Rabu, 26 Juli 2017

3 Jam merajut rasa kekeluargaan dan kebersamaan (Outbound ringan @ HuluCai)


Kalau sudah mulai panas sedikit, inovasi dilakukan dengan gerakan yang berbeda dengan teman sisi kiri dan kanan. Hingga berujung di sebuah games ringan telapak tangan kanan diharuskan menangkap jari telunjuk teman sebelah kanan pada saat yang bersamaan telunjuk tangan kiri harus menghindari tangkapan dari teman sebelah kiri.

Seumur-umur baru kali ini merasakan outbound bareng  rekan kerja. Iya, sebab outboundnya sendiri merupakan acara sisipan dari acara lainnya.  Dan bukan perkara mudah mengumpulkan hampir 50 orang pegawai untuk meluangkan waktu bersama selain untuk keperluan rutinitas sehari-hari perkantoran.

Mengambil lokasi yang tidak jauh dari Jakarta, setidaknya membutuhkan waktu (kalau tidak terjebak macet) 1,5 jam, jauh lebih cepat ketimbang waktu tempuh bekasi-jakarta via tol jakarta Cikampek. Hulu Cai Outbound nama tempatnya. Untuk luas areanya sendiri menurut pengakuan salah satu fasilitator outbound kurang lebih 25 hektare. Bukan main luas tempatnya.


Untuk menuju lokasinya sendiri tidaklah sulit, selain sudah terdata oleh mbah google. Kalau dari Jakarta dapat melalui Gadog lalu putar balik atau melalui jalur alternatif puncak (Pasar Ciawi) menuju pertigaan arah Tapos. Ambil kanan (kalau kalian menemui warung Bakso Seuseupan, tandanya sudah benar) lalu ikuti marka jalan atau tanya penduduk sekitar sudah pada tahu kok lokasinya.

Memang untuk wisata alam, puncak menawarkan berbagai macam fasilitasnya, salah satunya outbound ini atau kalau kalian suka dengan wisata air, ambil arah sukabumi atau ke atas pasar ciawi disana bisa bermain-main dengan arus sungai.

Penyedia jasa outbound dengan tempat penginapannya pun beragam. Hulu Cai salah satunya.

***
Setidaknya selepas makan siang dan istirahat sejenak, tepat pukul 14.30 WIB Fasilitator sudah memanggil peserta untuk kumpul ditengah lapangan. Matahari masih lumayan terik pada saat itu, tapi demi membakar kalori dan karbohidrat yang sudah masuk tidak apalah.

Tidak butuh waktu lama, kurang lebih 45 menit untuk fasilitator memperkenalkan diri dan ice breaking (bukan mecahin es ya, tapi lebih kepada membuat suasana menjadi cair). Fasilitator menjelaskan sederhananya bagaiamana aturan main selama acara berlangsung. Pesan diawal adalah penting untuk menjaga pikiran positif, sebab di tengah lapangan ini sudah tidak lagi sekat antara atasan dan bawahan semuanya sudah sama menjadi satu keluarga utuh (tentunya tetap saling menghormati ya). Semua peserta merapat membentuk sebuah lingkaran besar.

Ice Breaking 

Ice breaking diawal adalah melatih rhyme sederhana,
ram pam pam sebanyak 3x dilanjut dengan goli-goli-goli ram pam pam.
Rhyme berikutnya Viera...viera...goli-goli ram pam pam.
Baru dilanjutkan dengan gerakan tubuh personal lalu digabungkan dengan gerak tubuh menepuk orang disebelah.

Kalau sudah mulai panas sedikit, inovasi dilakukan dengan gerakan yang berbeda dengan teman sisi kiri dan kanan. Hingga berujung di sebuah games ringan telapak tangan kanan diharuskan menangkap jari telunjuk teman sebelah kanan pada saat yang bersamaan telunjuk tangan kiri harus menghindari tangkapan dari teman sebelah kiri. Dan ada hukuman bagi tangan-tangan yang tertangkap (serukan).

Lepas dari ice breaking ringan, baru kelompok lingkaran besar di bagi menjadi empat kelompok dimana masing-masing terdiri dari 8-9 orang. Kenapa dibagi empat, karena ada empat permainan yang harus diikuti oleh masing-masing group. Salah satu fasilitator yang akrab disapa Beb (babe) menjelaskan agar masing-masing kelompok berkumpul di tempat bermain masing-masing, kalau sudah selesai bergeser ke permainan berikutnya. Sayangnya para fasilitator hanya menjelaskan cara bermain tanpa menyebutkan nama permainan.

Ini dia games-games yang merajut rasa kebersamamaan.

Balon Kebersamaan 

  • 1.       Balon Kebersamaan

Cara permainannya sederhana, masing-masing orang diminta untuk meniup satu buah balon hingga seukuran buah melon. Lalu balon tersebut ditempatkan diantara perut peserta dengan punggung peserta didepannya. Bayangkan 9 peserta dengan 7 balon diantara badan mereka, dan sebagai tantangannya setiap tim harus mampu berjalan kurang lebih 10 meter maju dan mundur kembali. Kalau hanya maju mungkin sebagian besar akan mengatakan mudah, tapi kalau mundur (ini dia tantangannya) ditambah balon harus tetap diapit peserta dan kalau jatuh dinyatakan gugur, sementara tangan harus bebas jauh dari balon. Hanya ada 1 kali kesempatan mengganti jika balon pecah atau terjatuh.

Transfer air 


  • 2.       Transfer Air

Peserta memakai helm yang disediakan dan sudah di modifikasi dengan cangkir plastik dibagian atas. Tugasnya sederhana memindahkan air dalam ember satu ke ember lainnya. Tapi tantangannya adalah dengan menggunakan gelas yang ada diatas helm yang kita kenakan. Dan peserta pertama mengambil air dan melakukan transfer air via kepala ke kepala dengan bantuan peserta lain untuk memberikan komando agar tidak tertumpah. Begitu seterusnya hingga air di ember berhasil dipindahkan dalam jangka waktu tertentu.



Terpal Berjalan 


  • 3.       Terpal berjalan.

Ini lebih sederhana lagi tapi cukup melelahkan. Semua peserta masuk kedalam sebuah terpal yang sudah di potong menyerupai roda crane. Nah tugasnya sederhana, memungut bola yang disebar panitia. Orang bagian depan bertindak mengarahkan dan mengambil bola sementara peserta ditengah mengumpulkan bola dan orang bagian belakang mengatur perputaran terpal. Bagian terpal ini yang sangat melelahkan, karena selain diburu dengan waktu, tidak mudah mengarahkan terpal ke arah yang tidak lurus dan bergelombang.

Bermain Bola Tangan


  • 4.       Bermain Bola Tangan

Ini permainan terakhir, tapi tetap saja tidak mudah. Sederhananya hanya melempar bola plastik kecil (seukuran bola kasti) ke teman disamping kanan kita (peserta) tapi pada saat yang bersamaan harus menangkap bola yang di lempar dari teman sebelah kiri. Dan dinyatakan berhasil ketika sudah melakukan 10 kali lemparan dengan tidak ada bola yang terjatuh dari masing-masing peserta. Kalau ada bola yang terjatuh maka hitungan dimulai kembali dari nol. Dan untuk bagian yang terakhir ini tim saya tidak berhasil melakukan yang diminta.

Yup, 4 games yang diberikan tadi siapa sangka memakan waktu cukup lama, baru sadar selesai bermain games pukul 17.30.  Disini memang tidak ada yang menang atau kalah tapi cukup untuk menghibur diri dan saling berinteraksi lebih dari sebatas rutinitas kerjaan sehari-hari.

Cerita punya cerita, fasilitator ini tidak hanya ahli untuk bermain games dengan para pekerja atau mahasiswa. Bahkan mereka juga siap kalau ada anak-anak atau group yang hendak bermain bersama di Hulucai.


Memang sempurnanya pagi hari gamesnya menarik untuk dimainkan, tapi karena keterbatasan waktu juga (juga keterbatasan dana kali ya) mau tidak mau menjelang sore acara baru dapat dilakukan. Tapi secara keseluruhan setiap tim yang bermain puas kok dengan games yang diberikan fasilitator.

Ok, dech semoga keseruan-keseruan seperti ini akan berlanjut dan semakin menjalin rasa kekeluargaan.


4 komentar:

  1. Yang penting hadiahnya klo aku mas hahahaha
    Tapi seru juga ya klo outbond tema mainanya kocak kocak gitu, nambah akrab walau klo aku ikutan pasti banyak mingslepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pasti nuansa kebersamaan dan kekeluargaannya dapet mba gembul nita

      Hapus
  2. Hihi jadi tambah kompak yaa dengan teman sekantor, lebih akrab..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba jadi lebih mendekatkan satu dengan yang lainnya :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih