Minggu, 03 Juli 2016

Film Perjuangan Ala USA (Film Independence Day Resurgence)




Sabtu sore saat semua orang siap-siap mudik ke kampung halamannya masing-masing, sementara saya sudah memasuki masa liburan. Apa yang enak dilakuin ya.

Setelah siang tadi menghadiri  sebuah undangan acara yang pada akhirnya cukup membuat “Mood” hati sedikit kesal. 

Hmmm, kebetulan sudah hampir sebulan tidak sempat menyaksikan studio Layar Besar a.k.a XXI dan Sabtu sore kebetulan masih ada waktu lowong. Ok, bersama istri coba melipir ke Plasa Cibubur jalan sore sekaligus melihat film apa yang sedang di putar. 

Dari awal memang sudah diniatin kalau ada waktu hendak menyaksikan Film Rudy Habibie, menurut beberapa teman blogger katanya menarik. Ya, entah itu menarik atau tidak selama tidak mengandung unsur klenik, hantu-hantuan, pornografi saya lebih cenderung menyaksikan film buatan anak bangsa sendiri. 


Tapi sayangnya Plasa Cibubur kemarin sore hanya membuka 1 studio saja untuk Film Rudy Habibie, dan waktunya ngga pas banget kalau ditunggu jam penayangan berikutnya pasti waktu pulang akan semakin malam ya sudah alhasil pilihan jatuh ke film berikutnya. Ada beberapa film yang menarik tapi bukan karya bangsa sendiri. Pertama Conjuring, ini film lumayan juga pengunjungnya, tapi saya dan istri kurang suka film berbau “hantu-hantu-an”. 

Atau ada lagi Finding Dory yang katanya sekuel lanjutan dari Finding Nemo dan di negara asalnya sudah menembus 2 juta penonton. Atau Legend Tarzan, dari judulnya saja terbersit kisah tarzan yang dikemas dengan balutan cerita berbeda. Dan pilihan akhir jatuh kepada Independence Day, pilihan kepada film ini lebih kepada jam main yang lebih masuk akal, entah nanti filmnya akan seperti apa. Setidaknya dari visual gambar yang ditampilkan dan trillernya sich menarik. 

Independence Day Resurgence


Independence Day , Resurgence
Setelah 2 jam menghabiskan waktu di dalam studio XXI Plasa Cibubur. Kesimpulannya lumayan membosankan. Saya coba sederhanakan, film ini adalah perpaduan dari Film Interstellar yang di gabung dengan efek hancur-hancuran di Film San Andreas dan jalan cerita seperti Fantastic Four (Silver Surfer) alien datang menghisap sumber daya dari inti planet bumi.

Udah itu aja, secara garis besar sich iya. Tapi kalau mau detil ceritanya sih kurang lebih seperti ini.

Semenjak kemenangan manusia tahun 1996 terhadap Alien, 20 tahun berlalu. Manusia di bumi sudah hidup dengan teknologi yang maju. Peperangan antar manusia juga sudah tidak ada. Sehingga perjalanan luar angkasa sudah maju demikian pesat. Bahkan manusia sudah dapat membuat menara pertahanan di Bulan. Dan perjalanan Bulan ke bumi sudah hampir sama seperti Jakarta- Bandung. Pulang pergi dalam sehari. 

Nah tokoh intinya adalah Liam Hermswoth sebagai Jake Morrinson, penerbang kapal luar angkasa mantan angkatan udara (karena di tengah cerita ada kisah dimana Jake pernah buat salah ke sesama rekannya Capt hiller).

Alur ceritanya tidak begitu kuat, mungkin karena saya sendiri sudah termakan trailer dan visual dari bannernya. Jadi ketika menyaksikannya selama 2 jam sedikit merasa bosan dan kok sepertinya sama dengan film ini dan itu.

Hingga suatu saat Menara Pertahanan manusia di Bulan muncul sebuah pesawat luar angkasa dengan bentuk yang aneh dan ditembak jatuh. 

Sementara itu ilmuwan David levinson (Jeff Gold Bllum) masih melakukan penyelidikan dan penelitian di Bumi tentang invasi Alien 20 tahun lalu dan arti dari datangnya pesawat aneh di bulan.

Singkat ceritanya David  menemukan alien yang di tahan selama ini merayakan sesuatu (kedatangan koloni ratu alien yang ke 2).

Dan ujug-ujug cerita beralih ketika Jake menjemput David ke bumi untuk mengambil serpihan pesawat Alien yang sudah mereka tembak di bulan.

Ketegangan cerita di mulai saat ini, ketika Jake dan David mengambil Pecahan pesawat yang di tembak. Tiba-tiba muncul pesawat lainnya yang diameternya lebih besar kira-kira 4.800 an KM. 

Bulan langsung tertutup gelap dengan pesawat ini. Menara pertahanan di Bulan pun mencoba melakukan Hal yang sama dengan mencoba menembak dan menjatuhkan pesawat luar biasa besar ini. Yang ada menara pertahanan yang habis di ratakan sekejap oleh pesawat alien.



Jake dan David sendiri sudah berhasil mengambil sampel dani pesawat Alien kecil yang awalnya mereka tembak. Siapa sangka pesawat alien ini awalnya mencoba memperingati manusia akan kedatangan Pesawat Alien yang lebih besar. 


Cerita beralih ke bumi, karena itu pesawat sudah mendarat dan sudah menciptakan kerusakan dahsyat dan entah kenapa manusia-manusia yang 20 tahun lalu tertidur tiba-tiba tersadar dari tidurnya. 

Bahkan Presiden sendiri habis di ganyang sama itu Alien, yang ada sang Jenderal serta merta menjadi presiden dadakan. 

Untuk memusnahkan Alien, filosofinya sama seperti memusnahkan Lebah. Ada ratu Alien yang besar di dalam pesawatnya. Kalau ratunya mati, maka mati semua aliennya. Nah inti dari Independece Day Resurgence adalah berperang melawan Ratu Alien ditingkahi kerusakan dahsyat dan bahasa-bahasa sandi Alien dengan terminologi luar angkasa.

Dan bukan tidak mungkin ke depan akan muncul sekuel berikutnya. Bumi yang akan menyerang dan melakukan pembalasan. Di bantu oleh teknologi dari Alien Kecil yang mereka tembak di bulan.


Tanggal rilis: 22 Juni 2016 (Filipina)
Sutradara:  Roland Emmerich
Serial film: Independence Day film series
Produser: Roland Emmerich, Harald Kloser, Dean Devlin


Kesimpulannya.
Kembali karena di otak langsung menyamakan dengan film yang pernah saya tonton sebelumnya jadi yang ada timbul dugaan akan seperti apa filmnya berakhir. Mengharapkan ada sesuatu yang baru di film ini selain teknologi dan efek terutama di jalan cerita sepertinya akan kecewa. 

Tapi untuk mengusir kebosanan dan mengusir haus akan film genre Action film Independence Day Resurgance dapatlah dikatakan cukup. 

Cocok untuk menghabiskan libur lebaran. Tapi kalau masih ada pilihan lain seperti Rudy Habibie, baiknya menyaksikan Film Rudi Habibi lebih menghibur (secara buatan anak bangsa sendiri). 

Selamat menikmati liburan Sob.... :)

8 komentar:

  1. Ini acara kopdar blogger apa acara sendiri? Sdh lama nih gak nobar bareng komunitas...hehe

    Salam
    www.nurterbit.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah.. acara bareng istri pak nur.. berdua aja,, ngga bareng komunitas... kapan2 kita nobar yuks :)

      Hapus
  2. Kemarin mo nonton film ini, tapi gak jadi karena perasaan kurang menarik. Ahahah ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sedikit kurang menarik mba mia... tapi tetap lumayan menghibur kok.. kalau ada pilihan lain .. baiknya yang lain aja :)

      Hapus
  3. Menarik banget Mas Gaya Kepenulisannya. Straight dan tidak pake bahasa berbunga-bungan, jujur....berarti memang nggak ada twist-nya di akhir filmnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maklum mas ahmed.. blogger pemula belum bisa bikin bahasa yang berbunga-bunga.. bisanya polos-polos aja :)

      Hapus
  4. Sayang di Cianjur tidak ada bioskop
    kedepannya sih katanya bakal ada bahkan termegah se Asia Tenggara! :) Cuma Cianjurnya pinggiran juga ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin... semoga cianjur dibuatkan bisokop yang megah.. saya terakhir ke cianjur 2 tahun lalu... ngga ngeh juga kalau ngga ada bioskop disana... :) secara hanya numpang lewat dan beli oleh2 lepas pulang dari bandung :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih