Senin, 31 Oktober 2016

Waktunya untuk mengosongkan gelas.

 
 
Hidup adalah sejatinya sebuah perjalanan panjang yang layaknya dinikmati setiap detil keindahannya. 

Memang dalam perjalanan itu sendiri akan ada ragam pemandangan. Mulai dari yang menarik, menghibur atau bahkan membosankan dan tidak menarik. Tapi yah apalagi yang bisa dikatakan. Toch kita tidak dapat memilih apa yang akan kita lihat, tinggal respon diri saja yang dapat kita atur. 

Pun demikian dalam dunia pekerjaan. Saya percaya setiap hal ada masanya. Ada kesenangan dalam melakukan sesuatu atau muncul kejenuhan dihari lainnya. 

Kalau kata novelis Tere Liye, di ayahku bukan pembohong, diingatkan untuk tidak berada dalam sebuah hal terlalu lama. Yah, memang tidak dapat dipungkiri selain untuk melepas kejenuhan dalam bekerja, semangat untuk terus belajar hal-hal baru dapat dikembanhkan kembali. Ini yang beberapa motivator  handal sering sebut untuk "mengosongkan gelasmu".

Dan memang benar loh, ketika surat keputusan rotasi dikeluarkan. Beranjak dari zona nyaman tidak semudah yang dibayangkan. 

Ada rasa ragu melintas, ada rasa takut yang hinggap, bisa ngga ya nantinya?

Tapi entah kenapa, setiap keraguan yang muncul seolah-olah alam semesta ikut membantu dalam memberikan jawaban. 
 
 

Beberapa waktu lalu, ada pesan masuk WA dari istri yang ia juga dapatkan dari temannya. Pesannya sangat membangun. Kira-kira seperti ini.

*Filosofi Gula & Kopi*
Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?

Gula lah yg disalahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit

Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?

Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis

Kasus 3
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yg di puji...?

Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap

Kemana gula yg mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap

Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA

BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang....
Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan...

IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...

tapi untuk DIRASAkan..."
*"Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi tetaplah berbuat baik
 
 

Kembali ke topik mengosongkan gelas.

Memang saya mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi didepan. Apapun yang nantinya saya lakukan sama halnya dengan gula diatas. Sedikit yang mengingat tapi jika salah semua ikut menghujat.

Hmmm, tapi tetap Gula tidak menurunkan kualitas dalam memberikan yang terbaik kepada kehidupan. Karena kebaikan tidak untuk disebut tapi untuk dilakukan dan dirasakan serta disebarkan kepada sesama.

Mari kosongkan gelas, nikmati setiap tuangan  dalamnya. Rasakan sensasi pahit manisnya kehidupan. 

Selamat pagi selamat beraktivitas.... :) 









6 komentar:

  1. Kasihan si gula, tapi saya juga pengen seperti gula "kebaikan tidak untuk disebut tapi untuk dilakukan" . Sharing yang sangat manis :)

    BalasHapus
  2. keren sekali perumpaan gulanya.
    satu lagi pelajaran berharga yang bisa saya dapat dari blogwalking.

    makin betah jadi blogger walaupun baru memulai.

    BalasHapus
  3. Dalem banget, begitu indah jika kebaikan itu dilakukan secara rahasia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip... intinya sich mari lakukan kebaikan mas gus

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih