Sabtu, 07 Januari 2017

Terkadang niat dapat berubah ditengah perjalanan (Film: The Great Wall)


Wiliam demi melihat keseriusan Orde Tanpa Nama melumpuhkan Tao Tei terutama komandan Lin, sedikit banyak hatinya terbagi dua. Bubuk mesiu atau membantu komandan Lin dan William memutuskan yang ke dua.

Sebenarnya ada beberapa acara yang harus dilakukan hari ini, tetapi karena ada kerabat yang kebetulan tidak bisa. Ya sudah habiskan acara sabtu siang ini bersua dengan teman di sekitaran Metropole Jakarta Pusat.

Berasa udah lama juga ngga main ke sini (baca Metrople) meskipun lokasinya ngga jauh dari tempat kerja, sudah banyak berubah nich tempat. Palingan sempat tahun lalu ke sini tapi di parkiran depan aja, ngobrol di salah satu tenda warung kopinya.

Hmmm, film apa yang menarik disimak siang ini dan pilihan jatuh ke film The Great Wall, rupanya sekarang XXI sudah ada buletin dan terbit setiap bulan.




Buletin versi XXI edisi Januari 

Film The Great  Wall Versi Buletin
Kalau membaca dari resensi bulentinnya sich, Film The Great  Wall menceritakan  dua orang tentara bayaran yang menyusup kedalam kekaisaran China untuk mencuri bubuk mesiu dan menyadari bahwa mereka terjebak dalam perang besar yang sedang berlangsung.

Setiap 60 tahun pasukan elit kekaisaran diterjunkan untuk mempertahankan tembok besar China dari serangan monster kadal, nah Willian dan Tovar bekerja sama dengan pasukan elit melawan itu monster.  

Sedikit amat ya, ....

The Greaat Wall Versi Saya  (versi lengkapnya)
Awalnya film dimulai dengan petualangan 4 pria ex-tentara yang sudah melanglang buana dengan tujuan akhir menemukan bubuk mesiu. Entah kenapa awal cerita langsung digeber dengan kejar-kejaran di padang gurun. William Cs demi menghindari kejaran dari suku bukit (demikian diceritakan) berlindung disebuah goa sekitaran tembok besar China. Konflik langsung  muncul, tetiba hadir mahluk yang ngga jelas keberadaannya (awalnya) membunuh dengan cepat dan tiba-tiba.




Yang tersisa hanya William Garin (Di perankan Mat Damon) dan  Pero Tovar (Pedro Pascal), mereka memutuskan kabur malam itu juga selain demi menyelamatkan diri karena hanya mampu menyabet bagian lengan hewan.

Lepas itu suku bukit masih mengejar mereka, terpojok hingga tembok China. Daripada mundur harus berhadapan dengan suku bukit, ya sudah mereka memutuskan untuk menyerah saja kepada prajurit yang menjaga .

Nah, disinilah inti cerita dimulai. William dan Tovar yang awalnya menjadi tawanan prajurit China mulai berkenalan dengan prajurit-prajurit Orde Tanpa Nama. Ini terjadi karena William telah berhasil melumpuhkan lengan mahluk yang tak dikenal.

Rupanya mahluk tak dikenal itu adalah musuh yang disembunyikan Orde Tanpa Nama, sedikit banyak mereka kagum dengan William yang berhasil memutuskan lengan Tao Tei (nama mahluk serupa kadal).

Komandan Lin 

William juga kagum dengan prajurit Orde Tanpa Nama yang sigap dan memiliki seragam warna-warni dengan ragam keahlian yang berbeda. Terutama Komandan Lin yang mengerti tidak hanya bahasa China tetapi juga Bahasa Inggris. Komandan Lin salah satu komandan wanita tertinggi yang memimpin semua prajurit wanita (untuk ukuran jenderal tempur parasnya cantik banget).

Hmm, rupanya William masih menyimpan misi terselubung mereka yaitu menemukan bubuk mesiu. Gayung bersambut, Ballard (pemerannya dulu sebagai musuh spiderman 1) sudah tinggal selama 25 tahun bersama Orde Tanpa Nama dan ia pula yang mengajarkan Komandan Lin kemampuan bahasa. Kehadiran William dan Tovar sedikit banyak memberikan ruang kepada Ballard untuk keluar dari Orde Tanpa Nama dengan membawa bubuk mesiu. Gayung bersambut terutama Tovar yang memang sedari awal tujuannya bubuk mesiu.

Wiliam demi melihat keseriusan Orde Tanpa Nama melumpuhkan Tao Tei terutama komandan Lin, sedikit banyak hatinya terbagi dua. Bubuk mesiu atau membantu komandan Lin dan William memutuskan yang ke dua.

Dari Komadan Lin William belajar tentang arti XIN REN, Komanda Lin yang memiliki kemampuann tempur tinggi meskipun tidak pernah kemana-mana sangat percaya sekali kepada anak buah dan kerjsa sama timnya. Dan Lin mengatakan kepada  Wiillian tentang arti XIN REN, (bahasa Ind, Percaya). Sementara Willian berujar bahwa ia masih hidup saat ini adalah karena ia tidak percaya kepada siapapun selain dirinnya sendiri. Dua Pribadi yang berbeda tapi memiliki kemampuan memanah dan tempur yang luar biasa.

Kebersamaan mereka membuahkan hasil, sehingga ahli strategi perang, Wang (ini yang main Andy Lau) menemukan mengapa William mampu menyabet lengan monster Tao Tei. Sederhana sich, ada batu yang mengandung kekuatan magnetik, yang jika didekatkan dengan Tao Tei akan membuat mahluk itu tenang. Tapi bagaimana cara membuktikannya.

Tao Tei
Mahluk Tao Tei sendiri awalnya mucul karena keserakahan manusia. Sehingga datagnlah meteor dari atas sana yang membuat Tao Tei keluar dari persembunyiannya. Tujuannya cuman satu, memakan apa saja yang hidup dan yang mati lalu memberikan kepada sang Ratu. Maka si Ratu akan melahirkan monster-monster baru yang semakin banyak jumlahnya.

Udah taukan, berarti kata kuncinya adalah itu si ratu. Jika ratunya mati maka seluruh monster mati, nah bagaimana membunuh si ratu  yang hampir setiap saat dilindungi.

Sementara Komandan Lin dan William serta ahli strategi Wang sudah berhasil melumpuhkan 1 Tao Tei dan mempelajarinya. Masalah lain muncul, Tao Tei di bawa ke Kaisaran, edannya itu kasiar masih muda banget (ya ala, ABG sekarang gitulah) dia malah bermain-main dengan Tao Tei dan batunya. Yang ada itu mosnter memberikan sinyal kepada teman-teman lainnya.

Lagi tegang-tegangnya itu film, ceritanya suka beralih tiba-tiba, ada lagi si Tovar yang tetep bersikekeuh bekerja sama dengan Ballard untuk mencuri bubuk mesiu. Meskipun William sudah memperingatkan untuk membantu komandan Lin dahulu.

Alhasil, pelariannya bersama Ballard berakhir sia-sia di tengah gurun.



Total filmnya sendiri sekitaran 1 jam 40 menit. Kadang-kadang nguap (ngantuk) juga menyaksikan film the Great Wall. Lagi asik-asiknya perang  tiba-tiba cerita beralih ke pelarian Ballard dan Tovar. Lagi tegang dengan pertempuran, eh ada juga kaisar muda yang “gitulah” (masa kaisar sembunyi dibelakang bangku kerajaan takut sama kekacauan yang terjad).

Hmmm, kesimpulannya saya tidak merekomendaikan film The Great Wall  untuk disaksikan anak-anak, banyak adegan sadis dan beberapa ngga masuk akal. Yah untuk menghabiskan waktu berakhir pekan bersama pasangan ngga pa pa lah.

Tapi kalau masih ada pilihan film lain, baiknya pilih yang lain ajalah. 


Kalaupun sedikit kecewa dengan filmnya setidaknya Nachosnya menghiburlah  :)






6 komentar:

  1. Filmnya gak menarik. Informasi yang sangat penting untuk pencinta film.
    Komandan Lin cantik lumayan menghibur penonton, halah.

    Mendadak ilfiiil baca kaisar sembunyi ckckckk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba memang ngga menarik setelah nonton keseluruhan... tapi cukup menghibur...

      Dan memang illfill liat kaisar yang ngumpet dibelakang kursi

      Hapus
  2. Kayaknya saya harus nih nonton film ini.

    BalasHapus
  3. Nachosnya gede amat yak #duh aku malah makanan aja yang diliat hahah
    Hmmm agaknya ini perpaduan antara barat dan hongkong ak china ya bang kornelius

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba ini perpaduan... anyway nachosnya enak loh

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih