Senin, 07 September 2015

RUMAH MAKAN SATE KAMBING H. GIYO



Tampak depan RM. Sate Kambing H. Giyo
Pecinta kuliner berbahan dasar kambing sepertinya harus mencoba rumah makan sate kambing H. Giyo. Dan pastinya akan berebutan terutama pada jam makan siang. Tidak hanya jam kerja saja, bahkan lepas jam kerja RM. Sate Kambing H. Giyo tetap ramai dikunjungi.


Yang kerennya tidak hanya jam kerja dan hari kerja saja yang padat. Hari libur juga RM. Sate Kambing H. Giyo tetap padat.

Lokasi yang strategis juga menjadi kunci larisnya rumah makan ini, meskipun tempatnya tidak se-kondusif rumah makan berkelas. RM. Sate Kambing H. Giyo terkesan kumuh, panas karena tidak berpendingin ruangan. Tapi tetap saja tidak menyurutkan niat sebagian orang untuk tetap mencobanya.

lahan Parkir sempit dan berebutan
Lokasi RM Sate Kambing yang berada di sekitaran Pasar Gembrong, persisnya tepat sebelum Samsat Kebun Nanas. Kalau kalian dari arah Pisangan/Rw. Mangun ambil arah yang ke Pasar Gembrong, tetap di jalur lambat tapi jangan ambil arah yang ke pondok kopi tetap lurus dan masuk jalur lambat. Lokasinya pasti terlihat karena ramainya dan kepulan asap putih. 

Pokoknya jalur lambat sebelum Samsat kebun Nanas ada kepulan asap putih dan ramai kendaraan parkir, pastinya itu RM. Sate kambing H. Giyo.

H. Giyo ini beroperasi dari jam 11 pagi hingga 11 malam. Harga olahan kambingnya sendiri, sate kambing 1 porsi, 10 tusuk sate di kenakan Rp. 45.000,- Tengkleng Kambing di banderol Rp. 35.000,- dan masih ada beberapa olahan kambing lainnya.

SATE KAMBING H. GIYO
Untuk minumannya standar rumah makan seperti air jeruk dingin di hargai Rp. 8.000,-/ gelasnya. Menu di atas belum termasuk nasi, karena nasi di banderol sendiri di harga Rp. 5000,-`/piring

Tengkleng Kambing H. Giyo
Sepertinya yang enak di rumah makan H. Giyo adalah sate kambingnya dengan bentuk besar-besar dan tergolong empuk.  Tengkleng-nya sendiri menurut saya masih sedikit kurang dibandingkan beberapa rumah makan sejenis yang pernah saya kunjungi.

Suasana RM.Sate Kambing H. Giyo (Hmm .. gimana menurut kalian)

Yang sangat terlihat kurang adalah  lahan parkir, tapi itu tidak seberapa, kebersihan dan penerangan rumah makan sangat minim. Bahkan cecurut (anakan tikus) kemarin terlihat berlalu lalang dibawah kaki. 

Petugas RM H. Giyo sedang melakukan tugas
Tapi soal rasa sate kambingnya patutlah saya berikan apresiasi dan dijadikan rujukan untuk kuliner kambing sekitaran Jakarta.
 
Entah ini yang namanya Pak giyo atau kerabatnya Pak Giyo (karena ramai ngga bisa nanya?)


4 komentar:

  1. Udah lama gak pernah makan kambing. Kayanya enak nih kalau nyoba makan sate kambing, terlebih lagi seperti yang diceritakan di atas.

    Hhhmmm... menjelang dini hari jadi lapar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali-kali di coba mas ... protein hewani juga diperlukan tubuh,, hanya saja jangan terlalu banyak... takut kolesterol :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Rupanya untuk sate kambing memang Rm. H Giyo sudah terkenal.. selain besar.. juga empuk :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih