Jumat, 31 Agustus 2018

Hari Yang Baik Dengan Aktivitas Baik Ditutup Dengan Minuman Yang Baik.

Illustrasi


Intinya adalah menjauhi pemborosan berkedok fashion, sebisa mungkin gunakan transportasi umum, miliki rumah dan juga kendaraan yang sederhana dan biasa-biasa aja. Mudah  untuk dilaksanakan, tapi harus juga dibarengi etos kerja yang mirip-mirip Miliarder. Jangan hanya gaya berhematnya aja yang ditiru tapi etos kerja mereka tidak.

Pagi-pagi buka email, udah masuk aja motivasi dan informasi keuangan dari pakarnya langsung, Bapak Tung Desem Waringin. Terkadang baca cepat pesan dari beliau dan sortir cepat apakah ini sekedar penawaran iklan atau berita informasi dan tarra ini adalah informasi yang berharga dan mudah untuk dipraktekkan sebenarnya. Setidaknya dari postingan beliau saya dapat belajar 4 hal bahwa para Milliarder melakukan trik sederhana untuk belajar hemat dan  menjadi kaya seperti mereka.

Pertama  adalah tidak membelanjakan uang untuk produk fashion. Michael Bloomberg yangdikenal sebagai Walikota Newyork dan pemegang saham Bloomberg LP. Ia hanya memiliki dua buah pasang sepatu berwarna hitam selama sepuluh tahun. Michael memutuskan untuk tidak mengganti sepatu  karena hal tersebut menurutnya sebagai sebuah bentuk pemborosan. Ia berujar bahwa uang tidak seharusnya dihabiskan hanya untuk membeli barang yang tidak terlalu berguna. 

Senin, 27 Agustus 2018

Berkelana Dengan Yang Tertindas (Bukunya George Orwell ; Mereka Yang Tertindas)


Penulis yang bersungguh-sungguh umumnya lebih besar keakuan dan rasa bangga dirinya dibandingkan dengan wartawan kalau mereka tidak terlalu mementingkan uang.

Setiap buku akan menemukan pembacanya sendiri, itu yang saya pahami. Dan beberapa waktu lalu Mba Andi Fira menawarkan buku yang ia miliki dan beruntung saya mendapatkannya. Setidaknya memaksa saya untuk terus mau membaca dan bukunya George Orwell ini baru perdana saya baca dan juga baru tahu sosok beliau.

Sementara itu karya Penulis George Orwell yang lain adalah Animal Farm dan Nineteen Eighty Four. Mereka yang tertindas diberikan pengantar oleh Riris K. Toha Sarumpaet, ia  memberikan penegasan bahwa George adalah seorang esais. Tulisan yang George buat memadukan pengamatan dengan kenangan serta kritik sastra dan kritik sosial.

Setidaknya ada dua jenis penikmat karya George ini, pertama adalah mereka yang berorientasi pada sebuah kepercayaan bahwa membaca sesuatu itu haruslah diikuti atau lebih dulu didasari sesuatu yang dapat menyokong pemahaman, mereka ini menuntut adanya dasar pengetahuan mengenai kesusastraan Inggris agar paham karya George. Sementara yang kedua (yang ini orang-orang kayak saya) orang yang tak mau direpoti dengan segala "peraturan"  dan orang seperti ini bila ia mau dan bila ia merasakan perlu memahami sesuatu, bila ia merindukan jawaban atas sebuah pertanyaan yang ia sendiri pun belum tentu mengerti, maka boleh jadi orang seperti ini akan segers melahap dan menikmati tulisan George Orwell ini. 

Kamis, 23 Agustus 2018

Menikmati Bagian Kecil Dari Pertiwi di Sebuah Taman Mini.





Iyess, hari ini adalah hari baik, terutama bagi teman-teman muslim yang sedang merayakan Iedul Adha. Saya pribadi bersama keluarga mengucapkan Selamat Merayakan Iedul Adha 1439 H ya.  Penasaran, kira-kira kalian pada kurban apa ya? Sapi atau kambing. Jangan sampai kalian kurban perasaan apalagi mengurbankan si dia buat yang lain (hallah apa coba, kebanyakan mantengin medsos nich).

Ide kurban itu sendiri baik adanya, mau melakukan sesuatu untuk sesama. Kalau saya ngga salah, di Kristiani Nabi Abraham hendak mengurbankan anaknya Ishak sebagai wujudd kesetiaan beliau kepada Tuhannya  dan Tuhan melihat kesetiaan itu sehingga menggantikan dengan kambing/domba yang tetiba muncul disemak. Kalau ngga salah kisah di teman muslim juga serupa hanya beda penamaan Nabi Ibrahim dengan anaknya yang bernama Ismail (kalau ngga salah ya). But any way, bukan masalah agama itu yang akan kita bahas, Heloooo, bahas agama itu kompleks kali dan ngga enak aja kalau dibahas di muka umum dan melalui medsos.

Nah, Iedul Adha itu semangatnya adalah berkurban bagi sesama, bukan. Setidaknya dengan adanya  Hari Libur Iedul Adha saya mau mengajak keluarga kecil saya menikmati Pesona Indonesia melalui goresan kecil keindahan yang coba diwujudkan Taman Mini Indonesia Indah.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Ayo Rangkai Kata Dan Gugah Hati Pembacamu

Hongkong Cafe Tampak Depan

Iyesss... Akhirnya beberapa waktu kemarin sempat juga menghadiri sebuah acara gatheringnya para penulis. Iya para penulis muda dan handal,  meskipun saya bukan penulis yang muda dan handal juga tapi beruntung mendapatkan undangannya. Lumayan selain untuk menambah ilmu juga nambah teman baik didunia maya dan nyata.

Acaranya sendiri diadain di Hongkong Cafe samping Sarinah Thamrin, sekitaran Gereja Santa Theresia Jakarta Pusat. Kalau ngga ada acara blogger seperti inikan ngga tau juga ada Hongkong Cafe disekitaran Sarinah Thamrin.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Menginap 2 Malam di Bukit Tinggi (Guest House Asy-syifa)


Guest house Asy-Syifa

Yess, kesampaian juga pergi ke tanahnya urang minang, biasanya selama ini hanya dapat menikmati sajian makanannya saja. Itu pun masakan minang yang diolah oleh bukan orang-orang minang. Hello, sebagai penduduk kota Jakarta diuntungkan dengan macam-macam kuliner Nusantara meskipun yang mengolah bukan orang-orang asli suatu daerah tersebut. 

Dan beruntung disekitaran bulan Juli akhir 2018, saya dapat menjejakkan kaki ke tanah minang. Sebagai kota tempat dimana Bung Hatta lahir dan dibesarkan kota Padang kaya dengan pemandangan dan wisata alam. Yess, Padang sebagai tempatnya Bung Hatta dan juga beberapa mantan menteri menawarkan ragam keelokan wisata. Sebut saja beberapa lembah buatan alam yang kalau kalian menyaksikannya langsung pasti akan terkagum-kagum. Iya, teman seperjalanan saya kala itu, mba Dian, selalu menyebut Masya Allah, setiap kali melihat keelokan alam Padang. 

Jumat, 03 Agustus 2018

Keliling Buaran Mencari Rak Besi Untuk Buku Perpustakaan

Rak Besi yang dipajang untuk dijual.


Yah, namanya juga staf terkadang harus bisa menguasai beberapa hal atau setidaknya mau untuk ters belajar hal-hal baru. Bah... ada apa nich, baru di paragraph awal aja udah curhat. Engga ada-ada kok, malah sebenarnya sbagai kroco yang dipercaya atasan untuk melakukan beberapa hal diluar tugas dan tanggung jawab ada kebanggaan tersendiri, selain itu juga akan menambah wawasan dan pengalaman  yang sudah ada.

Seperti beberapa waktu lalu, ketika suasana kantor sedang sibuk-sibuknya memasuki persiapan Reformasi Birokrasi, ituloh program yang dijagokan oleh Menpan RB agar setiap instansi memilikinya.