Sabtu, 27 Juni 2015

Polemik Poligami (Resensi Buku : Surga yang tak Dirindukan)



Buku Surga yang Tak Dirindukan
Poligami adalah sebuah permasalahan yang kalau diperdebatkan tidak pernah akan selesai. Selalu  ada yang Pro dan Kontra. Entah sampai kapan polemik Poligami akan mereda. Bahkan Penulis sekelas Asmanadia memuatnya  menjadi sebuah buku yang pantas untuk dinikmati dan menambah wawasan pembacanya kelak.

Asmanadia  sendiri kurang lebih telah menerbitkan 49 buah buku. Buku Surga yang tak dirindukan adalah salahsatunya. 

Asmanadia mengungkapkan butuh waktu 6 tahun menyelesaikan buku ini. Ia  menyebut Surga yang tak dirindukan sebagai sebuah buku sederhana. Ok, mari kita simak dari perspekstif saya yang masih perlu banyak belajar. 


Surga yang tak Dirindukan.
Tokoh sentralnya adalah Arini yang menikah dengan Andika Prasetya. Kehidupan mereka yang awalnya baik-baik saja, terlebih dengan kehadiran 3 orang buah hati yaitu Nadia, Adam dan Putri.  Berubah menjadi polemik dengan kehadiran orang ke tiga. Eits tunggu dahulu, pastinya sebagian akan mengira hadirnya orang ke tiga karena kelakuan “nakal” suami.

Asmanadia mengangkat tema sederhana dengan jalan cerita yang tidak sederhana. Arini, seorang penulis dan lulusan IPB, wanita yang taat dengan aturan-aturan agama dan patuh kepada suami. Bahkan pertemuannya yang tidak sengaja dengan Andika membuat hidupnya  begitu berbunga dan bersemangat.  Dalam segala hal di kehidupannya selalu ia kaitkan dengan dunia per-dongeng-an. Bahkan ia membayangkan suaminya adalah pangeran berkuda yang menyelamatkan dia dan akan menemaninya kelak.

Andika memutuskan untuk melamar Arini, kehidupan pun berlangsung baik-baik saja, hanya saja dalam lingkup sosialnya, Andika selalu dihadapkan dengan pola pikir Poligami yang dibenarkan. Kecenderungan laki-laki untuk mencari yang lebih baik dari yang sudah dimiliki. Poligami yang juga merupakan salah satu Sunah Rasull yang harus diteladani tanpa perlu melihat teladan-teladan rasul lainnya yang lebih bisa kita pahami.  Andika sendirinya sebenarnya sudah memiliki benteng yang kuat untuk memutus stigma dan pola pikir yang ada. Kehadiran Arini dengan ketiga buah hatinya sudah merupakan anugerah terindah baginya. Tanpa perlu  membandingkan Arini dengan wanita-wanita lain yang ia temui setiap harinya.

Sementara itu di belahan dunia lain, sosok Mei Rose, wanita  keturunan Tionghoa yang memiliki masa lalu yang kelam. Duka  mendalam dan luka batin akibat laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Mei Rose selalu “apes” bertemu dengan laki-laki. Ray laki-laki bejat yang meninggalkan benih didalam tubuhnya tanpa mau bertanggung jawab. Sementara muncul yang lain bernama David,  mencintai Mei Rose dengan cara yang “aneh”. Desakan janin dalam tubuhnya memaksa Mei Rose untuk mengambil sebuah tindakan yang “keblinger”, menawarkan diri untuk menjadi istri ke dua di dunia maya.  Hingga akhirnya ia menemukan Sosok Lukas yang juga menipunya mentah-mentah hingga ke detik pernikahannya.
Poster Film Surga yang tak Dirindukan

Kekecewaan Mei Rose sudah pada puncaknya dan memutuskan bunuh diri. Alih-alih bunuh diri, takdir berkata lain. Inilah yang mempertemukan Mei dengan Andika. Andikalah yang menyelamatkan Mei ketika terjadi kecelakaan lalulintas.

Andika tidak jatuh  hati seketika itu kepada Mei, tetapi Mei sendiri yang berusaha memikat Andika agar tetap bersamanya. Meskipun kebersamaan itu datang dari rasa kasihan dan mengorbankan keluarga yang sudah dibangun Arini.

Arini meluapkan semua kesedihannya dalam tulisan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk berjumpa langsung dengan sosok Mei yang telah merenggut Andika.

Andika sosok suami yang banyak diidamkan wanita. Dengan lakon ke-bapak-an yang dimilikinya dan kharisma seorang pemimpin serta ketegasan seorang laki-laki. Sedari awal ia memutuskan untuk berbeda cara pandang terhadap Poligami. Dengan lantang ia utarakan, biasanya laki-laki yang berpoligami berlindung dibalik kata meniru “sunah rasul” untuk menutup keinginan dagingnya semata, memuaskan nafsu semata.  

Meskipun diakhir cerita ia pun melakukan Poligami dengan alasan berbeda.

Alasan yang ia sendiri tidak pernah bisa mengerti mengapa bisa terjadi. Terjadi cepat, tepat dan ia sendiri pun terjebak tanpa tahu harus berbuat apa menghadapi semua itu.

Seperti biasa, polemik Poligami selalu meninggalkan luka bagi yang satu dan kemenangan bagi yang lainnya.

Kesimpulannya
Buku yang kata Asmanadia ini sederhana, percaya dech tidak sesederhana setelah kita selesai membacanya. Beberapa pesan moral tersirat didalamnya. Kata-kata romantis, pujian juga kita temukan disini. Novel dengan tebal 300 halaman akan dijadikan film layar lebar dengan judul yang sama.

Asmanadia merupakan adik dari Helvi Tiana Rosa Yang juga seorang penulis mampu mengangkat sebuah perspektif poligami dari sisi yang berbeda. Poligami yang datang memang bukan dari niatan untuk berpoligami. Bukan karena kebutuhan yang lebih baik, lebih cantik dan lebih muda. Tetapi lebih kepada kepekaan kepada sosok lainnya. Dan dibaca sebagai peluang bagi yang lain dan cobaan bagi lainnya.

Entahlah sepertinya memang Poligami akan menjadi Polemik dan tetap akan menjadi Polemik entah sampai kapan.

Sepertinya menyaksikan dalam bentuk layar karya Asmanadia ini akan lebih menarik. 





6 komentar:

  1. Baca novel sama nonton filmnya sama-sama bikin ane berurai air mate. Hikkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berutungnya ibu hermini sudah menyaksikan filmnya... ;)

      Hapus
  2. Wah saya malah belum baca buku apalagi nonton filmnya. Sepertinya buku ini bakal mengajarkan pandangan baru tentang alasan poligami

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukunya bagus mas.. harus punya dan harus baca... :)

      Hapus
  3. Saya kalo baca buku mellow kok cepet banget bosan dan ngantuk ya.. dengan terpaksa buku-buku semacam itu saya diamkan saja di rak buku. Terlebih lagi kalau harus nonton filmnya, bisa ketiduran saya di bioskop. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. sama saya juga terkadang seperti itu,... mugkin karena tidak begitu suka dengan genrenya .,.. tapi coba kalau suka... malam sekalipun pastinya akan di pantengin kan :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih