Rabu, 18 Oktober 2017

Asuransikan Kendaraanmu dengan RaksaOnline


Kantor RaksaOnline 


Tapi saya rasa untuk datang langsung ke kantornya dan merasakan langsung pengalaman dengan RaksaOnline sebuah tantangan tersendiri (sebagai blogger gituloh).

Jakarta kalau pagi itu beberapa wilayah masih lengang, dan ini kali entah kunjungan ke berapa saya ke Gedung RaksaOnline. Tapi yang pasti ini adalah yang perdana berkunjung bareng Kelas Blogger. Selalu ada kesan positif ketika mengunjungi kantor RaksaOnline.

Yup, beruntungnya kali ini kelas blogger mengandeng Raksaonline mengedukasi siswanya tentang pentingnya memiliki asuransi kendaraan. Namanya dijalan, banyak kejadian yang tidak disangka-sangka. Kalau ngga ditabrak ya nabrak. Dan ngga enak banget kalau sudah kejadian yang ada hanya otot-ototan adu argumentasi siapa benar dan siapa salah. Dengan memiliki asuransi berarti kita sudah mengalihkan resiko kendaraan yang sudah kita miliki.

Belajar dari Pengalaman Pribadi.
Sopir taksi itu masih beruntung hanya menabrak bagian belakang kendaraan yang saya naiki, rusak memang tapi tidak memakan korban jiwa hanya kerugian materiil yang butuh penggantian saja. Dan untungnya lagi (namanya orang Indonesia selalu saja ada untungnya) saya memiliki asuransi untuk kendaraan yang saya naiki.

Selasa, 17 Oktober 2017

Bukan Generasi Sembarangan (My Generation The Movie)



Kita hidup dimasa yang dimana seharusnya rasa saling menghargai sudah semakin tinggi, baik sebagai orangtua maupun anak. Segala keputusan yang sudah sepakat diambil baiknya tetap dijaga kebaikannya. Mengenai masa depan siapa yang mengetahui, tetapi menikmati kebersamaan saat ini adalah sebuah anugerah tersendiri.

Linimasa akhir – akhir ini ramai sekali dengan kehadiran salah satu film karya anak bangsa yang akan mucul awal Nopember nanti. Nah bicara mengenai film karya anak bangsa, sudah sewajarnya kalau ada waktu kita saksikan bersama teman, keluarga dan kerabat. Hmm, pastinya ini akan menjadi perdebatan, lah ngapain juga menyaksikan film karya anak bangsa yang kualitasnya belum jelas. Dan memang kalau kalian hendak datang hanya untuk mencari kekurangan dari sebuah film ada aja dan siap-siap akan kecewa.

Sementara saya sendiri beberapa kali menyaksikan karya anak bangsa, dan betul memang ada kecewa untuk beberapa film yang tidak sesuai ekspectasi (terutama untuk film yang bukan genre saya, horor ngga jelas gitu) tapi tetap saja saya enggan mengomentari terlalu jauh. Setidaknya dengan tidak banyak berkomentar saya menunjukkan apresiasi besar saya terhadap karya anak bangsa.

Pun sama dengan film My Generation yang akan tayang Nopember nanti, cek hastagnya saja #MygenerationFilm #FilmMyGeneration #NungguFilmMyGeneration banyak informasi yang bisa kalian temukan disana. Dan sukses membuat saya penasaran untuk turut menantikan dan menyaksikannya.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Menapaki Kisah Hidup Ray (Buku : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu)




Kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi, tidak perduli seluruh isi langit bumi bersekutu menggagalkan. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi, tidak perduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melaksanakannya.

Setiap buku apapun menceritakan hal berbeda, meninggalkan setiap kenangan akan pengalaman setelah membacanya. Demikian juga setelah membaca Rembulan tenggelam diwajahmu. Sekilas memang dari judulnya agak sedikit “dangdut” gimana gitu (sambil cengir-cengir sendiri inget lagunya Caca Handika yang judulnya Rembulan bersinar lagi.... ).

Tapi terlepas dari judulnya yang menurut saya tidak ear cathing, tetap saja saya memutuskan untuk menjadikannya salah satu koleksi buku perpustakaan pribadi. Dan benar saja, meskipun judulnya sederhana  buku Rembulan Tenggelam d Wajahmu sudah masuk Cetakan ke 33 tepat bulan juni 2017 lalu. Cetakan pertaman sendiri itu 1 Februari 2009. Memang si Tere Liye ini kalau bikin buku kebanyakan ngehits, beberapa yang telah saya baca dan rangkumkan, kalau menurut saya pribadi beliau (tere liye) kaya dalam meramu sebuah rangkaian cerita namun tetap sederhana menyampaikannya kedalam kata-kata.

Untuk buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu saya dapatkan ketika mengunjungi Pameran IIBF 2017 lalu, secara sering ke Toko Buku “G” ngga pernah liat buku yang satu ini. Baru kemarin buku terbitan Republika Publishing ini menyasar mata. Tidak penasaran awalnya dengan tampilan warna sampul yang merah sederhana dan judul yang alakadar-nya, setelah membaca sebagian, penasaran dan memutuskan untuk membelinya dan menuntaskannya.