Senin, 25 Juli 2016

Buat kita renungkan (Review Film Untuk Angeline)




Semoga keberadaan film ini murni untuk memberikan pencerahan terhadap kita yang menyaksikannya. Bukan terinspirasi untuk membuat kisah Angeline-Angeline berikutnya. 

Bulan Juli bertepatan dengan hari anak Nasional Film Untuk Angeline diputar untuk umum. Fillm  berdurasi tidak lebih dari 2 jam ini menceritakan kisah hidup Angeline. Kisah hidup Angeline yang sempat menghebohkan dunia setahun silam.  Ia di siksa secara tragis oleh ibu tirinya.

Sekilas informasinya  dari situs CNN Indonesia, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali memvonis terdakwa Margriet Megawe dengan hukuman seumur hidup. Margriet dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan Angeline, bocah berusia delapan tahun. Hakim menjerat terdakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak atas perubahan perubahan UU Nomor 23 tahun 2002.

Kemudian, Pasal 76 B jo Pasal 77 B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 76 A huruf a jo Pasal 77 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Kasus hukumnya masih berlanjut, terakhir kuasa hukum akan menyatakan banding keberatan terhadap sanksi hukum yang diberikan.


Kisah Angeline di visualisasikan.
Semoga keberadaan film ini murni untuk memberikan pencerahan terhadap kita yang menyaksikannya. Bukan terinspirasi untuk membuat kisah Angeline-Angeline berikutnya.

Kisah bermula dari kehidupan Samidah dan suaminya yang jauh berada di garis kemiskinan. Hal inilah yang memaksa untuk memberikan anaknya kepada pasangan lain, John dan Tery. Sosok Samidah diperankan manis oleh Kinaryosih, wanita miskin dengan sikap tangguh yang luar biasa. Kalau ingat Samidah (baca Kinaryosih) jadi ingat film sebelumnya MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta) karakternya serupa. Perjuangan tentang membersarkan anak.

John Lay yang memberikan nama Angeline, artinya Malaikat. Ia akan berjanji untuk menjaga dan merawat Angeline dengan baik. Setidaknya itulah yang ia janjikan kepada Samidah dan suami.
Cerita berlanjut, John sangat sayang terhadap Angeline dan ini juga yang membuat anak sulung dan isrinya menjadi cemburu.

Hingga suatu saat pertengkaran hebat membuat kambuh penyakit jantung John. Maut kemudian menghampirinya. Lepas kepergian sang ayah kehidupan Angeline berubah 180 derajat.

Intinya memang sudah terbaca film untuk Angeline, kalau kalian mencari jalan cerita pastinya akan kecewa. Terlebih bagi kalian penggemar film bergenre Action pastinya akan kecele menyaksikan film untuk Angeline. Pastinya film ini juga akan mendapat kritik dari para pemerhati film.

Nonton di TIM seru juga 

Yah memang dari segi kualitas dan cerita yang ditampilkan masih ada beberapa kekurangan di sana-sini. Tapi momen penayangannya sendiri sudah tepat di bulan Juli berbarengan dengan hari anak Nasional yang jatuh tanggal 23 Juli.

Saya sendiri menyimpulkan film ini adalah Film FTV versi Layar Lebar dan beberapa kali “nguap” (baca ngantuk). Memang membosankan di awal-awal fimnya. Tapi keadaan berubah drastis ketika menyaksikan Visual kekerasan yang dilakukan Tere (baca Margriet) terhadap Angeline.


Latarnya BALI
Tapi lepas dari itu kita (penonton) disuguhkan keindahan pantai dan budaya Bali. Memang latar belakang kejadian Angeline adalah Bali. Dan banyak keindahan Bali didalamnya. Kebetulan yang masuk dalam film adalah Pantai Pandawa.

Tebing menuju pantai Pandawa 
Kalau kalian ke Bali, harus mampir ke sini. Lagi Hits di Bali. Lokasinya tidak jauh dari Nusa Dua Bali dan berdekatan Lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana, Pantes saja Pantai ini ramai dikunjungi baik wisatawan lokal dan mancanegara.

Sunset di pantai Pandawa 

Dulunya kawasan Pantai Pandawa dikenal dengan nama Pantai Penyekjeken, perubahan nama Pandawa dilandasi dari spirit kisah pengasingan Panca Pandawa selama 12 tahun di Goa Gala-Gala. Kisah ini sejalan dengan perjuangan masyarakat ada Kutuh selama kurun waktu 1997 sampai 2010 yang membelah tebing untuk melepaskan diri dari keterpinggiran dan keterasingan hidup. Versi Lengkap Keindahan Pantai Pandawa.

Kesimpulannya.
Kekuatan dari film ini adalah pesannya. Untuk Angeline mencoba memberi pesan kepada yang menyaksikannya setidaknya ada beberapa :
  • 1.      Perhatian terhadap lingkungan sekitar. Banyak dari kita yang dengan latar belakang sibuk sehingga lupa memperhatikan lingkungan sekitar (saya juga kembali diingatkan).
  • 2.      Perhatian dari tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Kurangnya kepekaan terhadap anak didik sehingga korban seperti Angeline luput dari perhatian.
  • 3.      Rasa peduli terhadap teman, ditampilkan oleh Kesya yang mau berbagi kudapan dengan Angeline.

Hmm. Saya dapat sesuatu dari menyaksikan film Untuk Angeline. Semoga kalian yang menyaksikan film ini selain terhibur dapat juga pesan moral yang coba disampaikan oleh para pembuatnya.

Produser : Duke Rachmat, Niken Septikasari
Sutradara : Jito Banyu
Penulis Skenario : Laila Lele Nurazizah


Selamat Menyaksikan J

14 komentar:

  1. Aku ga beranin nonton ini neh

    BalasHapus
  2. Adegan nyiksa anaknya ditampilin secara gamblang? Heu..ga tega

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sich... tapi ada pesan dalam film ini yang opantas kita simak dan saksikan mba helena :)

      Hapus
  3. Sedih sama kisahnya tapi suka dengan pemandangan alamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita ambil pesan dari film ini mba nunik sekaligus menikmati pemandangan pulau dewata yang selalu tidak habis untuk diceritakan :)

      Hapus
  4. wah kita harus lebih waspada mas dengan bisikan" setan yang jahat....

    BalasHapus
  5. wah kita jadi harus lebih waspada nih mas mantap, mungkin kita kudu banyak baca hikmah" agama dah biar gak siksa" anak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga film dan kejadian ini menginspirasi kita untuk tidak melakukan yang jahat :)

      Hapus
  6. Semoga kedepan gak ada Angeline Angeline lain ya. Aku nunggu tayang di teve aja deh besok. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas.. semoga angeline saja yang mengalami itu tragedi.

      Pastinya sebentar lagi juga akan tayang di TV lokal kok :)

      Hapus
  7. Karena kisah nyata, saya jadi takut nontonnya. BTW pantainya kece sangat, haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nontonnya jangan sendirian mba nita. Dan memang pantainya kece, legi ngehits saat ini

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih