudah ada penetapan capres dan cawapres. Dan buku ini mungkin akan  dijadikan pegangan dalam berkampanye. Qodari sendiri belum melihat ada partai yang membuat buku seperti ini baik dari PDI dan Nasdem sekalipun.

Keberadaan Maaruf Amin sekiranya isu primordial akan berkurang tapi lebih kepada isu ekonomi. Ini sisi yang baik karena akan beradu gagasan dan program bukan adu provokasi. Karena akan adu fakta, pihak lawan akan menampilkan hal yang belum berhasil sementara jokowi sebaliknya. Usulnya selain buku ini perlu dibuat buku lainnya, apalagi buku yang isinya tanya jawab isu yang menjadi permasalahan sensitif.

Isu tenaga kerja cina sudah ada dalam buku ini. Isu kesenjangan akan menjadi isu yang besar kedepannya. Isu kedekatan dengan islam juga akan menarik kalau ditampilkan dalam bentuk tanya jawab. 

Satu lagi buku yang menarik untuk ditulis, bersih, merakyat dan kerja nyata, ini yang harus diuraikan secara terperinci. 

2. Religi. Adalah Pendukung relawan Jokowi dan Maaruf Amin. Reliji adalah salah satu relawan yang berkompetisi dengan relawan-relawan lainnya. Projo, seknas jokowi, setidaknya ada 113 relawan. Reliji harus paling terkenal, terdepan dan militan dan berani agar Jokowi dan Maaruf Amin ketika bicara relawan ingat dengan reliji. 

3. Bursa Zarudi nya sendiri. Siapa yang tidak kenal dengan beliau. Kalau aktivis tidak kenal keterlaluan. Beliau sendiri adalah tokoh santri. Jebolan HMI,  M. Jusuf Kala, Mafud MD dan terakhir beliau. 

4. Bamsoet (ketua dpr). Soal new prabowo yang sudah banyak berubah, sangat cair, tidak temperamental. Baju juga akan berubah. Bagaimana komentarnya bamsoet ketika ditanya?

Ia  menjawab new Jokowi aja. Tiap tahun Jokowi semakin menguat bahkan dari yang dulu partai berseberangan sudah bergabung. 

Ada juga New Bamsoet. Dulu pakai batik sekarang baju putih (agar mirip Jokowi) dulu pakai mobil sport sekarang SUV. Transformasinya  sendiri Bamsoet dari wartawan ke politisi dan menjadi ketua DPR.
 
Hmmm, jadi penasaran seperti apasih isi bukunya ......... 
 
Note
Untuk pembaca yang Prabowo Lover, bukan bermaksud mengecilkan beliau, tapi karena saya belum mendapatkan undangan dari Kubu Prabowo jadi belum ada postingan mengenai beliau. 
 
Padahal jauh didasar hati saya, ingin juga mengulas Capres Tandingan Pa Prabowo, secara kubu beliau juga diisi orang-orang hebat dan mupuni. Beliau sendiri sudah hebat memang. 

Semoga siapapun nanti yang menang, yang terbaik buat bangsa ini. Jangan sampai ada perpecahan karena tim dari ke dua kandidat presiden sudah hebat kuat dan solid. Kalau sampai ada perpecahan apalagi sampai ada keributan sia-sia sudah orang-orang hebat yang berkumpul tadi. 

Maju Terus NKRI
 


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih