Minggu, 22 April 2018

Menikmati RM. BPK Tambar Lihe (Kevin ke Gereja untuk pertama kalinya)

Suasana Gereja yang masih lengang

Untuk kaum ibu sepertinya ada pengecualian, sudah hadir di gereja membawa si kecil saja sudah luar biasa. Nah kaum bapak membantu semampunya, kalau tidak bisa membantu menenangkan sikecil setidaknya dengan membuat catatan selama khotbah yang nantinya bisa dibaca kembali buat si ibu dan anak sedikit menolong, bukan.

Bah,  udah lama ngga ngapa-ngapain nich, udah lama ngga isi blog, udah hampir 2 bulan juga ngga ke gereja. Akhirnya diputuskan hari ini tepat 2 bulan lewat 2 hari Kevin kami ajak ke gereja. Sekaligus catatan dalam blog ini adalah catatan pertama Kevin ke gereja. Biasanya juga postingan mengenai khotbah kristiani saya masukkan ke dalam blog yang lain. Khusus hari ini catatan khotbah saya tuliskan di blog korneliusginting.web.id.

Sebelumnya sempat bingung bagaimana mengajak anak usia 2 bulan 2 hari mengikuti sebuah kebaktian di gereja. Banyak pertanyaan bagaimana hinggap di kepala, mulai dari bagaimana kalau nangis ditengah kebaktian? Atau bagaimana kalau tidur sepanjang kebaktian (kalau yang ini sich ngga perlu khawatir ya)? Atau bagaimana nanti si anak beradaptasi dengan musik dan riuh rendah suara-suara yang ada.


Perdana bareng Kevin ke Gereja

Hmmm, kalau memikirkan itu semua dan demi mengetahui jawaban sebelum melakukannya pasti agak pusing juga sich, apalagi kalau ini adalah anak pertama dengan nol pengalaman. Tapi setiap hal pasti ada masa untuk pertama kali bukan, kalau bukan hari ini pasti akan ada dikemudian hari.  Yah, kalau tidak sekarang pasti akan dimulai dilain hari. Dan semoga hari ini tidak terlalu cepat atau terlalu lambat juga untuk dibawa mengikuti kebaktian.  

Beruntung kakak kami mau mendampingi kami selama kebaktian (minimal ada tambahan tenaga personil tambahan kalau-kalau Kevin nanti ngga nyaman)
Beberapa hal yang kami lakukan sebelum kebaktian.
  • Kevin dibasuh yang membuat dirinya terasa segar dan membuatnya bersemangat (setidaknya untuk beberapa saat).
  • Beri makan sebelum kebaktian, bukannkan perut yang terisi kenyang akan menambah rasa nyaman
  • Berikutnya pilih jam kebaktian yang tidak terlalu penuh dengan jemaat, setidaknya untuk mengurangi keriuhan dan memudahkan mobilisasi untuk keluar masuk kebaktian jika Kevin merasa tidak nyaman.
  • Banyak-banyak berdoa sebelum dan sepanjang kebaktian supaya anak merasa nyaman sepanjang kebaktian.

Asik Tidur sembari kebaktian

Jreng, tahap 1 dan 2 sudah dilalui dan bersahabat untuk dilakukan anak usia 2 bulan. Dan kebetulan kami memilih kebaktian pertama yaitu jam 07.00 pagi lumayan jemaat yang hadir cukup penuh tapi tidak sampai “membludak”, biasanya di kebaktian berikutnya yang padat. 

Nah untuk yang ke 4 ini juga sudah dilakukan, tapi terkadang kalau jawaban dari doanya tidak sesuai jangan kecewa dulu. Sebab pastinya untuk anak usia 2 bulan hingga 1 tahun yang dibawa kebaktian (setidaknya begitu yang saya amati) akan mengalami sebuah keadaan yang tidak nyaman (rewel) tapi itu bisa disiasati dengan cara-cara tertentu. Yang lazim digunakan ibu-ibu memberikan asupan makanan hingga digendong bahkan dibebat dengan bedong hingga keluar masuk ruang kebaktian sesuai kebutuhan (kalau si anak nangis maka keluar ruangan kalau sudah anteng masuk lagi) maka tidak heran juga sich kalau banyak ibu-ibu sambil gendong dan goyang-goyang anaknya diluar ruang kebaktian.



Digereja disempatin selfie :) 

Ok, itu tadi pengalaman sepanjang persiapan kebaktian, yang penting dalam kebaktian adalah mendengarkan khotbah dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi untuk kaum ibu sepertinya ada pengecualian, sudah hadir di gereja membawa si kecil saja sudah luar biasa. Nah kaum bapak membantu semampunya, kalau tidak bisa membantu menenangkan sikecil setidaknya dengan membuat catatan selama khotbah yang nantinya bisa dibaca kembali buat si ibu dan anak sedikit menolong, bukan.

Berikut catatan khotbah.
Minggu ini masuk minggu Jubilate, bersukacitalah manusia di seluruh bumi. Apa yang dimaksud dengan Jubilate atau apa yang dimaksud dengan sukacita?

Beragam alasan jemaat ke gereja, ada yang karena memiliki harapan dan doa yang belum kesampaian atau ada juga karena khotbahnya atau ada yang ikutan paduan suara. Satu hal yang menjadi persamaan kita ke gereja adalah karena kita sama-sama orang berdosa yang telah ditebus.


Pemberitaan Injil sedari awal, (zaman kristen mula-mula) mengalami banyak pertentangan dan pergumulan, pun yang dialami Paulus. Bahwa dimana ada pertentangan dan pergumulan disanalah Roh Tuhan hadir. Kekristenan diragukan ketika jemaat berada di zona nyaman karena akan menjadi suam-suam kuku.

Bahkan di Eropa, Jerman dan Belanda, Gereja sudah banyak tutup dan berubah menjadi gedung Bioskop, gedung Opera bahkan Pub atau Cafe. Disitulah terjadi krisis iman ketika kekristenan sudah berada di zona nyaman.

Perjalanan hidup iman orang percaya tidak lepas dari pergumulan bahkan pergumulan gereja. Semakin tidak ada pergumulan maka iman akan menjadi suam-suam kuku. Ketika gereja berdiri semakin megah biasanya berbanding terbalik dengan pertumbuhan iman. 

Ketika kita berada dalam pergumulan biasanya kita akan ingat akan Tuhan. 

Pendeta berbagi cerita sedikit, ada jalan tol di Medan dan  beberapa bagian di pasang banyak polisi tidur (semacam garis kejut), awalnya bingung kenapa juga dipasang polisi tidur ditengah jalan tol dan menganggu kenyamanan, tapi apa jawab sopirnya, kalau tidak ada polisi tidur sering terjadi kecelakaan. 

Karena jalan tol yang nyaman sering terjadi kecelakaan tapi ketika dipasang polisi tidur akan membuat keadaan sedikit tidak nyaman dan meningkatkan kewaspadaan sehingga tetap aman. Bahkan sopir pun menyadari bahwa kecelakaan sering terjadi di jalan yang lurus dan nyaman bukan di jalan bergelombang dan tidak nyaman

Intinya adalah terkadang beberapa peristiwa yang hadir sudah seharusnya membuat kita bersyukur meskipun awalnya kita seringkali jengkel dibuatnya.

Sudut pandang yang berbeda dapat menimbulkan arah yang berbeda. 

Menikmati BPK Tambar Lihe, Depok
Selesai dengan kebaktian di HKBP Poltangan, Pasar Minggu. Kami diajak makan siang sekaligus mencicipi makanan BPK (B2 Panggang Karo) dan makanan ini sangat tidak disarankan untuk teman-teman muslim ya.

BPK Tambar Lihe 

Lokasi rumah makan BPK Tambar Lihe berada di Jalan Juanda Depok (biasa dikenal dengan sebutan jalan baru) kalau dari jalan tol CIJAGO lepas tol dan lampu merah langsung nyebrang ke jalan Juanda atau jalan baru, lokasi langsung persis setelah lampu merah (kalau tidak diperhatikan suka telewat) sementara dari arah Depok masuk jalan Juanda terus sampai mentok lampu merah Jalan Raya Bogor putar balik dan langsung ambil kiri disitulah BPK Tambar Liher berada.  

Menurut beberapa teman dan rekan yang sudah mencicipi BPK disini, katanya memiliki rasa yang “diatas rata-rata” bahkan sekelas Ola Kisat dan Tesalonika (RM BPK terkenal di sekitaran Padang Bulan Medan) masih kalah.

Tampilan BPK Tambar Lihe

Pengalaman saya menikmati BPK-nya itu, ah biasa aja juga sich (mungkin karena saya bukan pecinta BPK murni kali ya) kalau soal rasa memang rasa gurih dan asin lebih terasa di BPKnya. Hanya saja selain lokasi yang tidak terlihat jelas (atau memang sengaja dibuat tidak terlihat jelas kali ya) sedikit kesulitan menemukannya dan keadaan tempatnya sendiri yang masih berbentuk sopo-sopo. 

Jangan harap ada pendingin udara atau ruangan bebas asap rokok. Yang ada itu sebuah ruangan terbuka dengan bau-bau udara sekitar yang masuk bebas ke indera penciuman kita, ruangan panas karena memang lagi musim panas juga kali.

Suasana BPK Tambar Lihe 

Memang dari cerita para kerabat yang pernah mampir, di BPK Tambar Lihe ini spesialisasi dirasanya dan memang ada ragam pilihan selain BPK, ada Mie Goreng, Bihun Goreng, Kwetiau Goreng dan semuanya ini mengandung unsur B2 ya. Untuk harga yang ditawarkan bersaing, tidak terbilang mahal dan ngga murah-murah banget juga, BPK Tambar Lihe juga menerima pesanan untuk acara arisan, kawinan dan lainnya.

Dan untuk hari Minggu, Libur dan Akhir Pekan agak lebih ramai dikunjungi ketimbang hari biasa.

So, kamu-kamu yang B2 Lovers, sudah pernah menjajal BPK Tambar Lihe. 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih