Sabtu, 25 Juni 2016

Klub buku Salihara. (Perdana)



Klub Buku Salihara
 "Pengalaman sejarah yang sama dengan Indonesia namun sudut pandang kepenulisan yang berbeda dengan penulis Indonesia."

Sabtu Sore, di sekitaran Pasar Minggu tepatnya di Gedung Salihara. Kali ini di gagas sebuah klub untuk para pecinta buku. Sebagian besar para pecinta buku adalah murid bimbingannya Mba Ayu Utami.

Kali ini ada beberapa Narasumber yang akan berbagi cerita tentang buku dan riset yang sudah mereka lakukan, sebut saja adalah Alfa Hambali, jauh-jauh  dari Riau hadir untuk acara ini. Atau ada Gladys seorang Mahasiswa Psikologi UI

Jumat, 24 Juni 2016

Buka Bersama PT KCJ Wujud Kepedulian terhadap penumpang dan Komunitas



Bukber KCJ TA 2016
Pertumbuhan penumpang 24,5% pertahun. Perjalanan KRL kira-kira 882 perjalanan. Titik kejenuhan sudah dipersiapkan. Penataan sudah dilakukan agar perlambatan KRL  dapat teratasi.

Selama ini hanya berinteraksi dengan adminnya Commuter Line via Twitter ataupun Media Sosial. Beruntung KCJ mengadakan acara buka bersama komunitas, sehingga dapat tahu komunitas mana saja yang  aktif bergabung dengan KCJ.

Selasa, 21 Juni 2016

Perjuangan Sabari Bin Insyafi (Resensi Novel Ayah, Andrea Hirata)



Kalau bicara mengenai  Andrea Hirata yang terlintas adalah Laskar pelangi dan lanjutannya. Rupanya masih ada beberapa karya lainnya dari abang ini. Sebut saja buku Ayah salah satunya. 

Dan bukan sebuah kebetulan juga saya selesai membacanya tepat pada saat perayaan hari ayah (untuk wilayah eropa dan sekitarnya, minggu ke 3 Juni) tepatnya 19 Juni 2016.

Detil bukunya sendiri
Judul              : Ayah
Penulis             : Andrea Hirata
Penerbit           : Bentang Pustaka
Terbit               : Mei 2015
Tebal               : 412 halaman + xx

Andrea Hirata sendiri mengejawantahkan kehidupan Sabari dalam Novel Ayah. Entah nyata atau tidak hanya Andrea dan Tuhan yang mengetahuinya.

Tapi dari keseluruhan cerita buku setebal 412 halaman. Tersimpan pesan positif dan membangun dalam alur cerita yang sederhana. 

Kamis, 16 Juni 2016

Kembali diingatkan tentang INTEGRITAS (Rapat insidentil PTTUN Jakarta)


Ketua dan Waka Kembali mengingatkan pentingnya Integritas
Waktu masih terbilang pagi, ketika pengumuman bahwa akan diadakan rapat insidentil di ruang sidang utama, tepat pukul 10 nanti.

Sebagian besar pegawai bergegas menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan demi menghadiri rapat yang terbilang dadakan.

Tepat pukul 10.00 semua pegawai keluarga besar pengadilan berkumpul.
Tanpa berpanjang lebar pak wakil Dr. Kadar Slamet membuka rapat.

Selasa, 14 Juni 2016

Arung Jeram ya Arus Liar.



Kantor Arus Liar Di Tepi sungai Citarik

Dimulai dari gemiricik merdu aliran sungai, saung-saung yang dibuat se-kreatif mungkin. Yang pasti keamanan di Arus Liar sangat terjamin. Mengingat pada saat kami berkunjung, hanya kami berdua yang menginap di saung. 

Sebenarnya selama ini hanya sering dengar nama Arus Liar, tanpa pernah nyambangi langsung ke sana. Karena saya juga bukanlah penggemar olahraga Arung Jeram. Kebetulan beberapa waktu lalu di salah satu pameran pariwisata, Arus Liar buka stand dan memberikan penawaran menarik selama pameran. Alhasil jadilah kami (saya dan istri) mencoba olahraga yang sebagian menyatakan bukan olahraga biasa.

Sebenarnya bukan hanya olahraga arung jeram saja yang ditawarkan Arus Liar. Tempat penginapan mereka juga sangat layak untuk sekedar melepas penat. Dan juga pasangan baru dapatlah menghabiskan waktu menikmati kebersamaan menyatu dengan alam.

Lokasinya sendiri kurang lebih 100 KM dari Jakarta. Setelah tiba di pasar Ciawi,  ambil arah ke Sukabumi, hingga bertemu dengan Tugu  Arus Liar. Nah perjalanan dari Tugu Arus Liar ke dalam itu kurang lebih 26 KM. Sejauh mata memandang akan disuguhi kebun kelapa sawit. Jalanan berliku-liku, perlu ekstra hati-hati. 

Secara keseluruhan jalanan sudah layak untuk dilewati kendaraan karena sudah sebagian besar ter-aspal rapih. Tapi keloknya terkadang bikin semilir jantung, terutama bagi yang menggunakan kendaraan matic

Rabu, 01 Juni 2016

Indonesia Darurat Rokok, Sosialisasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016

Undangan Suarakan Kebenaran
Tidak terbukti sel otak mampu di stimulus kreativitasnya oleh rokok. Memang rokok mampu mengurangi stress tapi masih banyak cara mengurangi stres tidak  melalui rokok.


Saya sendiri baru sadar bahwa tanggal 31 Mei adalah hari Tanpa Tembakau sedunia. Dan Kementrian Kesehatan mengadakan sosialisasi tentang bahaya merokok bersama jajaran instansi dan kementrian lainnya.

Siapa sangka Indonesia sudah sangat darurat dalam konsumsi Rokok, bahkan dunia lainnya menyebut Indonesia sebagai bab smookers terbesar. Miris kan.

Dan hanya sebatas sosialisasi dan penyadaran moral yang dapat dilakukan kementrian Kesehatan dan kementrian terkait. Kaena bukan sebuah perkara mudah untuk menutup langsung Indusri Tembakau.

Mengambil lokasi di Gedung Graha Bakti Budaya TIM, tempat “kongkow” para pegat seni, Kemenkes mengadakan Diskusi tentang ringan hangat dan berbobot tentang Bahaya Rokok.

Tidak tanggung Mc-nya sendiri diambil dari kalangan Profesional yang handal Ira Koesno (mantan News Anchor di SCTV) dan Dr. Lula Kamal Praktisi dan pemerhati masalah kesehatan.

Acaranya sendiri dijanjikan mulai pada pukul 9.00 pagi, tapi terkendali situasi yang hadir sedikit mundur hingga ke pukul 10.00 WIB.

Tidak berbeda jauh dengan acara yang biasa diadakan instansi lainnya, sambutan dan nasehat dan kata pengantar menjadi sebuah tradisi penghangat suasana, pemanasan sebelum diskusi berlanjut ke jenjang berikutnya.