Kamis, 16 Juni 2016

Kembali diingatkan tentang INTEGRITAS (Rapat insidentil PTTUN Jakarta)


Ketua dan Waka Kembali mengingatkan pentingnya Integritas
Waktu masih terbilang pagi, ketika pengumuman bahwa akan diadakan rapat insidentil di ruang sidang utama, tepat pukul 10 nanti.

Sebagian besar pegawai bergegas menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan demi menghadiri rapat yang terbilang dadakan.

Tepat pukul 10.00 semua pegawai keluarga besar pengadilan berkumpul.
Tanpa berpanjang lebar pak wakil Dr. Kadar Slamet membuka rapat.

ooOOoo
Rapat kali ini dalam rangka pembinaan sekaligus menyikapi perkembangan situasi terkait dengan kinerja dan marwah peradilan. 

Pak Ketua juga akan memberikan arahan terkait perkembangan belakangan ini. Semua demi optimalisasi dan kenyamanan bersama.

Tanpa berpanjang lebar "corong mik" langsung diberikan kepada Ketua PTTUN Jakarta, Dr. Istiwibowo, SH, MH, kembali selaku ketua, ia menegaskan rapat ini adalah rapat insidentil terkait yang terjadi di dunia peradilan sekarang. 

Terkait maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan peradilan. Sehubungan dengan itu kita perlu ambil sikap. Agar dalam pelayanan dan pelaksanaan tugas tetap mengedepankan INTEGRITAS.

"Terlebih dalam rapat bulanan sudah kita canangkan Zona Integritas", lanjutnya. Hal ini sangat penting agar semua hal negatif di jauhkan dari kita semua. 

Laksanakan tugas dan peran dengan baik. Dengan banyaknya kejadian OTT tidak menyurutkan semangat kerja. 

"Spirit" di PTTUN harus tetap terjaga. Kerjakan sesuai dengan Tugas Pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing. Baik itu fungsional dan kesekretariatan.

Jadikan semua yang terjadi sebagai alat introspeksi untuk meningkatkan semangat kerja.

Bahkan juga ia menjelaskan Usia pensiun Hakim Agung yang awalnya 70 menjadi 67. Dan terus berkurang juga ke tingkat dibawahnya. 

Sementara itu logika awalnya adalah usia 70 tahun dijadikan alasan karena  diusia itulah sosok hakim mencapai tingkat kebijaksanaan yang sempurna. Tahan terhadap setiap godaan yang datang. Terutama dalam menjaga integritas.

"Badai pasti berakhir", ungkap pak Ketua. Semua persoalan yang hadir sikapi dengan bijak dan akan mendewasakan kita semua. 

Fenemona saat ini adalah "mengatasnamakan majelis" meminta sesuatu kepada para pihak. Juga terjadi di PTTUN.  Demi memenangkan sebuah perkara/putusan. Saat ini sedang juga diusut siapa yang melakukan bekerja sama dengan kepolisian setempat. 

Perlu juga dibuatkan banner agar masyarakat jangan percaya dengan iming-iming penyelesaian perkara dengan jalan belakang. 

Ini adalah "action" kita sebagai bentuk tindakan melawan oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah sebagai bentuk Zona Integritas di wilayah peradilan. 

Ke depan juga beberapa perkara yang melibatkan perhatian masyarakat umum harus ditangani dengan Integritas tinggi. 

Pak Wakil  demi melanjutkan arahan dari pak Ketua menambahkan, Profesionalitas, Integritas dan pelayanan ini adalah 3 aspek yang harus di jalankan di lingkungan peradilan. 

Revolusi mental harus dijalankan. Rubah mindset dan perilaku untuk antisipasi terhadap kejadian yang sedang marak. 

Ini adalah tantangan peradilan ke masa depan. 

Banyaknya Mal Administrasi, seperti mempersulit masyarakat dan lainnya. Layani setiap masyarakat tanpa adanya pamrih apapun. 

Tolong seluruhnya menjaga agar rumah kita bersih dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Banyak modus operandi yang dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan atau menjelekkan nama peradilan. 
Pak Muljadi memberikan tambahan mengenai Pentingnya Integritas

Pak Mulyadi selaku pimpinan bagian fungsional juga angkat bicara, pesannya adalah agar seluruh warga peradilan menjaga integritas dan bangun dari keterpurukan yang sedang terjadi. 

Terakhir Pak  Ketua menambahkan bahwa ISO yang sudah ada harus dilaksanakan dengan baik. Dan berguna untuk menangkal setiap prosedur yang salah dan menyimpang. 

Waka juga kembali  menegaskan agar optimalisasi WASKAT, pengawasan melekat dari atasan langsung setiap bagian.

Bahkan ke depan, bahwa setiap orang yang bermasalah, tidak hanya yang bermasalah saja yang dihukum melainkan atasan langsung dan atasan berikutnya di kenakan sanksi juga. 
ooOOoo
Kedepannya Sinergi dan sistem akan berjalan beriringan.

Mahkamah Agung sendiri sudah banyak mencapai capaian (raihan) yang positif.

Memang masih ada yang kurang berkaitan dengan Zona Integritas. 

Sebut saja percepatan penanganan perkara, keterbukaan perkara bahkan lanjut ke sistem informasi yang memadai. 

Bahkan merujuk Hakim Agung di Amerika menerima hadiah saja tidak boleh. 

Pak Arif selaku Hakim menambahkan bahwa Cyber Crime dikendalikan oleh orang IT dari luar. Tentu saja didukung oleh orang sekeliling kita. Bukan hanya rekan bisa saja pengacara atau siapa saja yang terlibat dalam sebuah pengadilan. 

Ini adalah "warning" untuk kita semua, dalam berhubungan dengan pihak luar agar tidak mudah menjanjikan sesuatu. 

Ia juga sharing pengalamannya sebagai hakim tinggi.


Ibu Diah Yulidar juga ikut menyuarakan aspirasi. Ia mohon agar data putusan dan tanggal putusan akurat. Menyangkut "publish" dan pihak tidak tahu datangnya kapan. Demi mewujudkan pelayanan yang memudahkan penggunanya jasa pengadilan. 
Senyum, Demi Masa Depan Peradilan Yang lebih baik

ooOOoo
Intinya dari rapat insindental adalah kembali diingatkan untuk terus meningkatkan kinerja, Integritas dan layanan kepada masyarakat pencari keadilan. 

Terlepas dari banyaknya berita negatif tentang peradilan. Memang tidak kita pungkiri masih banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Setidaknya tetap jaga nyala api integritas itu dalam setiap layanan terhadap masyarakat.

Terima setiap cibiran dengan lapang dada dan tetap lakukan yang terbaik pesan pak Ketua dan wakil, sekaligus menutup rapat kali ini. 


#Semoga Tuhan Menyertai Peradilan Indonesia

















Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih