Senin, 16 Mei 2016

Bassura City tawarkan alternatif investasi yang minim resiko, ya ...Property.

Meeting Pointnya Bassura City



Saya sepakat dengan istilah, jika kamu belum mampu menyederhanakan sebuah hal, pastinya kamu belum paham hal itu secara benar. Pun berlaku sama dengan tulisan dibawah ini.

Pastinya mengenai judul tulisan diatas akan ada pro dan kontra. Tapi biarlah menjadi pro dan kontra sementara saya sendiri masih menyakini Investasi yang minim resiko  ya property.  Pastinya kalian akan bertanya kenapa demikian? Helooo,,, saya bukan ahli keuangan handal, meskipun dari latar belakang sekolah ekonomi. Akhirnmya perjalanan hidup jugalah yang mengajarkan kepada saya (sementara ini) properti masih merupakan pilihan menarik.

Dan ketertarikan saya terhadap dunia poperty membawa kaki melangkah ke sebuah acara Blogger perempuan yang menggandeng Bassura City. Lah kenapa juga  ikutan acara Blogger Perempuan, helooo... meskipun saya Blogger Laki, tapi kan istrinya  perempuan juga kali.... untung saya bukan LGBT. 

Lanjoot...ditambah  lingkungan juga mengajarkan investasi di property masih menjanjikan hingga beberapa tahun kedepan. Memang acara besutan Bloger Perempuan menampilkan sosok Fioney Sofyan salah satu pakar keuangan. Bahkan anaknya yang usia 11 tahun sudah diajarkan Trading di pasar saham. Sosok ibu ini mencoba menyederhanakan sesuatu yang berhubungan dengan dunia keuangan. Khusus dalam acara Bloger Perempuan dikaitkan dengan dunia properti. 

Pastinya kalau hanya bicara mengenai property ngga lengkap kalau hanya  menghadirkan ahlinya biar seru sekalian juga di konfrontasikan dengan “pedagang” nya.  Bassura City yang diwakili  Andreas, saya sempat bicara sama beliau ada kali 2-3 jam. Tukar pikiran, adu argumentasi dengan bapak ini menyenangkan, mungkin karena kami sama-sama besar di priok dan berlatar belakang suku yang sama. Lah coba kalian bayangkan ngobrol ngalor-ngidul selama 3 jam. Eh,, baru tau dia  anak free York, bah halak kita pulak (amang tahe… )

Bincang santai bahas Property bareng pakarnya

Pesan Ibu Fioney
Property masih menarik dalam beberapa tahun ke depan, meskipun sempat adanya kekhawatiran  beberapa Blogger Perempuan  mengenai  bubling di Industri Property.

Apa itu Bubling property? Bubble Properti atau Penggelembungan Properti adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan harga-harga properti secara tidak wajar. Kewajaran dari peningkatan harga berlaku secara bertahap seiring dengan meningkatnya tingkat inflasi atau pendapatan secara merata. Efek yang terjadi Jika cepatnya pergerakan harga terus dibiarkan terjadi akan ada kondisi terjadi pecahnya "Bubble Properti" yang menjadikan harga-harga properti jatuh diikuti dengan ambruknya ekonomi secara menyeluruh sehingga akan menimbulkan masalah nasional berupa resesi ekonomi.

Menurut prediksi Ibu Fioney Indonesia masih sedikit jauh dari Buble Properti, ya kita doakan semoga jangan sampai terjadi. 

Memang segala sesuatu pasti ada resikonya saya sepakat dengan hal itu. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan resikonya. 

Ibu Fioney menegaskan kembali mengapa penting berinvestasi di bidang Property


  • 1.       Property adalah salah satu jenis investasi yang tertua dan terlama di dunia.
  • 2.       Bisa di turunkan ke anak kita, kalau kita tidak ingin memakainya.
  • 3.       Harganya yang terus meningkat.
  • 4.       Kebutuhan akan property atau  tempat tinggal terus meningkat.

Kenaikan harga property sendiri periode 2006-2016 berada di kisaran 520%

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih property yang baik adalah  1.Lokasi 2.Lokasi 3.Pengembang 4.Akses 5.Fasilitas.

Sementara jika kita hendak menyewakan kembali tingkat keuntungannya untuk property rumah berada di  6-8% sementara hunian apartemen berada diangka 10-15%
Ilustrasi KPR
Harga Rumah
500.000.000,-
Dp

150.000.0000,-
Dp
150.000.000,-
30%
Cicilan 1
3.262,459,-
Hutang
350.000.000,-
70%
Bea
2.500.000,-
Bunga
9,5%
PA (pertahun)
BBN
12.500.000,-
Waktu
240 Bulan
Bulan
Bea Adm
250.000,-
CicilanBulanan
3.262.459,-

Asuransi Jiwa
1.575.000,-



A.      Kebakaran
350.000,-
Total Bayar
782.990.198,-

Total DP
170.437.459,-
Grand Total
953.427.619,-




Dari sini kita bisa tahu dari harga 500 juta dengan cicilan 240 bulan  menyebabkan harga rumah menjadi  Rp. 782.990.198,- di tambah lagi total DP sehingga total harga rumah Rp. 953.427.619,- dalam waktu 20 tahun.
Bandingkan dengan Ilustrasi Apartemen
Untuk Apartemen seharga Rp. 500.000.000,00
Installment 24 kali = Rp. 20 jutaan
Installment 36 kali = Rp. 15 jutaan
Installment 48 kali = Rp. 10 jutaan
Total harga Apartemen menjadi 1,5 M


Hargasewaper tahun: Rp. 50 juta–Rp. 100 juta
Tahun kedua, harga sewa per tahun: Rp. 57,5 juta–Rp. 115juta
Tahun ketiga, harga sewa per tahun: Rp. 65 juta–Rp. 130 juta
Tahun keempat, harga sewa per tahun: Rp. 72,5 juta–Rp. 145 juta
Tahun kelima, hargas ewa per tahun: Rp80 juta–Rp. 160 juta
Untuk tahun ke 5 Total pendapatan sewa Rp. 650 juta
Jika  sampai di tahun ke 20 dengan harga sewa berhenti di kisaran Rp 160.000.000,- Total harga Aprtemen itu ada di angka 2,6 M. 

Beda yang sangat signifikan, tapi jangan terlena, ini hanya hitungan diatas kertas.  Hasilnya belum tentu sama persis dengan prakteknya kelak.  
Tetap perhatikan faktor resikonya  seperti
1.Pengembangnya nakal
2.Property Silent Hills
3.Tidak ada yang menyewa property kita
4.KPA ditolak

Basura City, property menarik siap untuk dilirik
Letaknya sendiri Basura  masih berada di sekitaran Jakarta Timur. Persinya berada di samping pasar gembrong, ituloh pasar khusus yang menjual perlengkapan permainan anak.  Konsepnya sendiri Mal  yang digabung dengan Apartemen.

Sebagai pengembang Synthesis Development yang sudah sukses dengan KALIBATACITY kini mencoba menghadirkan "BASSURA CITY" sebuah kawasan superblock, dengan lokasi lebih strategis dengan konsep yang lebih baik, fasilitas lebih lengkap, dan dengan harga yang tetap terjangkau. 

Seperti yang sudah saya sebutkan, Bassura City terletak sangat strategis di Jalan utama BASUKI RAHMAT kira – kira 6,7 Km dari Mal terdekat yaitu  Ambassador.  Tepat disamping Jalan Tol Dalam Kota (Tol Bypass Tj.Priok- Cawang) kedepanya kemungkinana akan dibangun juga akses pintu tol BECAKAYU (Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu)  sekaligus  memiliki jalur akses terbaik ke Kawasan Pusat Bisnis Jakarta seperti Mega Kuningan, Casablanca, Rasuna Said, Sudirman,Tebet. Dari segi lokasi memang sangat strategis tempatnya.
Berkat acara Blogger Perempuan ini  juga membawa saya untuk berkenalan dengan Marketing Basura yang ramah dan bersahabat namanya Mba Anthi, ia sendiri bisa dihubungi di 0897 9311  812 / 0878 8446 5218. Saya banyak mendapat informasi dari beliau ini.  

Masih kurang lengkap juga dengan informasi yang diberikan mba Anthi. Ia mengenalkan saya kepada Pak Andreas,  nah Pak Andrea ini juga yang mengajak para blogger untuk "Touring“ keliling apartemen Basura. Sebagai informasi saja saat ini hanya tersisa 2 tower yaitu Heliconia dan Jasmine. Kisaran 200 kamar lagi.

Ruang santai di Bassura city dengan Sertifikat Mitra Kerja sebagai latar belakangnya
Meskipun harga yang ditawarkan tidak dapat dikatakan murah-murah banget. Tetap saja penjualan apartemen basura laris bak kacang goreng. Bayangkan dari tower sebelumnya yang sudah terjual sekitar 6000 unit dan hampir 50% sudah mulai terisi. 
Sederhananya perhitungan Bassura City serupa dengan yang dijelaskan dengan Ibu Fioney.
Tahun pertama itu di angka 5.500.000,-
Tahun kedua ada di 7.500.000,-
Tahun ke 3 ada di 12.000.000,-
Nah itu yang normal perhitungannya.  (detil lengkapnya nanti ya... Lagi ngumpulin data :) )

Mba Anthi dan Pak Andreas pastinya akan senang menjelaskan kembali ke kalian jika ada penambahan DP atau dana lebih baik diawal atau ditengah.
Pastinya akan dihitung ulang kembali hingga jatuh ke angak yang disepakati.
Tapi yang unik dari pembicaraan saya kemarin, salah satu tim marketing pak Andreas, namanya Oscar bahkan sudah mengambil apartemen. Dan tidak tanggung –tanggung beliau mau menunjukkan berapa jumlah apartemen yang diambilnya demi meyakinkan konsumen. 
Tidak berhenti disitu, Pak Andreas pun rupanya sudah mengambil 1 unit apartemen di Basura untuk ditinggalinya bersama keluarga.
Hmmm,,, mereka saja yang merupakan tim dari marketing apartemen Bassura berani untuk mengambil unit di Basura, bahkan beberapa join (gabungan) dengan teman yang lain. 
Semakin menjanjikan untuk dimilliki. Seolah-olah tim marketingnya mau bilang, kami saja sudah punya, kalian kapan....  :) 

Percakapan saya dengan Pak Andreas belum selesai, ia menjanjikan akan mengajak saya ke apartemenya. Mau tau isinya seperti apa?

Nanti saya coba kulik di cerita berikutnya... :)  Sekaligus lebih detil mengenai perhitungan untuk memiliki sebuah apartemen?  Cari-cari temen dulu siapa tahu ada yang mau join di Bassura City.

 
“Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Basura City dan Blogger Perempuan


6 komentar:

  1. "meskipun saya Blogger Laki, tapi kan istrinya perempuan juga kali"

    wkwkwkwk ngakak saya baca ini mas :)

    btw, itung2annya kayaknya menarik nih mas
    lumayan buat referensi ke depan (bookmark dulu ah)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Acaranya bagus mas.. Tapi nama komunitasnya blogger perempuan.. Agak gimana gitu..makanya ajak istri..Hahahaha...

      Saya juga nulis biar punya referensi ke depan mas.. :)



      Hapus
  2. makasih banyak info di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga infonya berguna ya mba Tira.. :)

      Hapus
  3. Harusnya aku nggak pernah bolos pelajaran matematika dulu... baca ini jadi pusing. Mate dah... *tepok jidat* tapi kalo baca akhirnya emang terlihat menggiurkan yah punya apartemen. Apalagi kalo disewain ke expat.... mata udang mereka kan dolar.. bisalah 2x lipet... hehehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha-ha-ha.. Sama mba.. Saya juga sering bolos waktu pelajaran matematika dulu..

      Tapi jangan panik dulu. . mas Andre sama mba anti cukup sabar dan menyederhanakan semua bahasa rumit menjadi bahasa yg ringan kok...

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih