Minggu, 27 Mei 2018

Sekarang Giliran Dinamonya Yang Rusak!!!




Blog saya jadikan catatan pengingat, iya pengingat untuk barang atau perabotan rumah yang saya gunakan, baik itu daya tahan, perawatan hingga rusaknya sebuah perangkat.

Selamat malam para pembaca blog yang setia (entah setia membaca blog saya atau setia  jalan-jalan mengunjungi blog-blog  yang ramai bertebaran didunia maya dan kebetulan mampir atau tersasar di blog saya). 

Beberapa blogger’s , aktif mengupdate blog baik yang merupakan sponsored post ataupun sekedar menumpahkan pengalaman. Yang menumpahkan pengalaman pribadi pun terbagi lagi ada yang sekedar menumpahkan pengalaman pribadi demi mengejar ranking blog agar tidak turun atau ada lagi yang demi membuat variasi agar blog lebih berwarna, tidak melulu isinya sponsored post. 

Yang manapun sah-sah saja menurut saya, ada yang memonitize blog demi secercah berlian ada lagi hanya demi remahan permata atau sebagian hanya sekedar mencari cindera mata.

Ngga jauh berbeda dengan blogger’s lain, harus saya akui menulis diblog selain menumpahkan pengalaman pribadi, syukur-syukur kalau ada agent yang tertarik dengan blog dan menawarkan kerjasama (amin). Tapi selain menumpahkan pengalaman pribadi, blog saya jadikan catatan pengingat, iya pengingat untuk barang atau perabotan rumah yang saya gunakan, baik itu daya tahan, perawatan hingga rusaknya sebuah perangkat.

Seperti mesin cuci yang saya gunakan ini, mereknya Denpoo dan sampai dengan tahun 2018 ini sudah hampir ke 3 kali mendapat perawatan. Helooo, namanya juga barang elektronik, ada yang rusak karena pemakaian ada juga yang rusak karena usia pakai atau ada yang rusak karena takdir (ngga diapa-apain tiba-tiba rusak aja). Nah untuk mesin cuci, awalnya kapasitor lalu lanjut ke gear box dan sekarang dinamo.

Dinamonya Rusak 
Yup, ngga ada pemicu yang jelas dan ngga ada tanda-tanda awal yang menyertai rusaknya dinamo pengering mesin cuci Denpoo. Tiba-tiba aja pengeringnya tidak berfungsi, karena mesin cuci Denpoo yang kami miliki adalah yang 2 tabung. Ketika pengeringnya tidak berfungsi tidak mengganggu fungsi lainnya yaitu mencuci. Sedikit menjengkelkan memang karena akan memakan waktu lebih lama dalam proses pengeringan karena rusaknya dinamo.

Dan saya memiliki langganan untuk mereparasi alat eletronik, sekaligus teman bertukar pikiran mengenai perangkat elektronik. Hanya saja kesibukannya sebagai karyawan membuat sulit untuk mengatur waktu datang ke rumah dan melakukan reparasi.


Sebelah Kiri Dinamo Baru lebih Kinclong 

Setidaknya butuh waktu 2 minggu mencari waktu yang pas, agar Pak Subur (begitu biasa dia disapa) datang kerumah dan tidak butuh waktu lama ia mendeteksi kerusakan dan memutuskan untuk membeli sebuah dinamo baru.

Harganya menurut saya untuk ukuran sebuah dinamo penggerak mesin pengering tidak tergolong mahal, hanya Rp. 180.000, -  kalau dibandingkan dengan kapasitor yang bentuknya lebih kecil dengan harga Rp. 185.000,- . Coba aja bandingkan sama dinamo penggerak untuk mobil tamiya (ituloh mobil kecil yang biasa digunakan untuk balapan disirkuit khusus, kecil dan lebih mahal).

Dan untuk ukuran pak subur, memasang kembali dinamo bukan perkara sulit. Sekitar 30 menit hingga 1 jam selesai sudah dipasang dinamo. Hanya saja kemarin ada kendala yang ia sendiri tidak menyadari dan sedikti membuang waktu kami. Kenapa?

Kabel Roll Gulung
Dinamo sudah terpasang, tapi kenapa masih tidak berfungsi? Cek kelistrikan semua normal, etapi sekarang malah mesin cuci keseluruhan yang tidak berfungsi. Dan kembali cek dan ricek urutan kabel, tidak ada yang salah. Sempat bingung salah dimana, sampai-sampai menyalahkan tikus nying-nying (sejenis tikus kecil biasa disebut juga curut sukanya makan kabel dan bikin korsleting listirk) yang masuk ke bagian atas, ada bekas gigitan tapi tidak sampai putus kabelnya, bukan karena tikus mesin cuci tidak berfungsi.

 

Rupanya kabel gulung yang bikin ulah, indikator lampu tetap  menyala yang menyatakan aliran listrik positif ada tapi negatifnya tidak terdeteksi, ketika kabel diganti, terjawab sudah permasalahannya, selain dinamo, aliran listrik dari kabel rol juga tidak stabil, ada bekas gigitan tikus didalam kabel rol.


Usulan Pak Subur, agar bagian belakang (dapur) dibuatkan MCB khusus untuk perangkat eletronik sehingga kalau terjadi korsleting listrik tidak semua bagian yang mati hanya bagian tertentu saja ditambah untuk mengurangi penggunaan kabel rol dengan kabel serabut sebaiknya gunakan kabel tembaga agar lebih awet dan  biasanya dibuat khusus, agak sulit kalau mau beli ditoko. 

Sepakat, MCB sudah ada, peralatan sudah siap. Dan waktu pun kembali menjadi sebuah persoalan.

“Yang penting sekarang mesin sudah berfungis normal pak”, demikian kata pa Subur, kan ngga ganggu untuk aktivitas sehari-hari sementara untuk MCBnya kita atur dilain waktu aja. \

Ok dech,  MCBnya kita atur dilain waktu, pak subur pun tidak terganggu dengan jam kerjanya sementara saya (lumayan bisa jadi bahan buat cerita berikutnya, haallllaaaah).


2 komentar:

  1. Memang masalah pertikusan ini benar-benar menguji kesabaran. Padahal sampah ya nggak kurang-kurang, masa kabel aja dikrikiti.

    Ditangkep susah, diracun nggak mau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. sepertinya kita menghadapi masalah yang sama ya mas prima

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih