Sabtu, 26 Maret 2016

Rumah Sumsum Bogor Jawa Barat



Sop Sumsum (paket 1) Rumah Sumsum Bogor 

Bogor... iya Bogor. Sekali lagi saya memiliki sebuah hal yang bisa di ceritakan tentang Bogor. Sekalipun saya bukan orang Bogor ya. Sama halnya dengan Pulau Dewata Bali, Bogor punya banyak cerita dan hal yang bisa dilakukan serta dikunjungi

Jumat, 25 Maret 2016

Cerita sukses dari film "The Blind Side"


Jumat-Minggu akhir pekan kali ini masuk dalam rangkaian libur panjang. Mulai Kamis sore jalanan Jakarta sudah padat oleh lalu-lintas kendaraan yang hendak menghabiskan liburan ke luar kota. Setidaknya Bandung merupakan salah satu tujuan terdekat dan terfavorit oleh penduduk metropolitan. 

Sementara saya, setelah lelah dengan kemacetan Kamis sore ada baiknya Jumat beristirahat sejenak sambil melepas kangen dengan keluarga dekat. 

Tiba-tiba mata saya tertuju dengan sebuah tulisan positif dan saya gabungkan dengan meme gambar diri. "Suksesnya hidup tidak ditentukan dari bagaimana kita memulai tapi dari bagaimana kita menjalankan kehidupan yang sudah diberikan."

Tentunya akan masih bisa dibantah bagi yang menganut aliran, segala sesuatu yang dimulai dengan tidak baik pastinya akan berakhir dengan buruk. 

Yah setidaknya masih tersedia ruang untuk diperdebatkan.

Minggu, 20 Maret 2016

Neurodermatitis, penyakit apa lagi nich?




Setidaknya dalam waktu 6 tahun dua kali sudah  berkunjung ke klinik dokter ini. Kalau tidak terpaksa benar, saya sendiri enggan untuk datang ke tempat praktek beliau. Pengalaman 3 tahun lalu koreng di kaki sembuh dibuatnya. Dokternya sendiri ramah dan bersahabat sebenarnya. Terlebih ia akan meladeni setiap pertanyaan yang diajukan pasien.

Alhasil, setelah lelah dengan luka koreng di kaki yang tidak kunjung sembuh, mau tidak mau dan suka tidak suka harus berkunjung juga.

Pastinya kalian akan bertanya kenapa saya enggan untuk berkunjung ke klinik dokter kulit? Saya masih “Jengah“ dengan namanya Dokter Kulit dan Kelamin. Dalam benak saya yang datang ke sini adalah orang-orang yang bermasalah dengan kelaminnya, padahal tidak demikian setelah berbincang panjang lebar dengan dokternya. Dr. Sasa Khairunisa, SPKK, nama lengkapnya, ia berpraktek di salah satu apotik sekitaran poltangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Senin, 14 Maret 2016

Jakarta - Bandung dalam sehari (PP) demi menghadiri hajatan keluarga




Berangkat pagi dan pulang siang dari Bandung
Manusia sebagai makhluk sosial sudah merupakan sebuah keharusan untuk terus dapat berinteraksi dengan sesamanya. Salah satu bentuk interaksi itu adalah dengan saling mengunjugi satu dengan lainnya. 

Begitupun dengan kami keluarga besar Ginting. Sabtu pagi-pagi sudah siap berangkat ke Bandung, sekitaran Lapas Sukamiskin, jalan Ahmad Yani Bandung Jawa Barat.  Gedung PU, persisnya. Ada kerabat dekat sekaligus tetangga sekitaran rumah yang memiliki hajat pernikahan anaknya.

Jarak Jakarta – Bandung sendiri kurang lebih kisaran 121 KM, mengacu pada rambu yang tertera. Berangkat pagi buta jam 3 pagi, melipir sebentar sekitaran Cibubur dan tiba di Tg. Priok tepat pukul 5 pagi. 

Perjalanan dimulai, syukurnya Cikampek Sabtu pagi masih bersahabat. Cukup lenggang dan dapat memacu Black di kecepatan 100KM/jam.
Pesta adat yang sejatinya dimulai pukul 08.30 waktu Bandung dapat dimulai tepat waktu, dan kami tiba pukul 8 teng.

Selasa, 08 Maret 2016

Sinergi dan berbagi dari CNI.



Pak Dian Kelan berbagi bukunya di Sinergi bareng CNI

Kalau ditanya ke kalian apa  yang terlintas ketika kata CNI di berikan? Multi level marketing, prospek atau apa lagi. Kalau ditanya saya. Yang terlintas adalah kopi ginsengnya. Secara saya kenal kopi ginseng dari produk CNI.

Tapi tenang bukan itu yang kita bahas. Jangan terburu paranoid dengan citra MLM dan CNI yang berkembang. 

Blogger di undang CNI di Pusat Jakarta, tepatnya Plasa Festival. Sekitar 30 blogger hadir lepas makan siang. Ani Bertha Freelance blogger membagikan ilmunya seputar mengelola konten dan produksinya. 

Sementara CNI memberikan konsep mengenai iklan dan keuntungannya di era dunia digital saat ini.
Lalu apa saja yang coba di share CNI seputar Digital Marketing.

Rabu, 02 Maret 2016

Bentuk lain cinta yang tersembunyi tapi saling mengerti (Hujan, Tere Liye)




"Hujan.. siramilah...Hujan basahi kemarau-ku..ingin jadi kenyataan mimpi yang dulu kita ucapkan.. hujan siramilah..."  penggalan lirik lagu dari Slank tentang Hujan.


Hujan bagi sebagian orang adalah berkah, datangnya hujan mengusir kekeringan yang melanda. Mengusir debu yang pekat. Hadirnya hujan membawa kesegaran tersendiri bagi sekitarnya.
Tapi tidak bagi Lail, Hujan adalah pertanda akan sebuah kejadian. Rekaman di kepalanya selalu memutar setiap kejadian buruk kala hujan hadir.

Tapi hujan juga yang buat semangat hidupnya tetap hadir, terus berjalan menapaki hari demi hari.
Setting yang diambil dari masa depan, saat semua teknologi informasi sudah masive berkembang. Lail kecil yang tinggal dengan sang ibu di sebuah kota metropolitan dengan moda transportasi yang canggih.   

Siapa sangka kecanggihan tidak mampu melawan takdir alam. Bencana alam meluluhlantakan  kota mereka tinggal. Bahkan sang ayah yang berada di bagian lain kota  ikut merasakan imbasnya.

Selasa, 01 Maret 2016

Bang Roy, Tukang Tambal Ban Stasiun Cikini

Lokasinya persis dedepan BCA Cikini
 

Jarang-jarang loh ada "orang betawi" yang menekuni profesi ini. Sebab bukan rahasia umum lagi kebanyakan profesi tambal ban disandang suku kami (batak).
 
Pagi itu cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan kategori ringan hingga sedang melanda kawasan cikini dan sekitarnya. Kalau sudah turun hujan biasanya diikuti genangan di jalan.

Para pengguna jalan baik roda 4 dan roda harus siap ekstra hati-hati. Tapi namanya dijalan apapun bisa terjadi. Genangan dapat di hindari, tapi siapa juga yang memperhatikan benda-benda kecil, tajam dan berbahaya.