Senin, 31 Oktober 2016

Waktunya untuk mengosongkan gelas.

 
 
Hidup adalah sejatinya sebuah perjalanan panjang yang layaknya dinikmati setiap detil keindahannya. 

Memang dalam perjalanan itu sendiri akan ada ragam pemandangan. Mulai dari yang menarik, menghibur atau bahkan membosankan dan tidak menarik. Tapi yah apalagi yang bisa dikatakan. Toch kita tidak dapat memilih apa yang akan kita lihat, tinggal respon diri saja yang dapat kita atur. 

Pun demikian dalam dunia pekerjaan. Saya percaya setiap hal ada masanya. Ada kesenangan dalam melakukan sesuatu atau muncul kejenuhan dihari lainnya. 

Kalau kata novelis Tere Liye, di ayahku bukan pembohong, diingatkan untuk tidak berada dalam sebuah hal terlalu lama. Yah, memang tidak dapat dipungkiri selain untuk melepas kejenuhan dalam bekerja, semangat untuk terus belajar hal-hal baru dapat dikembanhkan kembali. Ini yang beberapa motivator  handal sering sebut untuk "mengosongkan gelasmu".

Minggu, 30 Oktober 2016

Cegah dan Lawan Diabetes, sekarang juga.


Jika dibiarkan Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya. Mengidap Diabetes artinya memperbesar kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung, diabetes juga yang menjadi penyebab utama dalam kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi rendah.

Jakarta sangat lengang pagi dini hari kami berangkat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta Pusat. Mami  (baca Ibu) Mertua mengeluhkan dadanya yang ia rasakan sesan dan perut bagian bawah yang sakit.

Minggu pagi persisnya, hanya butuh waktu sekitar 40 menit dari Jatiwarna masuk tol dalam kota menuju RSCM Jakarta.
 
Sementara sabtu malam sebelumnya, kami masih jalan keliling plasa cibubur, menikmati sore menjelang malam. Awalnya hendak menyaksikan Film Warkop Reborn, berhubung studio penuh sesak dan harus antri 2 jam sebelum film diputar, ya sudah nikmati malam di sebuah resto sambil memperhatikan orang yang lalu lalang.

Minggu, 23 Oktober 2016

Menciptakan ide dalam menulis.


Tidak perlu terlalu menimbang apakah itu ide besar atau ide sederhana. Apapun yang terlintas di kepala, tuliskan dan bagikan yang bermanfaat.

Ide dalam benak seorang penulis diibaratkan seperti sebuah roh. Roh yang akan membawa si penulis untuk menciptakan tulisan,-tulisan yang layak.

Dan setiap penulis memiliki cara masing-masing dalam menggali dan menemukan serta  mengasah kemampuannya mendapatkan ide.
 
Salah satunya adalah Neil Gaiman yang menciptakan sendiri apa yang ingin ditulisnya, bukan hanya menunggu.

Beberapa penulis pemula seperti saya terkadang hanya duduk menanti ide besar datang dan niscaya itu tak akan terjadi.
 
Biasanya Ide yang luar biasa akan muncul ketika sudah terbiasa mengeksekusi ide-ide yang sederhana.

Nah beruntung, beberapa waktu lalu ada  email masuk dari Nulisbuku.com yang isinya memberikan tips-tips dan  salah satunya untuk melatih kemampuan mendapatkan ide.

Sederhananya ada empat cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan ide, yaitu:

Sabtu, 22 Oktober 2016

Nyatakah Dongeng sang Ayah? (Review Ayahku (bukan) Pembohong)




Ayahku (bukan) Pembohong

Dilain waktu sang ayah juga menceritakan pesan dari suku angin, bahwa untuk memenangkan sebuah peperangan yang dibutuhkan hanya kesabaran  hati dan keteguhan yang panjang.

Satu lagi novel Tere Liye yang selesai saya baca. Untuk ukuran 300 Halaman,seminggu baru dapat menyelesaikannya, rekor terlama karena selain hanyut dalam jalan cerita yang sederhana, diselingi kesibukan lainnya selama membaca Novel Ayahku (bukan) Pembohong.

Rupanya setelah selesai membaca hingga akhir dijelaskan sendiri oleh  Tere liye, bahwa beberapa pembaca yang sudah membaca Novel “Big Fish” akan merasa bahwa Ayahku (bukan) pembohong terinspirasi dari sana. Sepertinya tere liye sendiri mencoba memberikan disclaimer  kesamaan tokoh dan jalan cerita yang terjadi adalah hanya kebetulan belaka tanpa adanya unsur kesengajaan.

Ok, lepas dari itu seperti biasa sebagia cirikhasnya tere liye dalam setiap novelnya akan selalu ada pesan yang coba disampaikan entah itu secara nyata ataupun kasat mata (hallah).  Kalau kalian baca novel ini hingga selesai. Diujung halaman terakhir, pesannya adalah bahwa ide awal Ayahku (bukan) pembohong adalah tentang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng, tentang definisi kebahagiaan, tentang membesarkan anak-anak dengan sederhana. 

Sementara konsep kesederhanaan itu setelah membaca seluruh novel Ayahku (bukan) pembohong, Hidup sederhana, apa adanya adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan di sekitar dan melewati hari-hari berjalan. 

Kamis, 20 Oktober 2016

Lebih dekat dengan sepatu lokal buatan Ranah Mba




Ranah Mba memang bermaksud untuk mengedepankan karya anak bangsa, hingga bahan dasar dan pendukungnya pun asli buatan lokal.

Perekonomina bangsa yang kuat adalah perekonomian yang di dorong dan mendukung sektor usaha kecil dan menengah (UKM). 

Program sektor ini sendiri sudah diperhatikan pemerintah dengan adanya SMESCO sebagai wadah untuk mempertemukan produk kreatif dengan konsumennya. Beberapa kali saya ikutan hadir mengikuti seminar dan melihat langsung produk-produk yang ada di SMESCO. 

Salah satu produk yang hadir di SMESCO adalah Sepatu buatan Ranah Mba. Apa itu Ranah Mba, ada di mana dan bagaimana-bagaimanya akan kita bahas lebih lanjut. 

Rabu, 19 Oktober 2016

Sebuah Cerita Baru Menanti di depan.

Sebuah pesan untuk diri sendiri
Akhirnya surat keputusan itu keluar sudah. Waktunya kembali mengosongkan gelas, belajar hal-hal baru. Iya, saya katakan belajar kembali hal-hal baru.
Setelah 5 tahun berturut-turut berhubungan dengan pembukuan umum, buku pajak, buku bank hingga berderet-deret laporan lainnya. 

Efektif Januari 2017, awal baru dengan tantangan baru menanti didepan. Bukan sebuah hal mudah memang untuk beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan baru.

Senin, 17 Oktober 2016

Baso Sumsum Balungan Komsen Jati Asih

Bakso Balungan Sekitaran Komsen Jatiasih
Pelan-pelan saja menikmati sumsumnya, kalau sudah habis isinya, tuang kuah bakso ke dalam sumsumnya, masih terasa gurih-gurih daleman sumsumnya. 


Kuliner Bakso sepertinya tidak akan lekang oleh waktu (hallah, apa coba!) secara penikmatnya dari berbagai usia dan golongan. Yang tua masih doyan, yang muda ngga mau ketinggalan. 

Sebut saja mulai dari bakso yang di jual gerobagan, hingga yang disajikan ala cafe. Bahkan beberapa sudah berinovasi menggabungkan bakso dengan kuliner lainnya. 

Beruntung saya sebagai penikmat bakso, yang baru "ngeh" bakso itu enak ketika mencicipi Bakso Teteh Cikini dan menjadi kecanduan bakso hingga hari ini

Pernah juga nyobain bakso lainnya, setidaknya bakso Teteh masih juara.

Sementara itu sekarang, Bakso sudah mulai berkolaborasi dengan kuliner lainnya. sebut saja Bakso Boedjangan asal Bandung yang lagi naik daun juga (yang ini belum nyoba, pengunjungnya masih padat ueuy).

Sabtu, 15 Oktober 2016

BUN, Drama Musikal Keajaiban sebuah Roti



Tiket Pertunjukan Drama Musikal BUN


Di beberapa segmen saya seperti sedang menyaksikan drama dengan latar musik ala Yovie and the Nuno. Atau di Segmen lainnya terhibur dengan latar musik ala K.Pop  dan Jakarta 48.

Lokasi yang diadakan di Kota Kasablanka membuat saya harus bergegas dan bersiap 3 jam sebelum pertunjukkan berlangsung. Bayangin acara jam 18.00 WIB, sudah harus berangkat dari Jati Asih jam 15.00 WIB. Dan benar saja, kemacetan mengular dimana-mana.  Terlebih lepas hujan sekitaran Cibubur dan wilayah Bogor. 

Pemilihan jalan menjadi hal yang sangat crucials, mendengar informasi radio sepanjang perjalanan dan memperhatikannya dengan seksama akan menentukan seberapa cepat sampai tempat tujuan.

Kamis, 13 Oktober 2016

Bicara Kopi di SMESCO

Membaca harian Kompas yang mengupas tentang bagaimana Kopi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi pariwisata bangsa yang tidak hanya dinikmati sendiri tapi sudah bergerak ke manca negara. Dari sejumput biji kopi di sebuah perkampungan  bawah kaki Gunung Ijen, Banyuwangi. Kopi LEREK di perkenalkan menjadi sebuah kebanggaan dan ciri desa tersebut. LEREK yang merupakan akronim dari Lerek Gombeng Sari tempat Kopi itu berasal.
 
Penduduk sekitar mulai banyak merasakan manfaat dari komiditi buah Kopi. 
 
Dan entah kenapa pagi tadi, masuk sebuah email dari SMESCO yang  2 hari kedepan menyelenggarakan sebuah perhelatan berkaitan dengan Kopi.

Rabu, 12 Oktober 2016

Mencoba Commuter Line Cikini- RawaBuntu (Bumi Serpong Damai)



Stasiun Rawa Buntu ketika Pagi hari

Yess, bersyukur banget menjadi seorang Blogger. Kenapa gitu? Pastinya sebagian kalian akan bertanya seperti itu. Bagi beberapa orang yang mengeluti dunia Bloging secara profesional akan mengamininya. Iya, sekarang Blogging sudah dapat dijadikan sebagai mata pencarian. Lalu hubungannya dengan apa yang akan saya share? 

Setidaknya menjadi Blogger adalah sebuah pengalaman unik tersendiri. Mencoba beberapa hal baru dan menuliskannya adalah sebuah keasyikan tersendiri bagi saya. 

Menjadi blogger  mengubah beberapa sudut pandang  terhadap sesuatu. Pun demikian dengan penggunaan moda transportasi massal sebagai kendaraan saya dari dan menuju tempat kerja. 

Selasa, 11 Oktober 2016

Untukmu Sebuah Pagi

 
 
Pagi selalu datang
Tak perduli kelamnya sebuah malam.

Pagi selalu datang 
Membuat malam menjadi hilang

Pagi selalu datang
Meniadakan terangnya bintang-bintang

Senin, 10 Oktober 2016

Kalau bingung tanya ke petugas, ingat ya !



Antrian Perpanjangan STNK Samsat Jakarta Utara
Pengalaman ini terjadi secara tidak sengaja. Perihalnya sederhana perpanjangan STNK dan perpanjangan SIM kendaraan roda 2. Dua tempat berbeda mengalami 2 pengalaman yang berbeda pula tetapi petugasnya sama-sama Kepolisian Republik Indonesia. 

Pengalaman perpanjangan SIM.
Sebenarnya bukan berita baru tahun ini adalah penerapan dari sanksi keterlambatan perpanjang SIM adalah harus melakukan perpanjangan di kantor Samsat Daan Mogot. Dan benar saja saya tidak memperhatikan SIM yang sudah mati masa berlakunya selama 3 bulan. Alhasil ketika sampai di kantor perpanjangan SIM daerah Jakarta Utara, langsung ditolak mentah-mentah sama petugasnya.

“SIM sampeyan sudah mati 3 bulan, harus perpanjang di Daan Mogot.”  Kata petugas loket yang melayani. Sementara ada masyarakat lainnya yang tetap ngotot bahwa SIM nya habis masa berlakunya sabtu kemarin. Dan ia merasa kalau sabtu kantor libur dan ia memutuskan untuk memperpanjang SIM hari Senin. Yang ada tetap ditolak oleh petugas dengan alasan sistem pasti menolak mentah-mentah. 

Kamis, 06 Oktober 2016

Tingkatkan Kinerja dan Performa Disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
Sudah merupakan kebiasaan rutin Rapat Internal yang dilakukan setiap bulannya dan semoga menjadi sebuah budaya positif di lingkungan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. Dalam rapat sebelumnya dibahas mengenai Instrumen Pembinaan dan Pengawasan.
Rapat kali ini juga langsung dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, DR. Istiwibowo, SH, MH.

Himbauan dari Pak ketua kepada yang hadir rapat agar  yang belum melaporkan Laporan Harta Kekayaaan Pejabat Negara (LHKPN) segera melaporkan kepada Komis Pembarantasan Korupsi  (KPK)  dan mengikuti serta mematuhi  Tax Amnesty. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. 

Selebihnya penegasan Ketua sendiri lebih kepada Disiplin Kehadiran dan Kinerja seluruh pegawai Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.

Rabu, 05 Oktober 2016

Selamat Ulang Tahun Amang Tua Prof. Taralan Tambunan

Kami Bersama Amang Tua Taralan Tambunan
 
Sejatinya Kelahiran, Hidup hingga Kematian adalah rahasia  Yang Maha Kuasa. Dan merupakan sebuah Anugerah yang luar biasa orang tua kami genap berusia 75 tahun. 

Diusianya yang ke 75 tahun, kesederhanaan masih tampak dengan gurat kebijaksanaan yang makin terlihat. Amang Tua tidak seperti kebanyakan orang Sumatera pada umumnya yang gemar berbicara. Ia akan berbicara seperlunya saja. Kesan pendiam akan terlihat bagi yang belum mengenalnya.

Usia 75 bagi sebagian orang sudah lanjut dan waktunya untuk beristirahat bermain dengan cucu. Berbeda  sedikit dengan beliau, masih bermain dengan cucu tetapi aktivitas rutin dan utama tetap dilakukan. 

Ia sudah menganggap kegiatan rutin yang dilakukannya adalah sebuah pelayanan bukan sebagai sebuah pekerjaan. Sebagai seorang dokter ahli anak, amang tua serius menekuni profesinya.

Dalam perayaan sederhana bersama keluarga besarnya, ia sempat berbagi cerita mengenai pengalaman dan perjuangannya hingga sampai ke tanah jawa. Saya beruntung sempat mendengarnya langsung dan berikut catatannya.