Senin, 14 November 2016

Belajar kelola keuangan sederhana.

Ilustrasi 
Meluangkan waktu sebelum tidur untuk menuliskan apa yang telah kita keluarkan dalam hari tersebut serta apa yang kita inginkan dapat membantu kita untuk merencanakan tindakan yang lebih baik dan lebih bijaksana.

Mengatur keuangan sulit-sulit gampang, kadang sulit kadang gampang. Kadang gampang tapi kok lebih sering sulitnya. Setidaknya itu yang sering saya alami sendiri. Beberapa seminar pernah dihadiri, beberapa komunitas juga diikuti bahkan beberapa buku keuangan tuntas dibaca. Semuanya dilakoni agar sedikit melek dengan yang namanya pengelolaan keuangan.

Dan sama seperti kehidupan, keuangan itu harus dipelajari terus menerus mengerti polanya dan konsistensi dalam prakteknya, ini dia yang sulit.

Sebagai pegawai kantoran yang memiliki penghasilan cukup, tidak kurang tidak juga berlebih bukan juga cukup untuk beli Jagu**r atau membangun kondo, yah sekedar cukup bertahan hidup di ibukota NKRI. Perlu beberapa trik yang perlu dilakukan


1. Rencanakan uangmu 
Saya sendiri sering merasa dengan penghasilan yang cukup sepertinya merencanakan keuangan adalah sebuah hal yang sia-sia bahkan cenderung percuma. Eitsss, tapi ingat rencana itu adalah bagian penting loh.

Rencana selalu menjadi sebuah langkah awal yang tepat dalam menyususn keuangan, di mana berbagai keinginan dan juga kebutuhan terhadap keuangan  disusun dengan matang dan tepat pada sasaran. 

Saya dipaksa untuk membuat sebuah rencana keuangan yang realistis, di mana berbagai pos yang terdapat di dalamnya tetap seimbang dan bisa memberikan imbas positif. 

2. Buatkan kebijakanmu sendiri dan lakukan secara konsisten.
Selesai dengan perencanaan, saya dihadapkan dengan untuk tidak menunda mempertimbangkan dan mengambil berbagai kebijakan, terutama yang berkaitan dengan pos pengeluaran yang terdapat di dalam keuangan.

Jangan lupa untuk selalu  aktif dalam melakukan pengawasaan pos pengeluaran, sangat ngga lucu kalau sudah direncanakan, kebijakannya bagus, etapi pengawasannya minim. Hal ini ssangat perlu  agar berbagai keputusan pengeluaran keuangan tersebut bisa diambil dengan tepat dan efektif.

Semua kebijakan yang sudah dibuat   tentu hanya akan berguna jika kosnisten dalam menerapkannya dan menjalankannya dengan disiplin dan bukan hanya membuatnya sebagai sebuah wacana dan rencana yang akan datang.

3. Prioritaskan kebutuhan pokok dan masa depan.
Rencana sudah, buat kebijakan dengan kontrol dan pengawaasan juga sudah langkkah berikutnya yang krusial adalah menentukan skala prioritas.

Kita hidup bukan hari ini saja, point penting dari menenntukan skala prioritas ini adalah untuk memikirkan dan merencanakan sebuah masa depan di dalam keuangan. Jangan menghabiskan penghasilan hanya untuk berbagai hal yang terlihat penting sekarang, sementara  melupakan berbagai keputusan dan persiapan keuangan untuk masa depan anak-anak, pasangan dan diri sendiri.

Beberapa upaya untuk memikirkan masa depan yang dapat dilakukan semenjak awal, misalnya dengan mempersiapkan: asuransi kesehatan, asuransi pensiun, dana pendidikan, atau bahkan dana liburan ketika Anda sudah pensiun nanti.


4. Tentukan tujuan yang akan di raih.
Hampir serupa dengan prioritas hanya saja saya dituntut untuk menentukan tujuan “goal” yang akan diraih.

Keuangan harus memiliki tujuan yang jelas, inilah yang akan menjadi sebuah titik penting dalam pencapaian keuangan yang dikelola selama ini. Susun dan tetapkan berbagai tujuan di dalam keuangan sehingga rencana keuangan bisa disesuaikan untuk tujuan tersebut. 

Tetapkan porsi yang tepat untuk semua tujuan keuangan dan juga kebutuhan sehingga  berbagai pos di dalam keuangan tetap dapat berjalan dengan seimbang dan sehat.

5. Menabunglah secara rutin.
Rencana, buat kebijakn dan kosisten dalam pengawasan, tetapkan prioritas dan membuat tujuan keuangan yang jelas.  Satu hal berikutnya yang sepertinya  mudah untuk dilakukan tapi sulit dalam kenyataannya..

Seperti melakukan penyisihan pendapatan begitu mendapatkan penghasilan bulanan atau yang lainya, ngga usah besar cukup menyisihkan minimal 10% dari total penghasilan tersebut. 

Kosistensi dalam menabung  adalah sebuah tindakan yang baik dan berguna di dalam keuangan, di mana sejumlah dana tabungan ini kelak bisa dimanfaatkan sebagai dana cadangan  darurat atau bahkan menjadi sejumlah dana investasi bagi masa depan.

Beberapa sahabat yang lain menerapkan prinsip yang sama denga praktik yang berbeda, ada yang menyisihkan perhatinya berdasarkan tanggal kalender, contoh untuk tanggal 1, sisihkan seribu rupiah begitu terus hingga tanggal 31 yang artinya harus menyisihkan Rp. 31.000,-  kalau sudah bosan polanya bisa juga dibalik.


6. Gunakan uangmu dengan cerdas
Setelah uang terkumpul dari hasil menanbung dengan tujuan dan priorotas yang jelas, jangan lari dari perencanaan dan tujuan semula yang sudah dibuat ya, langkah berikutnya adalah menggunakan uang dengan secerdasnya.

Harapannya akhirnya adalah agar jangan mengeluarkan sejumlah uang belanja tanpa membuat sebuah perhitungan yang jelas, di mana nantinya justru akan mengalami berbagai masalah keuangan setelah melakukannya.

Selalu rencanakan dan pertimbangkan dengan matang pembelanjaan yang akan dilakukan, baik itu yang bersifat rutin atau sesekali saja. Hal ini akan melatih kita untuk  memiliki kebiasaan belanja yang cerdas dan sehat di dalam keuangan.  


7. Hidup hemat dan investasikan.
Ini masih ada kaitannya dengan menabung hanya saja tingkatannya lebih tinggi.

Jangan menghambur-hamburkan uang untuk berbagai hal yang tidak begitu penting, atau bahkan cukup penting namun bukan sebuah hal yang wajib, di mana ini justru bisa saja menjadi sebuah pemborosan di dalam keuangan.


Lakukan investasi di dalam keuangan, agar keluarga memiliki jaminan masa depan di masa yang akan datang. Tidak harus dalam jumlah yang besar saja, bisa melakukan investasi dalam jumlah yang kecil terlebih dahulu, tentunya yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda saat ini.

Berinvestasilah dalam berbagai instrumen yang jelas dan memiliki risiko yang rendah, agar uang tidak hilang dan menguap dengan percuma. Beberapa investasi yang ringan dan bersahabat serta mudah dipahami, Investasi  Emas di Pegadaian, Deposito Berjangka dan masih ada beberapa lainnya.

Jangan lupa untuk melakukan investasi dalam beberapa instrumen, hal ini perlu agar risiko dapat terbagi dan keuangan tetap memiliki jaminan yang baik di dalam investasi yang lakukan tersebut.



Tahap berikutnya yang berhasil saya rangkum adalah memetakan keuangan yang kita miliki. Mencari dan mendapatkan uang bukan perkara yang mudah. Tetapi ingat jika tidak hati-hati hanya dalam semalam semua iut dapat hilang total.

Perencanaan Keuangan yang matang disertai kebijakan keuangan yang dibuat sendiri dan pengawasan yang ketat serta menetapkan skala prioritas yang jelas dan tujuan yang matang serta menyisihkan secara rutin dari penghasilan dan menginvestasikannya, setidaknya proses mengatur keuanagan sudah setengan jalan.

Tapi itu belum sempurna kawan, kita masih dituntut agar melakukan pemetaan terhadap uang yang kita miliki.

Paradigma pemikiran saat ini yang ada adalah bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya. Dan habis terpakai hanya sebatas kebutuhan sehari-hari. 

Salah satu cara untuk membatasi atau tepatnya memantau segala kebutuhan agar sesuai dengan pendapatan adalah dengan melakukan pencatatan aktivitas keuangan. Hal ini  seperti layaknya mencatat buku harian saja.
Karena dengan melakukan pencatatan atas  keuangan   akan menjadi salah satu hal yang akan menuntun  pada peta kesuksesan hidup kita sendiri.
Meluangkan waktu sebelum tidur untuk menuliskan apa yang telah kita keluarkan dalam hari tersebut serta apa yang kita inginkan dapat membantu kita untuk merencanakan tindakan yang lebih baik dan lebih bijaksana.
Kebiasaan mencatat aktivitas keuangan ini tentu sangat berdampak positif pada keuangan. Efisiensi bagus juga kita jadikan budaya dalam hidup sehari-hari seiring dengan semakin banyak kita belajar dari kesalahan serta kegagalan manajemen hidup kita.

 Efisiensi bukan berarti pelit, namun mengeluarkan sesuatu untuk tujuan yang jelas dan tepat guna.

Lalu bagaimana dengan kita pekerja yang memiliki penghasilan rutin setiap bulannya. 
Sebagai seorang pekerja yang rutin mendapatkan penghasilan secara bulanan, pengaturan keuangan serring dijadikan kambing hitam untuk hal yang tidak dapat dilakukan dengan mudah.

Setidaknya beberapa hal ini sangat membantu

1.            Buat perencanaan anggaran belanja, 
     Diatas kita sudah berlatih pencatatan aktivitas keuangan, salah satunya dengan mencatat semua keperluan. Nah sekarang  catat juga keperluan di luar kebutuhan pokok seperti membeli baju atau makan di luar. Lalu dilnajutkan dengan membuat  sebuah perencanaan anggaran belanja ketika menerima gaji. Dialokasikan untuk apa saja uang tersebut.

       Setelah dicatat lajutkan dengan perencanaan, ini nantinya membuat kita menjadi tahu, uang tersebut kita gunakan untuk apa saja, barang mana yang mendesak mana yang tidak.
       
        Penting  diperthatikan  untuk membuat  rencana anggaran belanja yang realistis  dan sesuai dengan pola hidup  yang sesungguhnya kita jalani.
       
       Setelah itu, lakukan pencatatan kembali mengenai  pengeluaran harian yang berisikan nama barang atau jasa yang dibeli atau dipakai, jumlahnya, waktu pembelian, nominal transaksi, serta tempat membeli. Semakin detil sebuah perencanaan maka akan semakin baik.

Lunasi hutang dan cicilan sesegera mungkin.
Kalau bisa berhutang kenapa juga harus membeli barang dengan  lunas. Beberapa pemikiran masyarakat masih seperti itu. Untuk beberapa hal benar untuk lainnya sepertinya tidak.

Sedapat mungkin bila  memiliki utang maupun cicilan, lunasi terlebih dulu setelah menerima gaji. Jangan pernah ditunda sekalipun. Menunda hanya akan membuat Anda menjadi susah di kemudian hari.

Sebisa mungkin sebaiknya hindari berutang atau menyicil sesuatu. Boleh-boleh saja mencicil atau berutang sesuatu barang, tapi lihat dulu kegunaan barang tersebut. Misalnya saja, lebih baik berutang untuk memiliki sebuah rumah atau apartemen daripada berutang untuk membeli barang-barang elektronik dengan kartu kredit.

Tak hanya itu saja, perhitungkan  juga penyesuaian utang dengan penghasilan kita, saat ini hingga beberapa tahun kedepan.  Nilai persentasi sebaiknya  berhutang maksimal 30% dari pendapatan yang didapat.

Miliki beberapa rekening 
Hal ini untuk mensiasati agar dapat semakin mudah mengatur uang gaji. Nantinya rekening pertama dipakai untuk seluruh transaksi, seperti menerima gaji dari kantor, dan membayar seluruh tagihan.

Sedangkan rekening kedua digunakan untuk menabung. Sebisa mungkin, sisihkan uang untuk menabung di awal-awal saat menerima gaji. Lebih tepatnya bersamaan dengan membayar utang atau cicilan.

Untuk rekening pertama, sebisa mungkin memilih bank yang paling sering digunakan oleh kantor-kantor, agar dapat dengan mudah saat melakukan akses menerima uang maupun mentransfer uang. Pilih juga bank yang memiliki banyak ATM maupun fasilitas transfer melalui internet banking.

Sementara  untuk rekening kedua,  saya lebih  memilih bank yang menerapkan biaya administrasi rendah serta fasilitas yang minim. Jika perlu, pilih bank yang tidak mempunyai banyak jaringan ATM di daerah sekitar tempat tinggal. Sehingga  tidak akan mudah tergiur untuk mengambil uang tersebut.

Perhatikan antara anggaran dengan pengeluaran.
Masih ingat dengan membuat kebijakan dan pengawasan yang sudah  disepakati kan. Hal ini terkait juga dengan penghasilan yang dimiliki.  

Saya pribadi  perlu membandingkan rencana anggaran pengeluaran yang telah dibuat dengan catatan harian pengeluaran yang sudah terjadi. Jika rencana anggaran sudah sesuai atau tidak terlalu beda jauh, maka perlu menerapkannya kembali di bulan depannya. Namun jika rencana anggaran tersebut berbeda jauh dengan kenyataan, maka Anda perlu merevisi anggaran pengeluaran tersebut. Perhatikan dengan seksama  pengeluaran apa saja yang bisa membuat tidak sesuai dengan anggaran.

Langkah terakhir  ialah dengan cara menerapkan belanja sesuai keperluan. Pola hidup hemat pastinya akan sangat bermanfaat untuk rencana penganggaran.



Kendalikan atau buang jauh-jauh sifat konsumtif  yang tidak ada hentinya itu (pastinya tidak akan mudah, sebab ini bagian tersulitnya). Saya biasana mensiasatinya dengan tidak membawa uang tunai terlalu banyak saat berbelanja (tapi jangan juga transaksi lewar kartu kredit atau debit ya). Hal ini bisa membuat tidak mudah tergoda berbelanja.

Pertanyaan besarnya terjawab sudah,  mengelola keuangan serupa dengan mengolal hal-hal lainnya. Perlunya perencanaan yang matang. Perlunya pembuatan kebijakan dengan pengawasan yang kosisten terus menerus, penting untuk menentukan prioritas kebutuhan dan mentapkan tujuan, menabung dengan rutin sisa uangmu, hidup hemat dan investasikan dana yang ada serta ditutup dengan menggunakan uang dengan cerdas.

Nah ketika kita sudah mencobanya lalu berusaha melihatnya ssecara instan, ini yang sulit. Setidaknya dibutuhkan waktu tidak sebentar untuk melihat keberhasilan akan usaha yang sudah kita lakukan saat ini.

Saya coba analogikan dengan memiliki asuransi terlebih kesehatan, banyak yang beranggapan saat ini tidak melihat gunanya asuransi kesehatan, hingga beberapa tahun kedepan sebuah hal tidak terduga menimpa.  Dan “bingo” terpaksa semua dana yang dimilliki harus di keluarkan habis-habisan untuk melakukan pengobatan.

Akan berbeda hasilnya jika  saat ini siap dengan jaminan asuransi, terjadi atau tidak setidaknya dana yang sudah dimiliki untuk masa depan tidak terganggu.

Tapi memang kembali lagi dengan sikap dan gaya hidup masing-masing.  Ada yang setuju lebih mencegah daripada mengobati, sementara yang lain aman dengan yang terjadi hadapai nanti.

Setidaknya denganperencanan keuangan yang matang akan membantu saya pribadi menemukan benang merah untuk beberapa saat ke depan.





 #YukAturUangmu 

 #SMiLeWithME

4 komentar:

  1. Wah bener banget harus pandai ngatur uang sekarang ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya.. demi masa depan yang lebih baik

      Hapus
  2. jadi begitu yah caranya berarti mulai sekarang kita harus berpandai pandainya mengatur keuangan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, memang harus segera dimulai . kalau di tunda-tunda bisa bahaya untuk masa depan :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih