Minggu, 15 November 2015

Salah satu Budaya Batak Karo yang unik

Bekasi Selatan pagi ini cuacanya cerah, pagi-pagi sekali sudah siap untuk menghadiri acara blogger di bilangan Pondok Indah. Tiba-tiba telp berdering, orang tua  mengabarkan ada kerabat dekat yang kedukaan. Alhasil semua  acara yang dijadwalkan hari di reschedule ulang. 

Ya sudah daripada kecewa tidak menuliskan sesuatu di Blog, mari kita bahas mengenai adat Batak Karo saja :) 

Sumber gambar : http://silima-merga.blogspot.co.id/2011/04/sistem-teknolologi-suku-karo.html
Sebagai salah satu bagian dari Keluarga besar Batak. Batak Karo memiliki tradisi yang unik dan berbeda. Meskipun secara garis hampir serupa dengan Batak umumnya. 

Pastinya kalian akan bertanya bedanya dimana bukan? Selain dari segi bahasa, beberapa yang membuat Batak Karo berbeda dengan batak lain adalah Struktur susunan acara dalam sebuah acara dan penyebutan beberapa istilah-istilah.

Dan inilah yang membuat Suku Karo merasa berbeda dengan suku batak lainnya. Pastinya kalau dibahas ngga akan pernah selesai. Sebagai satu rumpun dalam suku batak ada baiknya saling menghargai dan tidak membahas perbedaan yang ada.

Ok, mari kita lanjutkan. saya pun menghadiri pemakaman salah satu kerabat. Mengambil lokasi di sekitaran Cibubur. Lokasinya cukup panas tapi cenderung bersahabat. Jam 9 pagi, Jambur (sebutan untuk tempat berkumpul dalam bahasa karo) sudah hadir kira-kira 50 orang terdiri dari kerabat dekat. Sementara yang lain masih berada di jalan. 


Ini Yang unik dari Suku Karo
Dalam menguburkan seseorang yang  sudah meninggal pastinya tidak akan langsung dikuburkan. Selain menunggu kerabat lain yang masih di jalan. Diberikan kesempatan masing-masing yang  hadir untuk berbicara mengenai sosok yang meninggal. 

Ngobrol membicarakan acara seremonial sebelum pemakaman.

Eits, jangan salah. Untuk urusan bicara juga ada aturannya. Semua akan dapat gilirannya tapi satu persatu dan bergiliran sesuai urutan kepangkatan dan senioritas (apa coba, tapi bener loh). Dalam hal berbicara dan adat istiadat memang suku karo menjunjung tinggi kepangkatan dan senioritas. Kepangkatan dan senioritas disini adalah Kalimbubu (B.Toba Hula-Hula) dilanjutkan dengan Sembuyak (ini apa ya padanannya)  dan Anak Beru (Toba : Parboru).

Biasanya Anak Beru akan bertanya ke Kalimbubu mau dibuat acara seremonial sebelum pemakaman seperti apa? Anak beru yang akan ber-repot-repot ria demi suksesnya acara pemakaman. Oh iya anak beru juga seksi repot tidak hanya di pemakaman bahkan di pesta pernikahan seseorang.

Keunikannya tidak berhenti disitu, ketika masig-masing berbicara mengenai sosok yang meninggal, diiringi musik (biasanya keyboard). Yang membuat unik adalah lantunan kesedihan-nya itu sesuai dengan lantunan ketukan nada dari musik keyboard. Sementara yang lain mendengarkan sambil mengangkat ke dua tangan  melakukan tarian kesedihan dan bergerak sesuai irama musik. Sedih aja masih bisa nyanyi saya membathin dalam hati.

Tarian dukacita (menangis sambil menari)
Biasanya acara seremonial adat ini paling cepat sekitar 3-4 jam itu juga dengan catatan yang hadir sedikit atau pun kalau banyak, perwakilan yang bicara sedikit. Repotnya jika yang mau bicara banyak dan tidak mau diwakilkan acara biasanya memakan lebih dari 1 hari dan cukup melelahkan. 

Keunikan yang terakhir adalah kumpulan anak beru biasanya akan siap siaga hingga acara selesai dan tidak mendapat upah atau balas jasa khusus. Disini tanggung jawab sebagai anak beru  di uji, Kalimbubu sebagai yang sosok yang harus dihormati biasanya akan mengucapkan terimakasih dan pujian kepada anak beru.



Salut untuk orang-orang yang masih mau perduli dengan budaya Karo dan tetap menjaga kelestariannya. 

Disclaimer.
Tulisan ini hanya sekedar catatan harian saya pribadi berdasarkan pengamatan dan pengalaman menyaksikan di lapangan. Jangan dijadikan sebagai bahan rujukan untuk keperluan apapun juga.


 



6 komentar:

  1. Aku sudah pernah ke Karo. Bagus banget pemandangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya banyak yang bagus2 di sana.. tapi masih kurang di expose... sedikit orangyang tahu keberadaan budaya karo .. kebanyakan tahunya hanya batak toba pada umumnya :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya mas di daerah karo masih banyak yang bisa di explore lebih lagi.. baik dari segi budaya dan wisata alamnya :)

      Hapus
  3. saya tahu suku batak karo pas nonton film 3 nafas likas
    filmnya bikin merinding, perjuangan dari tentara rendahan jadi jenderal...
    meski sudah sukses tapi ga lupa sama asal-usulnya, keren tuh mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. bner mas CH.. Jamin Ginting salah tokoh yang menjadi panutan bagi masyarakat karo :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih