Selasa, 14 November 2017

PengadilanTinggi TUN Jakarta Bersiap Untuk Akreditasi

Ketua & Wakil Ketua PTTUN Jakarta 



Ruang Sidang sudah dipenuhi oleh Pegawai sedari pukul 09.30 WIB. Pak Wakil Ketua DR. Kadar Slamet, SH, MHum langsung saja  membuka Rapat Bulanan, dan memang sudah menjadi agenda rutin untuk dilakukan setiap bulannya.  Dilanjutkan sedikit arahan singkat dari Pak Ketua DR. Istiwibowo, SH, MH. 

Tanpa berpanjang lebar Ketua langsung menegaskan bahwa ISO 2008 benar memang sudah ditangan. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dan Surabaya sendiri sudah ISO tapi sudah dengan versi yang terbaru yaitu Tahun 2015. Beda antara 2008 dan 2015 terletak di bagian Manajemen Resiko. ISO 2015 sudah lebih up date dibanding 2008. 

Peradilan Sendiri sudah mulai bergeser dari ISO ke Akreditasi, karena ISO bergantung pada vendor dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berbeda dengan Akreditasi. 

TUV NORD yang mendampingi selama ini dan diputuskan tidak lagi menggunakan ISO tetapi Akreditasi. Dan tetap dibutuhkan pendampingan untuk  mendapatkan Akreditasi. 

Dalam akreditasi ini juga pastinya melibatkan kerjakeras seluruh staf dan Pejabat jajaran PTTUN Jakarta. Setelah pendampingan selesai maka akan kita undang Dirjen untuk melakukan Pemeriksaan Akreditasi.  Harapannya dengan Akreditasi kita akan dapat memberikan pelayanan lebih baik bagi para pencari keadilan. 

Biayanya sendiri sedang disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan satuan kerja.

Pak Sekretaris, Akhmad Sefudin, SH, MH memberikan masukkan (Sumbang Saran) agar mengundang pihak Dirjen dan meminta agar pihak Dirjen sendiri yang melakukan pendampingan hingga proses Akreditasi selesai. Mengingat yang memberikan Akreditasi adalah  Dirjen sendiri.

***
7 Area Good Excellence ini goal yang hendak dicapai. Dan memang untuk mencapai ini kita perlu mentor yang sifatnya independent agar lebih percaya diri. Pak Ketua dan Wakil memberikan tanggapan atas saran dari Sekretaris TUN. 

Nah kehadiran kita dalam rapat ini adalah membahas itu? Mana yang sepakat akan kita lakukan dan sumber daya apa yang diperlukan?

Salah satu Hakim Tinggi Pak Dilmar Tatawi, SH memberikan saran berdasarkan pengalaman beliau memimpin, gagasan Ketua mengenai Akreditasi ini yang kita rapatkan dan harus kita dukung dengan sepenuh hati? Kalau sudah komitmen langkah yang diambil bagaimana langkah kedepan yang akan diambil? 

Sementara yang lainnya Pa Syamsir  Alam, SH, MHum menambahkan, yang tidak bisa kita lawan adalah orangtua, guru dan pimpinan.  Sudah sewajarnya ide Akreditasi ini didukung. Beliau juga menuturkan agar saling asah, asih dan asuh sehingga memunculkan rasa "Self Belonging" yang tinggi. 

Suasana Rapat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta 

Pa Ketua juga menjawab bahwa dukungan warga PTTUN  sudah solid sedari awal terlihat dari keberhasilan meraih ISO terdahulu. Beliau juga menambahkan bahwa estimasi sementara waktu selesai adalah bulan Januari 2018. 
Masukan dari salah satu Hakim Pak Boy Mirwadi, SH agar kita meminta masukkan dari PTUN Serang, sebab PTUN Serang sendiri sudah memiliki Tim Khusus untuk mendapatkan Akreditasi dan sudah terbukti berhasil

Pak wakil yang juga selaku Moderator memberikan resumenya, bahwa kita PTTUN sudah sepakat sedari awal untuk mendukung Akreditasi yang juga merupakan kebijakan wajib dari MARI sendiri. Dan sudah sewajarnya kita memiliki komitmen penuh untuk mensukseskan Akreditasi ini. Dan nanti dari pihak pendamping sendiri akan mengajukan proposal mengenai detil Akreditasi (ini akan dibahas nanti setelah rapat ini).

Ilustrasi (Dok Pri)

Kedispilinan Kerja
Lepas membicarakan Akreditasi, pembahasan beralih mengenai Kedisplinan Pimpinan dan Pegawai sesuai dengan PERMA  7,8 dan 9.

Faktanya akhir-akhir ini kedisplinan agak sedikit kendur dalam memberikan pelayanan terhadap pencari keadilan. 

Masukkan dari Pak Dilmar  Tatawi, SH berdasarkan pengalaman di PTTUN Surabaya pegawai yang sering terlambat dan pulang cepat dengan alasan yang tidak jelas sangsi yang diberikan adalah namanya di pajang sehingga menimbulkan efek jera. Tapi tetap juga dilakukan pendekatan personal kepada pegawai yang sering terlambat, setidaknya dengan mengajak ngobrol dan mencari tahu dimana kendalanya. 

Sementara juga Bu Risma Sidabutar, SH dari Panitera Pengganti memberi masukkan agar mesin absen  jam yang tercantum itu kedua-duanya sama. Tidak ada perbedaan waktu antara mesin satu dengan lainnya.

Pak Ketua juga kembali menambahkan agar kerapihan masing-masing penampilan pegawai ditingkatkan. Seperti sepatu hitam ketika upacara berlangsung. 

"Sementara Pak Wakil juga menambahkan agar kedisplinan dan keberadaan pegawai dipertegas kembali. Harus selalu ada diruangan ketika jam kerja berlangsung. Sehingga memudahkan ketika ada pekerjaan yang mendesak dan harus ditangani sesegera mungkin".


Terakhir selaku Moderator pa wakil menutup dengan menyampaikan keseluruhan isi rapat mulai Akreditasi, Absensi mesin, juga untuk bagian Sekretariatan agar menampakkan performa Peradilan yang bersih dengan berbenah.

Dan semua hasil rapat ini tertulis dan akan dievaluasi lagi dibulan berikutnya. 

Maju Terus Peradilan Indonesia, Khususnya Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih