Selasa, 22 September 2015

Percaya kutukan itu masih ada? (Review Film 3 Dara)



Tampilan bannernya saja sudah menghibur
Satu lagi film drama komedi yang akan meramaikan kancah perfilman Indonesia. Dikemas dengan nuansa komedi romantis. Kisah bermula dari persahabatan 3 orang Pria (3 Dara), Richard (diperankan Tanta Ginting), Jay (Diperankan Adipati Doken) Afffandy (diperankan Tora Sudiro). Kentalnya persahabatan mengabaikan segala latar belakang yang mereka punyai. Affandy sebagai seorang pengusaha sukses, sementara Jay sibuk dengan Desain Graphis dan Richard yang memang terlahir dari keluarga kaya.

 Banyak waktu mereka habiskan bersama, party bareng-bareng. Hingga tiba disuatu saat mereka bertemu dengan salah satu pelayan bar, Mel namanya (diperankan oleh Ayushita). Mel yang memiliki suara unik, digoda habis-habisan oleh Richard. Hingga Mel kandung kesal dan mengutuk mereka bertiga.”Suatu saat kalian akan mengetahui rasa sakitnya dipermalukan menjadi perempuan.” Mereka bertiga hanya tertawa-tawa atas kutukan yang diucapkan oleh Mel.

Premiere 3 Dara
Sementara waktu terus berjalan, ada perubahan dalam diri mereka masing-masing. Mulai dari Affandy yang berubah menjadi lebih perhatian terhadap perempuan. Jay yang semakin menjadi perasa terlebih Richard yang semakin merana karena ditinggal pacar-pacarnya.

Mereka berkonsultasi dengan seorang psikolog handal Dr. Wendy (diperankan Rianty Cartwright). Disepakatilah mereka, Jay, Afandi dan Richard mengidap sebuah penyakit yang dinamakan Gender Diasyphora Syndrome, dimana seorang pria akan merasakan perubahan seperti yang dialami wanita.

Para pemain 3 dara
Jay, Richard dan Afandy merunut semua kejadian dan sampai pada kesimpulan, bahwa semua ini adalah akibat kutukan dari Mel. Misi pencarian Mel pun dimulai, lalu bagaimana kesudahannya, apakah Jay, Richard dan Affandy berhasil menemukan Mel? Bagaimana dengan kutukan itu sendiri?

Siapa yang sangka juga kalau diakhir cerita, Affandi memiliki anak gadis. Dan sang Playboy Richard menaruh hati padanya. Gimana jadinya Richard besanan sama Affandi.

Lalu bagaimana juga pernikahan Jay dengan pasangannya yang hampir gagal akibat perubahan perilaku Jay yang turun naik ngga jelas.

Satu lagi, bagaimana dengan si psikolog itusendiri?

Meskipun film 3 dara sarat dengan unsur komedi, tetap didalamnya diselipkan pesan-pesan moral yang baik. Bagaimana Affandy membuat ruangan khusus di kantornya untuk “breastfeeding”, sebagai wujud kepeduliannya terhadap wanita.

Dan masih ada beberapa lainnya. Sepertinya kalian harus menyaksikannya sendiri. Film ini ringan untuk di saksikan bersama teman-teman. 

Lepas menyaksikan premiere 3 Dara, para awak media diajak untuk berbincang-bincang, baik dari pihak produser dan pemainnya. 

Besar Harapan Toha selaku Produser, para awak media dapat memberikan review yang baik bagi film ini. Sehingga film 3 dara mendapat tempat terbaik di hati
para penggemarnya.

Maju terus perfilman Lokal .... 


awak media serius menyimak jumpa pers

para pendukung 3 dara

dan masih para awak pers..serius menyimak

Comments
27 Comments

27 komentar:

Choirul Huda mengatakan...

ada tora sudiro, udah lama ga liat dia main film
baca reviewnya menarik mas, kalo sempat jadi pengen nonton :)

kornelius ginting mengatakan...

Lumayan menghibur mas CH.. Cocok untuk menghabiskan weekend bersama teman :)

Nunung Yuni A mengatakan...

Jadi penasaran sama filmnya nih..

kornelius ginting mengatakan...

Besok udah keluar kok....bisa dinikmati bersama teman teman

Obat Herbal Kelenjar Getah Bening mengatakan...

ini film seru kayanya, penasaran

Obat Herbal Kelenjar Getah Bening mengatakan...

ini film seru kayanya, penasaran

Titis Ayuningsih mengatakan...

Tora sudiro pasti kocak nih film ^^

lubena ali mengatakan...

keren bang kornelius reiewnya.. :)

kornelius ginting mengatakan...

sepertinya mas/mba harus nonton biar otaknya ngga mumet mikirin bisnis terus... :)

kornelius ginting mengatakan...

kalau tora udah ngga usah di bilangin lagi.. ngga hanya kocak.. tapi total :)

kornelius ginting mengatakan...

masih belum sekeren punya ibu Lubena... saya masih perlu banyak belajar :)

Lidya mengatakan...

pria pendukung ASI banget ya sampai membuat ruangan khusus, keren

kornelius ginting mengatakan...

Itu karena efek merasa dikutuk menjadi perempuan.. Sebelumnya sich si affandy ngga perdulian...

Liswanti Pertiwi mengatakan...

Lucu ya neh film, nonton lagi yuk ah. Saya ngakak banget pas adegan di dalem mobil itu mas, yang akhirnya bilang "aku suka raisa, tapi gamau jadi raisa", asli deh itu acting Tora ngakak habis.

kornelius ginting mengatakan...

Ibu @liswanti... Tora dan adipati dokken sama tanta ginting.. Aktingnya total menghibur...

Ani Berta mengatakan...

Refresh lumayan .....

eva sri rahayu mengatakan...

Penasaran sama akting ketiga tokoh utamanya, gimana perubahan mereka jadi berhati wanita itu ^_^

kornelius ginting mengatakan...

Benar...meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada kurang disana sini.. Tapi setidaknya kalau bukan kita yang bangga akan perfilman nasional.. Siapa lagi.. :)

kornelius ginting mengatakan...

Pastinya total menghibur...terbayangkan kalau Tora sudiro yang main.. Pastinya total meskipun terlihat nyeleneh...:)

Christanty Putriarty mengatakan...

dari awal liat iklannya udah kemecer pengin liat ..ada si kocak Tora .S plus dsi ganteng Adipati Dolken n Tata Ginting. makasi atas review artikelnya ya masbro bikin semangat nonton sinema lokal :)

kornelius ginting mengatakan...

sip... tetap dukung sinema lokal ya :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Pasti sulit tu cowo cowo akting jadi cewe ya, Pak. :D

no la mengatakan...

Ihh nggak nyangka.. Pantesan banyak yang ngomongin film ini, ternyata sepertinya emang rame ya.. Hihi..

kornelius ginting mengatakan...

pastinya... tapi sekelas tora dan adipati doken.. akting mereka ngga diragukan lagi...

kornelius ginting mengatakan...

seru.. banyak adegan lucu ngga jelas gitu.. tapi lumayan menghiburlah :)

Iman Santosa mengatakan...

Wah kemaren ada teman yang merekomendasikan film ini, cuma rada ragu, maklum film indonesia kadang suka bikin underestimate. Dikira bagus, eh begitu ditonton mengecewakan. Ada yang dilewatkan karena dikira nggak bagus, eh taunya ternyata bagus banget. Kayaknya pengen liat trailernya dulu deh berkali-kali, biar yakin hehehehe

kornelius ginting mengatakan...

Memang masih banyak kekurangan disana sini...tapi kalau bukan kita yang bangga siapa lagi...secara keseluruhan cukup menghibur tapi kurang gigit jalan ceritanya...