Selasa, 15 Agustus 2017

Menikmati Lukisan Istana Negara di Galeri Nasional Jakarta.

Komunitas Blogger 

SENANDUNG IBU PERTIWI, TANAH AIR INDONESIA. Yup, Ibu Pertiwi mencoba bersenandung akan keindahan dan kekayaan Bumi Indonesia dalam rupa lukisan. Terlalu banyak untuk disenandungkan, tapi nikmati bagian kecilnya di Galeri Nasional, Jakarta.

Sebagai seorang blogger bergabung dengan komunitas tertentu akan sangat menyenangkan dan membantu dalam hal berbagi informasi acara. Pun demikian dengan beberapa waktu lalu, notifikasi email memberitahukan bahwasannya saya terpilih sebagai salah satu blogger yang beruntung untuk di ajak berkeliling Galeri Nasional. Acara yang di gagas oleh Jadi Mandiri ini mencoba mengajak Blogger untuk lebih dekat dengan koleksi lukisan Istana.

Lah secara setiap hari selalu lewat Galeri Nasional, tapi belum pernah masuk kesana dan mengetahui aktivitas apa saja yang ada disana. Berbekal undangan ditangan, dengan beberapa blogger senior lainnya kami di pandu untuk mengelilingi Galeri Nasional.
Galeri Nasional 
Lokasi Galeri Nasional yang strategis mudah untuk dijangkau, banyak transportasi menuju ke sana, salah satunya Transjakarta dan turun sekitaran Gambir, atau untuk moda transportasi KRL turun di stasiun Gondangdia ataupun Juanda lalu lanjut dengan tranportasi on line lain.

Atau untuk yang membawa kendaraan roda dua dan empat, Galeri Nasional juga menyediakan lahan parkir yang cukup luas kala hari biasa dan akan penuh sesak jika hari libur atau pada event tertentu. Setidaknya lokasi parkir dapat menampung hingga 1000 kendaraan roda dua sementara untuk roda empat mampu menampung ratusan.

Pasti beberapa ada yang bertanya-tanya, berapa harga tiket untuk masuk ke Galeri Nasional? Nah itu dia menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 72, Galeri Nasional dibuka untuk umum dan gratis menikmati beberapa lukisan yang biasa tepajang di Istana kali ini ditampilkan untuk konsumsi publik.



Beberapa koleksi diambil dari Istana Negara Jakarta, Bogor, Istana Cipanas, Istana Tampaksiring di Bali dan Istana Gedung Agung di Yogyakarta. Jadi meskipun saya belum punya pengalaman masuk kedalam salah satu istana-nya Presiden setidaknya dengan melihat koleksi lukisan yang dipajang saja cukup untuk sementara ini.

Pengunjung yang asyik dengan Lukisan Jika Tuhan Murka (Basoeki Abdulah)

Nah untuk ketika berkunjung ke Galeri Nasional, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Setidaknya barang yang dapat dibawa masuk ke dalam Galeri Nasional itu hanya dompet dan smart phone (dengan catatan selama didalam lampu flash tidak boleh digunakan) selebihnya barang yang dibawa dapat dititip di tempat yang sudah disediakan.  Bahkan Ballpoin atau pensil yang ada disaku pun kalau petugasnya melihat akan disarankan untuk dititip saja. Untuk hal ini saya juga maklum mengingat lukisan ini usianya sudah tidak muda lagi dan untuk menghindari tangan- tangan jahil.

***
Setidaknya ada 48 karya dari 41 perupa yang dipamerkan dan satu sama lain memiliki irisan tematik, Keragaman Alam, Dinamika Keseharian, Tradisi dan Identitas serta Khidmat dalam kepercayaan dan Iman. Seperti sebuah Mozaik yang saling membagi ruang warna-warni, sehingga terwujud komposisi dan harmoni : SENANDUNG IBU PERTIWI, TANAH AIR INDONESIA.


Ibu pertiwi adalah pusaran kebaikan dimana pelbagai harapan dan kedamaian ditambatkan dari dulu hingga saat ini. Sifat-sifat mulia yang ada padanya, merangkul segala yang jauh dan mendekatkan yang porak, merupakan upaya yang tak henti-henti member ruang keadilan bagi semua. Ada perbedaan dalam pelbagai hal dan oleh sebab itu diangkatnya kesepakatan untuk saling memahami satu dengan lainnya.

Pameran yang di gelar di Galeri Nasional ini adalah gambaran dari Ibu Pertiwi sebagai “Tanah Air” tempat lahirnya sebuah identitas disatu sisi dan disisi lain “Kekuatan Alam” yang membentuk cara pandang dan masyarakat terhadap pelbagai hal dalam kehidupannya. Lukisan yang ditampilkan Galeri Nasional setidaknya menggali dan juga merupakan representasi dari fenomena yang ada.
Setidaknya untuk beberapa waktu ke depan Agenda di Galeri Nasional sudah dipenuhi untuk kegiatan sebagai berikut :

  • 1.      Diskusi Para Pakar  : Menjaga Ibu Pertiwi 19 Agustus 2017
  • 2.      Lomba Lukis Kolektif tingkat Nasional 26 Agustus 2017
  • 3.      Workshop Menjadi Apresiator seni terhebat sejabotabek.

Sementara untuk Tur Galeri dibuka setiap sabtu dan minggu mulai pukul 10.00-20.00 WIB
GALERI NASIONAL INDONESIA, JL. Medan Merdeka Timur No 14 Jakarta Pusat 10110

***
Melihat lukisan yang ditampilkan saya berdecak kagum dalam hati, kualitas yang diciptakan pada saat itu sudah setara dengan lukisan hasil print menggunakan teknologi canggih saat ini. Jadi sebelum guide menjelaskan lukisan dan detilnya saya berasumsi sedikit, bagaimana melihat keaslian sebuah lukisan dengan detil yang kuat seperti yang ditampilkan. Bahkan di bagian depan gedung ada salah satu lukisan Basuki Abdulah tentang keindahan alam Flores padahal pada saat lukisan itu dibuat dan selesai sang maestro kanvas itu belum pernah sekalipun mengunjungi Flores (anehkan). Beliau hanya meluki berdasarkan cerita dan rasa yang singgah dibenaknya.

Lukisan yang ditampilkan di Galeri Nasional


Atau ada lagi di sisi lain lukisan wanita yang akrab di benak kita (saya tepatnya) dengan dunia mistik, wanita dengan latar belakang laut selatan dengan gaun hijaunya. Padahal niat awalnya tidak terlintas untuk membuat itu menjadi klenik atau berbau mistik. Hanya penggambaran wanita modern pada saat itu saja. Tapi berjalannya waktu sehingga mengalami pergeseran makna dan semakin membuat lukisan itu berkesan.

Tenang, saya juga sempat merasa bosan kalau hanya melihat lukisan saja, secara mata yang tidak terbiasa dengan detil lukisan pasti akan mudah bosan. Uniknya disetiap lukisan selain ditampilkan nama pelukisnya ada juga penjelasan singkat mengenai lukisan yang ditampilkan. Bahkan  di bagian tengah saya merasa di ajak kembali ke masa awa-awal kemerdekaan dengan potongan koran jaman dulu.



Puas menikmati Lukisan Galeri Nasional masih diarea yang sama, ada juga pameran dari kayu yang dibuat sedemikian unik membentuk peralatan yang biasa kita gunakan.

Pameran Kayu 

Pengalaman yang saya alami langsung berkunjung ke Galeri Nasional adalah melatih rasa mata untuk keindahan yang tersaji, berbeda melihat langsung dengan melihat di komputer atau di media lainnya. Meskipun tidak boleh menyetuh lukisan tetap saja rasanya puas melihat karya para maestro beraksi diatas kanvasnya.

Nah mau tau lebih lanjut detilnya, baiknya kalian datang juga nikmati setiap rasa yang ditampilkan.






Berikut Galeri Nasional dalam tangkapan kamera saya #GalnasYuk

Id Penitipan Barang  + Brosur Galeri Nasional 

Pengunjung yang asyik mengabadikan gambar yang ditampilkan 

Menikmati setiap Detil Lukisan yang ditampilkan

Asal Muasal KEBAYA 

Linimasa Galeri Nasional 

MITOLOGI-nya Basoeki Abdullah 

Lukisan MURAL di bagian samping Galeri Nasional 

Peran serta  Presiden RI 

Peran Serta Presiden RI 


22 komentar:

  1. Hmm baru tau saya klo bung Karno itu jago lukis,, Dan bisa Liat lsg lukisan nyi rorokidul

    BalasHapus
  2. ini pertama kalinya saya ke Galeri Nasional. Tempatnya nyaman buat menikmati karya seni. Asik buat menghabiskan akhir pekan di Jakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocok buat bawa keluarga mengenal koleksi lukisan istana

      Hapus
  3. Baru tau jg aku klo di istana negara ada pameran lukisan gini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan di istana negaranya mba. Tapi lukisan koleksi istana negara yg dipamerkan

      Hapus
  4. sering lewat tapi baru kali ini masuk dan paling parahnya datang telat, wkwkwkwkwkw Lae....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah..biasalah lae..lewatnya sering ngga tau kalau kalau dibuka untuk umum..sekali dibuka ada aja yg bikin telat datang :)

      Hapus
  5. tempat yg menyenangkan buat belajar sejarah dan menikmati seni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat dengan mas priyoga..memang pas buat belajar sejarah dan seni

      Hapus
  6. Melatih rasa juga, pelan-pelan biar jadi peka ooh lukisan indah seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas... sekalian melatih rasa untuk mengetahui lukisan yang indah dan bagus

      Hapus
  7. Tema yg diangkat bnr2 nasionalis bgt mewakili keragaman bumi pertiwi, Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena momennya bertepatan juga dengan perayaan HUT RI jd yang dipilih memang yg Nasionalis ya mba sithie

      Hapus
  8. Berarti setiap akhir pekan masih bisa menikmati aneka lukisan ini, kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau akhir pekan mungkin ada pameran lukisan tapi tidak lukisan istana kepresidenan mba keke

      Hapus
  9. wisata edukasi yang harus dikunjungi saat ke Jakarta nih. Semoga bisa berkunjung kesana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya doakan semoga kesampain mas adi :)

      Hapus
  10. Jadi penasaran. Pengen ke sini juga suatu saat nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya doakan semoga penasaran segera terwujud mba mugniar :)

      Hapus
  11. Halo, Bang Ginting, pa kabar? Salam kenal yach. Aku suka banget deh background foto abang dan teman2 di depan lukisan mural. Keren! Oh ya, masa pensil maupun pulpen ga boleh dibawa masuk juga ke dlaam galeri ya? Hmm..cuma dompet dan HP itu pun ga boleh pakai flash. Sip2, anak2ku hobi melukis. Kapan2 mau aku ajak ke sini ah. Tks infonya mantap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabar baik mba nurul..salam kenal kembali... muralnya memang bagus ya untuk dijadikan beckground...dan memang pensil dan pulpen tidak boleh dibawa masuk..yah mungkin untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan... yup cocok sekali ajak anak yg memang hobi lukis

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih