Selasa, 23 Januari 2018

Jakarta di goyang gempa.


Gempa yang berpusat di Banten Lebak, merusak beberapa rumah dan infrastruktur, info dari running text sekitar 200 rumah rusak berat. Dan info dari BMKG sendiri gempa susulan sudah terjadi sebanyak 20 kali dengan intensitas skala yang lebih kecil.

Sekitaran Cikini akhir-akhir cuaca tidak menentu, kadang pagi panas terik, siangnya hujan atau terjadi sebaliknya. Tapi pagi tadi, Selasa 23 Januari 2018 tidak ada yang aneh hampir se-normal hari-hari sebelumnya,

Hanya saja siangnya, sekitaran Jakarta digoyang gempa, tidak lama setelah gempa berlangsung, informasi dari BMKG beredar cepat menginformasikan pusat gempa yang terletak di Lebak Banten dengan kekuatan 6,1 Skala Richter. Medsos langsung ramai dengan informasi mengenai gempa yang terjadi.

Sementara gempa yang berlangsung singkat tidak lebih dari 2 menit (dugaan saya) memiliki berbagai macam versi cerita.

***
Seorang teman yang sedang asyik mengarsipkan berkas-berkas penting, sedikit aneh melihat lemari arsip bergoyang-goyang seolah-olah ada yang menggerakan. Tapi pada saat itu ia masih berasumsi hanya teman lain yang usil dan jail sedang menggodanya. Sampai ia sendiri berusaha menggoyangkan dengan pinggangnya dan baru sadar, lemarinya lumayan berat untuk bisa digoyangkan. Dan melihat lemarin lain masih  bergoyang, ia mencoba keluar dari ruang arsip dan bertanya kepada rekan lain mengapa kantor kosong, "gempa," sahut rekan tadi, buru-buru mereka keluar tunggang langgang.

Medsos langusn

Sementara saya kebetulan sedang dilantai 2 lepas makan siang dan berbincang dengan rekan, menyadari ada bunyi “grek” dan merasa lantai bergoyang. Tapi waktu kami berbincang ngga begitu “ngeh” kalau itu gempa. Sampai benar-benar bergoyang dan yakin itu gempa ditambah  ada rekan lain yang berteriak, gempa-gempa. Satu lantai terlihat panik dan berusaha lari turun melewati tangga. Goyangan memang terasa beberapa detik lamanya. Sempat juga saya berteriak agar lari-nya tenang tidak panik. Kebayangkan kalau semua lari ke arah yang sama dan rebutan pintu keluar.

Sesampainya diluar gedung, sudah ramai orang dijalan raya, orang-orang di gedung-gedung sekitaran Cikini juga sudah pada keluar dari gedung dan menceritakan hal yang sama. Setidaknya butuh waktu hampir 30 menit memastikan gempa tidak ada lagi, semua staf baru satu persatu berani kembali ke ruangan.

Gempa yang berpusat di Banten Lebak, merusak beberapa rumah dan infrastruktur, info dari running text sekitar 200 rumah rusak berat (sepertinya akan bertambah). Dan info dari BMKG sendiri gempa susulan sudah terjadi sebanyak 20 kali dengan intensitas skala yang lebih kecil.

meme akibat gempa di medsos

Tapi beberapa jam setelah gempa berlalu, sore harinya, namanya orang Indonesia kan pada kreatif-kreatif ya, mulai dari meme-meme lucu sampai berita hoax ramai beredar. Ada yang mengabarkan akan ada gempa susulan lebih besar, yang lain menanggapi “kalau gempa bukannya ngga bisa diprediksi ya”. Atau ada juga koment, kalau gempa susulan lebih besar itu namanya gempa tandingan. Ada juga meme patung pancuran yang jatuh akibat gempa.

Seperti video dibawah ini yang juga hoax bukan akibat gempa tapi badai di laut beberapa waktu lalu.



Yah, kita doakan semoga Tuhan masih melindungi Bumi Pertiwi Indonesia dan untuk warga yang terkena dampak gempa langsung dapat segera memperbaiki kerusakan dan menata hidupnya kembali. Dan untuk kita yang hanya terkena dampaknya, berempatilah sedikit setidaknya dengan tidak menyebarkan berita hoax yang tidak benar mengenai gempa yang terjadi.


Selamat malam.....
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih