Kamis, 06 Agustus 2015

Menikmati Pedasnya Masakan Manado di Tude


Oke... langsung saja, bagi kalian penggila kuliner, terutama yang bergenre masakan pedas. Tude Manado pantas untuk dicoba. Masakan Manado yang terkenal dengan pedasnya yang di atas rata-rata. Sedikit melebihi masakan pedas yang berasal dari wilayah Sumatera. 

Bahkan ada beberapa yang mengatakan, masakan Manado itu pedasnya dapat tahan lebih dari 1 hari. Untuk kalian yang memiliki masalah dengan lambung sebaiknya hindari masakan Manado atau memesan porsi yang tidak pedas. 
bubur manado ala Tude
Rumah makan Tude hanya menyajikan masakan Khas Manado, lokasi Persisnya yang pernah saya kunjungi adalah Tude yang berada di sekitaran Kelapa Gading Jl. Boulevard Kelapa Gading Blok TA 2 No. 31-32 , Kelapa Gading - Jakarta Utara dan Tude Sudirman yang berada di Jl. Blora No 29 sekitaran Stasiun Sudirman. 

Rumah makan yang beroperasi dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam ini akan sangat ramai dikunjungi terutama jam makan siang. Kalau kalian mau menikmati suasana yang sedikit tenang baiknya berkunjung selepas makan siang. 

Untuk yang tidak suka pedas atau bermasalah dengan sambal memang disediakan beberapa menu yang tidak pedas, seperti bubur Manado. Bubur Manado sudah terkenal luas tidak hanya di kalangan masyarakat Manado saja. Terlebih karena bubur yang disajikan dengan campuran sayur segar dan jagung ini sangat baik untuk pencernaan. 

1 porsi Ayam Rica
Nah kalau yang lain, terutama untuk yang pedas-pedas, sebut saja Ikan Tude  dengan sambal Dabu-dabu. Sambal ikan Cakalang, Woku-waku dan ayam rica-rica. 

Sementara saya yang sudah mengurangi pedas, memesan  ringan seperti Ayam Rica dan Cah Kangkung. Tapi tetap saja ayam rica Tude masih lebih pedas dibandingkan ayam rica rumah makan lainnya. 

Selain variasi makanan yang disajikan, pilihan minuman juga sangat beragam, mulai dari air mineral hingga olahan air kelapa dan aren. 
Cah Kangkung ala Tude

Harga yang ditawarkan rumah makan ini berada di kisaran Rp.15.000,- hingga Rp. 150.000,-  

So, atur waktu ngana (kamu, Manado) datang ke Tude, baku apa (bertemu, manado) kita di sana ya. 
es kelapa muda gula aren

7 komentar:

  1. Kalau buat saya, sambal terasi cabai rawit yang sering disandingkan dengan nasi ayam goreng/bakar di Lampung lebih pedas dibanding sambal/masakan pakai rica yang di Manado. Tapi cabe yang di Manado itu memang baru kerasa lebih nendang di perut dibanding di lidah (kalau buat saya sih he he). Jadi kangen makan sambal dabu-dabu karena baca postingan ini. Yummy ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm... Sambal terasi cabai rawit dari lampung ya...harus di coba juga nich... :)

      Hapus
  2. Cah kangkungnya tuuuh, bikin ngiler. Ada gak ya, Resto Tude di Ciputat, hehe... Kalo Buburr Manadonya belum tentu selezat masakannya Mak Icha a.k.a. Eliza Koraag tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tudesepertinya baru buka hanya 2 cabang saja... Ciputat mungkin sebentar lagi...Wah sepertinya bubur manadonya ibu elisa sudah terkenal ya di dunia blogger :)

      Hapus
  3. kalo ikan cekalang pernah makan, bukan di resto sih tapi di rumah teman yang emang manado tulen
    rasanya gimana gitu, gurih2 asem...

    untuk bubur, belom pernah
    baru liat doang gambarnya di tv :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya mas CH harus nyobain... biar klop... :)

      Hapus
  4. huwa aku belum pernah nih nyobain bubur Manado seperti foto yg pertama itu, penasaran sama masakan-masakan Manado, tapi teman-teman udah wanti-wanti kalo sebagian besar rasanya pedas, heheheh eh pernah deng icip sambal dabu-dabu sama cakalang suwir

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih