Jumat, 19 Juni 2015

Belajar dari Seorang sopir BBG :)


Sopir BBG

Beberapa waktu setelah menghadiri sebuah acara disekitaran sabang, Jakarta Pusat. Saya mencoba kembali ke kantor menggunakan Bajaj BBG, itu-loh bajaj yang berwarna biru dan bunyinya tidak “semeriah” yang berwarna orange.

Kurang lebih jarak dari Sabang hingga ke kantor  yang berada dicikini, sekitaran 15 menit. Terjadilah percakapan antara saya dengan sopir Baja BBG. Banyak informasi yang bisa digali dan dipelajari dari beliau selaku sopir BBG.

Satu hal yang saya lupa adalah menanyakan nama beliau. Yah, kita sebut saja beliau, Pak Budi lah ya

Pak Budi ini menarik Bajaj BBG sudah beberapa tahun belakangan, syukurlah penghasilan dari “menarik” bajaj BBG ia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Ia memang masih menyewa Bajaj dari seorang “Tokeh” yang memiliki beberapa unit BBG. Untuk 24 jam , ia diharuskan menyetor sebesar Rp. 120.000,- . Waktu itu ia baru keluar “narik” jam  2 siang, biasanya beliau hanya sanggup hingga jam 6 pagi keesokan harinya. Biasanya juga ia hanya menyetor sebesar Rp. 100.000,-

Saya pun memberanikan diri untuk bertanya lebih jauh, mengenai biaya operasionalnya. Terutama untuk asupan bahan bakar, karena Bajaj  menggunakan  bahan bakar Gas. Ia mengatakan sangat irit, kisaran Rp, 20.000,- hingga Rp.30.000,-.  Artinya  dalam 18 -20 Jam “Narik” minimal ia harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp. 150.000,- ditambah biaya lainnya ada dikisaran Rp. 180.000,-

Lumayan besar juga, bukan, lalu berapa sisa yang bisa Pak Budi bawa pulang setiap harinya? “Tergantung mas” ujarnya. “Kalau sedang sepi, minimal itu Rp. 100.000,- itu sudah dipotong semua biaya tadi ya” lanjutnya. "Kalau sedang ramai, ngga mati" Rp. 200.000,- lumayan juga pak kalau sebulan “narik’ terus, pastinya minimal bisa bawa Rp.3.000.000,- diatas UMRnya Jakarta.” Waduh, ngga kuat mas narik tiap hari”. 

Pak Budi maksimal hanya sanggup "narik" terus rutin (istiah mereka “joss”)  hanya dikisaran 10 hari. setelah itu istirahat selama 2 hari. 

Praktis dalam sebulan, ia hanya mampu memaksimalkan hingga 22-24 hari saja. Asumsi rata-rata penghasilan bersih pak Budi Rp. 150.000,- saja dikalikan 20 Hari kerja masih ada dikisaran Rp. 3.000.000,-. Ini belum di potong uang ini-itu ya. Belum termasuk uang ditilang petugas, uang preman dan uang-uang lainnya . 

Tapi dengan hasil itu, Pak budi mampu menghidupi anak dan istrinya loh, dan suatu saat didepan ia bermimpi untuk memiliki Bajaj BBG sendiri. Ia pun berujar, harga rata-rata Bajaj BBG TVS itu sekitaran Rp. 70 juta-hingga Rp.80 juta. 

Salut untuk pak Budi, saya doakan yang terbaik untuk keluarga bapak. oh iya, sebagai informasi tambahan, jarak dari sabang hingga ke cikini itu dikenakan tarif dari beliau Rp. 20.000,- . BBG sudah ia isi penuh. “Tinggal kejar lebihan ini mas” lanjutnya. Terima kasih pak Budi, ucap saya.

Bertukar informasi dan pikiran dengan pak budi setidaknya membuka cakrawala berfikir baru, daripada meminta-minta di kendaraan umum yang ngga jelas. Memaksa, menodong, mencopet dan lain sebagainya yang akan berakibat dipenjara bahkan berisiko diamuk massa. Ada baiknya mencontoh Pak budi, mendapatkan sedikit demi sedikit tetapi aman. 

Atau mungkin mengatasnamakan ketiadaan lapangan kerja yang membuat seseorang nekat melakukan kejahatan berfikir 2 kali dan beralih ke wiraswasta. Kalau Pak Budi saja bisa, saya yakin masih banyak diluar sana yang bisa mencontoh Pak Budi.  
 
Selamat Pagi, selamat beraktivitas 

6 komentar:

  1. Balasan
    1. Seridaknya kita bisa pelajari sesuatu dari kehidupan beliau

      Hapus
  2. Salut sama Pak Budi, Lumayan juga ya penghasilnnya Pak Budi :)
    semoga bisa dicontoh sama yang malas kerja nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya dari narik bajaj beliau bisa menghidupi keluarganya :)

      Hapus
  3. Iya, kita bisa belaajr dari siapa saja, tanpa memandang apa dan siapa dia. Karena akan memperkaya batin kita

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih