Rabu, 07 September 2016

Wisata ke Pangkal Pinang.

Sumber : jsofian.wordpress.com

Beberapa waktu lalu teman-teman kelas Bloger meliput langsung ke Pangkal Pinang.  Mengulik langsung keindahan dan budaya yang dapat di exlpore. Meskipun saya belum berkesempatan untuk datang langsung ke Pangkal Pinang, membaca serta mendengarkan kindahan Pangkal Pinang membuat tergerak untuk berkunjung langsung.

Letaknya sendiri Pangkal Pinang  tidak berjauhan dari gugus kepulauan Sumatera.  Kalau dihitung  jam perjalanan menggunakan pesawat udara, kira-kira 1 jam 10 menit.


Saya sendiri dalam memillih perjalanan wisata terutama yang domestik memiliki beberapa kriteria diantaranya :
  • 1. Mudah dijangkau dengan moda transportasi baik itu udara, laut dan darat.

  • 2. Direkomendasikan oleh beberapa Travel Agent.

  • 3. Sudah dikunjungi beberapa blogger.

  • 4. Memilliki destinasi wisata yang baik dan bagus serta didukung penginapan yang nyaman dan aman.

Pangkal Pinang sendiri via udara tarifnya ada diangka Rp. 750.000,- /orang untuk keberangkatan tanggal 22 September 2016 dan kembali 24 September 2016.





Lalu bagaimana dengan penginapannya, saya coba browsing, estimasi penginapan ada di angka Rp. 1.000.000,- per dua malam sudah termasuk sarapan.

Total untuk penginapan dan transport Jakarta Pangkal Pinang (PP)  harus merogoh kocek sebesar Rp. 2.500.000,- . Ini saya belum memangkas peengeluaran dengan memesan maskapai jauh-jauh hari atau mencari penginapan dengan harga miring kualitas sebanding.  Tapi memang harus berkorban kenyamanan sedikit sich.



Lalu apa saja yang dapat di exlpore di Pangkal Pinang?
Saya sendiri sudah merencanakan (kalau jadi) hari pertama pastinya akan tiba malam hari. Tiba di Bandar Udara Depati Amir. Namanya unik, membawa saya untuk menelusuri nama ini. Depati Amir anak dari salah satu pejuang terkenal di Bangka, Depati Bahrin. Gelar Depati sendiri adalah pemberian dari Belanda karena takut dengan kekuasaan Bahrin sekaligus menanamkan bibit kolonialismes. Tapi tidak berlaku kepada Depati Amir. Ia melawan dengan tegas dan berani. Sampai hari ini gelar Depati masih melekat kepadanya.

Kalau sudah malam, ada baiknya mencoba mencicipi kuliner sekitaran penginapan tapi yang bernuansa Pangkal Pinang. Dari blognya mba Liswanti saya penasaran dengan Kuliner Mie Koba Pangkal Pinang. Olahan Mie dengan campuran Kuah Ikan Tenggiri, terbayang di lidah aroma ikan kuat dengan Mie panas. Cocok untuk santap malam bersama pasangan. Untuk harganya sendiri ada dikisaran Rp. 15.000,- an

Sebelum tidur, menikmati malam bersama pasangan coba mencari minuman hangat. Berdasarkan rujukan dari Kang Arul, penasaran dengan Kopi O. Asosiasi yang ada dibenak adalah, apakah serupa dengan Kopi yang ada di Jakarta. Rupanya ini nama kedai kopi yang sudah lama berdiri, sejak tahun 1938  dengan teman ngopinya roti panggang. Jadi mikir-mikir, ini enaknya pas makan malam atau sarapan pagi ya.

Kecanggihan teknologi informasi yang hanya berada dalam genggaman membuat saya nyaman untuk mencari informasi wisata menarik apa saja yang ada di Pangkal Pinang. Setidaknya keberadaan mba wiki para blogger menolong dan memberikan inspirasi-inspirasi mana saja tempat yang layak untuk dikunjungi.

Beberapa objek wisata lainnya menurut Mba Wiki yang menurut saya pastinya akan terjangkau dan tidak mahal adalah Taman Sari, Taman Merdeka, Museum Timah, Masjid Jami', Gereja Maranatha, Gereja Katedral Pangkalpinang, Vihara Citra Maitreya, Klenteng Konghucu, Pantai Pasir Padi, Pantai Sampur, Pantai telapak kaki dewa, Pantai batu belubang, Lapangan Golf Girimaya, Chinatown, Makam Belanda (Keerkhof).

Keberagaman agama menandakan budaya toleransi tumbuh subur di bumi Pangkal Pinang. Bahkan beberapa bloger, sebut saja mas Agung Han beruntung ketika berkunjung ke Pangkal Pinang bertepatan dengan perayaan Cheng Beng.  Saya sendiri masih penasaran dengan perayaan-perayaan seperti itu.

Pangkal Pinang masih satu gugusan dengan kepulauan Sumatera, pastinya wisata pantai masih menjadi andalan. Ini juga yang membawa tangan untuk menelisik pantai indah apa saja yang ada di sekitaran Pangkal Pinang.

Lanjut ke rencana hari ke 2, pastinya seharian explore Pangkal Pinang. Belum tau juga mana yang lebih murah, carter kendaraan plus guide atau sewa kendaraan saja. Pilihan lainnya adalah ikut perjalanan wisata bersama travel tertentu.

Beberapa pantai yang harus di explore ketika berada di Pangkal Pinang.

Pantai Pasir Padi.
Pantainya sendiri menghadap langsung ke laut cina selatan. Jadi ingat lumayan bergelombang laut cina selatan. Kalau kita ke Medan pasti akan melewati laut cina selatan.  Sudah terbayang, dulu hanya melewati lautnya, sekarang dapat merasakan pasir di tepian laut Cina.

Pantai Pasir Padi (sumber : initempatwisata.com)

Sumber bangkatour.com sendiri mengatakan pantai Pasir Padi  akan ramai dikunjungi ketika musim liburan tiba.  Makanya saya agak sedikit kurang berminat berkunjung ketika berbarengan dengan musim libur. Saya dan pasangan lebih suka wisata pantai yang tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi.

Bermain dengan pasir menikmati asinnya lautan. Kalau beruntung menikmati sunset ataupun sunrise dari bibir pantai. Atau opsi lainnya adalah beranjak dengan kapal-kapal kecil ke pulau panjang dan semajun.

Pantai Tanjung Pesona.
Masih wisata tepian pantai, pantai Tanjung Pesona adalah  destinasi berikutnya. Disini ada beberapa wahana permainan air yang bisa dinikmati. Banana Boat, jetski hingga mancing ke tengah lautan.

Pantai Tanjung Pesona (sumber : initempatwisata.com)


Tapi saya sendiri lebih suka bersantai sejenak, sambil menikmati es kelapa muda. Memandang deburan ombak ke tepian pantai. Foto beberapa spot yang menarik lalu menulis beberapa bait puisi ataupun cerita pendek tentang keindahan alam.

Kalau masih ada waktu saya masih hendak menikmati wisata pantai lainnya.

Pantai Matras.
Bayangan saya yang paling berbeda dengan kedua pantai diatas adalah pemandangan dan suasananya. Beberapa bungalow dijadikan daya tarik dan daya jual dari pantai ini.

Pantai Matras  (sumber : initempatwisata.com)


Malamnya kembali saya rencanakan untuk mencoba kuliner lainnya di Pangkal Pinang. Kopi dan Olahan Mie sudah. Mungkin akan mencicipi kerupuk Kericu olahan telur cumi atau Rusip dan Pekasem. Rusip dan Pekasem adalah makanan hasil laut yang sudah di fermentasi. Beberapa blogger merekomendasikan makanan ini dalam tulisan-tulisan mereka.

Hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta pada sore harinya. Saya akan memusatkan pada wisata kota tidak pantai lagi.

Konsentrasi lebih kepada explorasi museum dan  beberapa Taman, mungkin Taman Sari yang katanya ada miniatur Monas didalamnya. Kalau sempat penasaran juga dengan museum Timah.

Sepertinya 3 hari 2 malam berada di Pangkal Pinang mampu mengusir kepenatan yang ada. Untuk transportasi dan penginapan yang nyaman ada dikisaran harga Rp. 2.500.000,-- sudah bersama pasangan (PP). Memang belum termasuk biaya travel disana dan tiket masuk ke tempat wisata.

Dugaan saya kalau mau nyaman banget, wisata santai di Pangkal Pinang itu sewa kendaraan dan guide seharian. Biar puas dapat informasi tempat wisata sekitar Pangkal Pinang.

Memang  dibandingkan Pulau Dewata, Pangkal Pinang belum terdengar gaungnya. Tapi semenjak wisata Gerhana Matahari, geliatnya mulai tampak.



Hmm, saya sendiri mulai tahun ini memberanikan diri untuk explore keindahan negeri sendiri. Banyak banget yang dapat dinikmati. Plus sudah marak travel-travel yang menawarkan paket perjalanan wisata yang nyaman dan terjangkau.

Kalau ke negera tetangga saja sudah banyak yang mondar-mandir, masa iya seluk beluk negeri sendiri terlewati. 






2 komentar:

  1. Pangkal Pinang pantai2nya cakep ya, banyak batu2 besar. Mau kesana deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mas. Saya juga ada rencana mau kesana.

      Secara pemerintahan daerah ya juga sudah banyak berbenah dan memperbaiki industri pariwisata disana.

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih