Minggu, 30 Oktober 2016

Cegah dan Lawan Diabetes, sekarang juga.


Jika dibiarkan Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya. Mengidap Diabetes artinya memperbesar kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung, diabetes juga yang menjadi penyebab utama dalam kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi rendah.

Jakarta sangat lengang pagi dini hari kami berangkat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta Pusat. Mami  (baca Ibu) Mertua mengeluhkan dadanya yang ia rasakan sesan dan perut bagian bawah yang sakit.

Minggu pagi persisnya, hanya butuh waktu sekitar 40 menit dari Jatiwarna masuk tol dalam kota menuju RSCM Jakarta.
 
Sementara sabtu malam sebelumnya, kami masih jalan keliling plasa cibubur, menikmati sore menjelang malam. Awalnya hendak menyaksikan Film Warkop Reborn, berhubung studio penuh sesak dan harus antri 2 jam sebelum film diputar, ya sudah nikmati malam di sebuah resto sambil memperhatikan orang yang lalu lalang.

 


Bareng Mami Mertua
Bahkan mami mertua masih lahap menikmati sop iga sapi yang ia pesan. Meski sempat diawal mengeluhkan sesak di dada. Biasanya keadaan seperti ini ia tangani sendiri, mengingat ia awalnya seorang apoteker dan paham dengan obat-obatan dan medis, tapi kebiasaan beliau juga untuk melakukan “self healing”, biasanya dengan mengangkat kedua tangan keatas untuk beberapa lama atau menyandarkan punggung ke tembok akan membuat sesaknya berangsur-angsur hilang.
 
Tapi entah kenapa malam itu, sekitar pukul 24.00 WIB, mami mertua terbangun dan kembali mengeluhkan sesak di dadanya, “self healing” sudah dilakukan tetapi tetap tidak hilang, aneh ya.

Ok, kami memutuskan untuk membawa ke RSCM, sebenarnya pilihan RS terdekat diambil jika kondisi mami menurun dalam perjalanan. Tapi mami sedikit berkeras dirinya massih kuat untuk di bawa ke RSCM.
 
Dan memang sesampainya di RSCM, di ruang gawat darurat, mami mertua masih sadar dan memberikan informasi kepada petugas medis tentang keluhan sesak didada.
 
Petugas medis sedikit mengabaikan sesak di dada mami mertua dan keluhan sakit perut. Yang ada hanya dilakukan pemeriksaan sesuai SOP (standar Operasional Prosedure) seperti mengukur tensi hingga kadar gula darah.
Hingga akhirnya ketemu bahwa kadar gula darah mami mertua cukup tinggi, Gula darah sewaktu ada diangka 320 an.
Tapi bukan itu yang mami mertua keluhkan, sesak nafas dan sakit di perut.
Yup, mami mertua memang sadar dirinya selama ini mengidap diabetes melitus, gaya hidupnya sudah berubah. Pola makan sehat dan olahraga rutin dilakukannya.
Hal ini juga yang membuat saya tertarik untuk mencari tahu tentang Diabetes itu sendiri. Dan beruntungnya beberap lalu SUN Life Financial mengadakan acara edukasi mengenai “Cegah, Obati dan Lawan Diabates.” Sehingga membuka mata dan wawasan saya terhadap penyakit yang satu ini. Sebagian kalangan umum menyatakan, sebenarnya bukan diabetesnya yang berbahaya melainkan komplikasinya itu yang sangat berbahaya dan mematikan.
 
Sun Life Financial memberikan Edukasi tentang Diabetes
 
Kementrian kesehatan pada tahun 2014 mempublish sepuluh penyebab kematian utama,
1. Stroke (21,1%) 2. Jantung Koroner (12,9%) 3. Diabetes Melitus (6,7%) 4. Tuberkolosis Paru (5,7%) 5. Hipertensi dengan komplikasi (5,3%) 6. Penyakit Paru Obstruksi Kronis (4,9%) 7. Penyakit Hati (2,7%) 8. Kecelakaan Lalu Lintas (2,6%) 9. Pneumonia (2,1%) 10. Diare dan Penyakit saluran pencernaan lain (1,9%).
Diabetes Mellitus duduk manis diurutan ketiga. Dan biasanya Penyakit Tuberkolosis “soul mate” dengan Diabetes.
Faktor Resiko Perilaku penyebab diabetes
 
26,1 %

Penduduk kurang aktivitas fisik

36,3 %

Penduduk usia >15 tahun merokok

Sementara wanita >10 tahun (1,9%)

93,5 %

Penduduk >10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur

4,6 %

Penduduk >10 tahun gemar konsumsi minuman beralkohol
 
 Sekilas tentang Diabetes.
Diabetes adalah suatu keadaan dimana kondisi kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi.  Tubuh secara normal memproduksi Insulin, adalah hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, dan berfungi untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Nah, penurunan produksi atau pemanfaatan insulin yang menyebabkan diabetes. Jika tidak diobati akan menyebabkan masalah serius lainnya, dapat berakibat penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal dan lainnya.

 
Saat sekarang kita hanya mengenal 2 jenis tipe diabetes.
Tipe 1, tubuh sudah benar-benar berhenti memproduksi insulin karena kerusakan sel pankreas dalam memproduksi insulin. Biasanya disebut juga dengaan Diabetes Juvenile biasanya diderita dari semenjak kecil.
Sementara tipe lainnya adalah Tipe 2, ini adalah bentuk yang lebih umum dan sering di alami masyarakat. Pada tipe ini Pankreas menghasilkan insulin yang tidak memadai atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang ada dengan benar. Biasanya terjadi pada orang dewasa dan seringnnya diderita pasien dengan bobot berat badan berlebih.
Beberapa tes yang dilakukan untuk pemeriksaan kadar gula dalam darah.
Gula Darah Sewaktu (GDS) tes yang dapat dilakukan setiap saat sepanjang hari untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh seseorang. Berikutnya adalah Gula darh Puasa (GDP) adaah tes untuk mengetahui jumlah darah dalam tubuh seseorang setelah seseroang tadi tidak makan selama 8-10 jam (semalam puasa) biasanya dilakukan pemeriksaan pagi sebelum sarapan.
Indikasi GDS diatas 200 mg/dl adalah tanda-tanda memiliki kecenderungan mengidap diabetes, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara GDP diatas 126mg/dl juga mengindikasikan adanya diabetes.
Sebelum menderita diabates, ada kalanya seseorang masuk kedalam masa pradiabetes. Pradiabetes adalah keadaan dimana kadar glukosa lebih dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk dikatakan diabetes.  Hampir kebanyakan orang (termasuk saya) tidak sadar dan tidak mengetahui bahwa sebenarnya memiliki pradiabetes.
Indikasi awal pradiabates adalah jika nila GDPnya lebih dari 110 tapi belum mencapai angka 126. Sementara GDS lebih dari nila 140 dan belum sampai di angka 200.
Pradiabetes ini yang nantinya akan menjadi diabetes tipe 2, setiap orang yang memiliki pradiabetes berada dalam resiko yang tinggi terkena penyakit kardioavaskular. Penerapan diet sehat, olahraga cukup merupakan salah satu pencegahan dan pengobatan terbaik tetapi tetap perlu screening rutin agar mudah diketahui langkah yang perlu diambil.
Mitos dan Fakta Seputar Diabetes
Diabetes Bukan Masalah Besar, ini adalah salah besar, sebab jika dibiarkan Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya. Mengidap diabetes artinya memperbesar kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung, diabetes juga yang menjadi penyebab utama dalam kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi rendah.
Orang dengan diabetes harus melakukan diet khusus, faktanya adalah diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang yang menderita diabet. Pola makanan yang sehat mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, hindari lemak trans dan membatasi lemak larut dan karbohidrat olahan, terutama gula.
Olahraga pasti menurunkan berat badan, faktanya adalah olahraga dan aktivitas fisik lainnya tidak selalu menyebabkan penurunan berat badan. Olahraga dapat menghilangkan lemak dan menghasilkan otot, dan otot memiliki berat. Hanya saja keuntungan olahraga  adalah meningkatkan kepekaan insulin, menurunkan tekanan darah dan kadar lipid dan sangat membantu dalam pencegahan serangan jantung. Keuntungan olahraga tidak dapat diukur dari turunnya berat badan.
Penyandang diabetes tidak dapat mendonorkan darah, tetap salah, sebab penderita diabetes masih tetap dapat mendonorkan darahnya selama kadar gula darahnya terkendali.
Perempuan penderit diabetes sebaiknya tidak hamil, selama kontrol terhadap gula darah rutin dilakukan, wanita dengan diabetes tetap dapat mengandung dan melahirkan bayi yang sehat dan normal.
Penggunaan Insulin selama hamil akan memberikan dampak buruk kepada bayi, faktanya adalah insullin tidak memberikan dampak buruk kepada bayi, hanya sedikit insulin yang masuk kedalam plasenta (dibanding tablet oral) sehingga aman untuk mengendalikan gula darah selama masa hamil  karena olah tubuh dan pola makan yang tidak cukup, yang ada jika kadar gula tinggi dapat memberikan dampak buruk kepada bayi.
Penyandang Diabetes tidak dapat makan coklat dan permen, kata kuncinya adalah selama dalam porsi kecil dan hanya makan jika ada acara istimewa, penyandang diabetes tetap dapat mengkonsumsi makana manis seperti permen, es krim ataupun kue-kue manis, tetapi tetap disertai diet tepat dan olahraga ya.
 Diabetes dalam angka.
Saya sedikit terkaget-kaget ketika menemukan fakta unik dan menarik tentang diabetes terlebih dalam bentuk angka yang disajikan.  Tahukah kalian bahwa diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular tetapi berbahaya bagi penderitanya. Hampir 80 % kejadian diabetes dapat dicegah, hanya saja pencegahannya harus dilakukan sedini mungkin.
Pada tahun 2015, 415 juta orang dewasa hidup dengan diabetes, dan 80%nya ada di negara dengan penghasilan rendah dan menengah.
Bahkan pada tahun 2013  beban pengeluaran kesehatan terbesar dunia jatuh kepada Diabetes yaitu 512 Milliar Dollar, 11% dari total belanja kesehatan dunia.
Perkiraan dari tahun 2010 hingga 20130 kerugian  karena diabetes diseluruh dunia sekitar 1,7 Triliun Dollar.
Dan 1 diantara 2 orang penderita Diabetes measih belum terdiagnosis dan belum sadar bahwa dirinya mengidap diabetes.
Sementara Indonesia sendiri menempati peringkat ke 7 untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi di dunia, bersama China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan terakhir Meksiko dengan eestimasi penderita diabetes 10 juta jiwa.
Dan penderita diabetes di Indonesia ada kecenderungan semakin meningkat, menurut catatan statistik bahwa pada tahun 2007 prevalensi penderita 5,7% dan bergerak menjadi 6,9 di tahun 2013.
Lalu apa yang harus dilakukan untuk memerangi Diabetes ini?
 
Kementrian Kesehatan sudah proaktif untuk memerangi Diabetes Mellitus.
 
Akronim CERDIK pun diluncurkan.
Cek kesehatan secara Berkala
Enyahkan Asap Rokok
Rajin Olahraga
Diet Seimbang
Istirahat Cukup
Kelola Stress

 
 

Dan Mami pun pergi meningggalkan kami
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat mahal harganya dan biasanya baru tersadar ketika penyakit sudah menyerang atau maut merenggut.
 
Begitupun dengan mami mertua, hanya butuh waktu tidak lebih dari 2 jam dari yang sepenuhnya sadar dan mengatakan dimana sakitnya. Hingga alat untuk mengukur kesehatan jantung (EKG) yang seharusnya diberikan kepadanya, dibatalkan dokter karena melihat ada pasien lain yang lebih mendesak membutuhkan (pasien ini tertolong, akhirnya).

 
 
Mami mertua sempat mengeluhkan bahwa ia sudah terlalu sesak dan sakit, tepat pukul 06.00 WIB minggu pagi, Mami berkata kepada anak-anaknya, "baik-baiklah kalian", seiring ia menutup mata seperti tertidur.
 
Dan mami pergi untuk selama-lamanya. Dokter jaga yang awalnya masih merespon biasa saja, berubah panik dan berupaya mengembalikan kesadaran mami.
 
Waktu tidak dapat diputar, sekeras apapun usaha dokter tidak dapat mengembalikan mami kami. Jengkel, kesal dan sedih semuanya bercampur menjadi satu. Mami yang datang ke RSCM dengan keadaan sadar dan mengeluhkan sakitnya, harus pulang diiringi tangis seluruh keluarga.
 
Ada niat untuk menuntut pelayanan dokter yang terkesan lambat dalam memberikan pelayanan, sekelas rumah sakit Cipto Mangun Kusumo yang merupakan rumah sakit rujukan nasional dan pusatnya pembelajaran medis, tapi ya sudahlah. Tidak ada gunanya mencari siapa yang salah, lebih baik berbenah mencari solusi mengapa semua ini bisa terjadi dan menjadi pembelajaran bagi kita semua yang masih hidup.
 
Kerabat kami yang juga dokter, juga ikut hadir ketika melepas kepergian mami, memberikan penjelasan medis sederhana kepada keluarga.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan Gula Darah lengkap, barulah diketahui kadar gulanya lebih 630 mg/dl. Kadar gula tinggi yang terlambat diketahui ini  membuat mami mertua masuk ke dalam keadaan sesak dada. Darah yang berubah menjadi sangat kental membuat sirkulasinya terganggu dan membuat kerja jantung menjadi dua kali lipat.
 
Seandainya perihal kadar gula darah mami mertua diketahui sedari awal, bukan tidak mungkin mami masih ada bersama kami. 

Jadi masih mau bermain-main dengan kesehatanmu. Mengabaikan hal-hal yang bisa dilakukan dengan mudah saat ini atau di paksa dikemudian hari.

 
 
#LawanDiabetes

Indonesia #lebihbaik

 


Tulisan ini saya buat untuk mengenang mami mertua yang sudah berpulang kerumah Bapa di surga. Biar segala kenangan manis bersama mami akan menjadi ingat-ingatan bagi kami dan teladan perbuatan mami dapat kami teruskan.
 
 

12 komentar:

  1. Kuncinya memang harus rajin2 berolahraga ya, dan say no to junk food. Hidup sehat itu sebenarnya tidak sulit asal kita ada niat dari dalam diri kita ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, asal ada niat. Yang terkendala itu di niatnya yang suka turun naik.

      Kalau sudah kena baru dexh, usaha keras dan mati2an untuk kembali normal.

      Hapus
  2. Adik Mama sampai diamputasi karena diabetes, sekarang sudah meninggal. Duh ngeri ya kalo sampe terkena, smoga kita semua sehat. Harus rajin olahraga juga nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ngeri mba liany. Diabetes itu komplikasinya yang menakutkan.

      Selain olahraga, jaga pola makan, hindari stress. I tinya sich lakukan cerdik.

      Hapus
  3. Penderita diabetes wajib tertib dengan pola makan. Papah mertua saya juga kena diabetes. Semoga kita semua terhindar dari penyakit ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Semoga kita terhindar dari penyakit ini ya mba.

      Hapus
  4. Bang, sedih, tapi bermanfaat bgt nih ! Terima kasih ya sdh share...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih memang tapi biarlah menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup.

      Hapus
  5. emang kita harus punya kesadaran sih, kan maksimal sehari itu untuk dewasa gula hanya 2 sendok makan ya.
    Sebaiknya kita emang kudu ngurangin penggunaan gula baik dalam makanan dan minuman. Biar manisnya dari bahan alami saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat mas, mulai sekarang harus sadar bahaya konsumsi gula berlebih.

      Hapus
  6. Jaga kesehatan dari sekarang, jangan sampai dah kena diabetes
    makasih buat artikelnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip. Mari kita jaga kesehatan sama-sama mas

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih