Senin, 11 Mei 2015

Kami orang batak dan kami keras…. (Review Film Toba Dreams)

Ilustrasi
Sebenarnya judul diatas tidak mewakili keseluruhan orang batak yang ada tapi setidaknya dari film ini dapatlah disimpulkan seperti itu. Film yang berdurasi 2,5 jam ini layak untuk disaksikan bersama keluarga sarat pesan moral dan beberapa hal dpat kita petik dan jadikan pengalaman. 

Film yang diangkat dari novel yang berjudul sama karangan TB Silalahi berusaha menceritakan kehidupan rumah tangga seorang Sersan Tebe.  Nama Tokoh dan pengarang bisa sama tapi sepertinya Film ini tidak berusaha meceritakan kehidupan dari sipengarang. 

Kisah bermula dari pensiunnya sersan Tebe  (diperankan Mathias Muchus), Ia memiliki 3 orang anak Ronggur (Diperankan Vino G Sebastian), Samorung dan Taruli. Sementara Tebe yang sudah Pensiun memutuskan untuk kembali kedesanya di sekitaran Toba Samosir. Tebe berpendapat rumah dinas yang saat ini ia tinggali merupakan rumah dinas untuk prajurit aktif, ia yang yang sudah pensiun menyadari hal itu sepenuh hati. Sempat mendapat pertentangan keras dari Ronggur, ia tidak setuju untuk kembali ke Danau Toba. Tetapi keinginan Ronggur pupus oleh idealisme sang ayah.

Sementara Ronggur mau tidak mau harus menuruti keinginan sang ayah, meskipun berat. Ia berusaha mejelaskan hal tadi kepada kekasihnya Andini (diperankan Marsha Timothy). Cerita berlanjut dari Danau Toba. Ronggur bertemu dengan teman lamanya Togar. Togar merupakan perwakilan/contoh orang batak sebagian besar. Dengan suara keras tetapi memiliki hati yang tulus sebagai seorang kawan. Togar pula yang membantu Ronggur untuk kembali ke Jakarta. Pesan Togar kepada Ronggur sahabatnya kala itu "Lakukan yang terbaik, jaga nama baik keluarga." Dalam satu adegan Togar berkata kepada Ronggur, "lihat Ronggur,  Tugu (baca : makam) itu besar -besar sekali. Orang Jakarta kalau sudah berhasil kembali ke kampung selalau dalam bentuk mayat. Pun tidak jauh dengan  masyarakat sini, Tugunya di bangun besar-besar, ssementara rumah semasa hidupnya dibuatnya kecil, tertiup angin kentut saja roboh." Dan ini adalah fakta kebanyakan yang terjadi di dalam budaya masyarakat Batak itu sendiri.

@kalibata 
Ronggur kembali ke Jakarta untuk menemui Andini, rupanya ia sudah bersama kekasih yang disodorkan orang tuanya. Ronggur kehilangan arah, ia mencari teman-temanya. Salah satunya adalah Tomy ( diperankan oleh Ramon Y. Tungka) siapa sangka Tomy yang dulunya keluarga kaya raya, harus kehilangan itu semua sekejap karena ulah korup sang ayah. Hal ini berdampak pula kepada kehidupan adik-adiknya Tomy. Tami dan Tedy sang adik sudah tidak nyaman lagi bersekolah, sementara Tomy sendiri harus menjadi sopir taksi untuk terus bertahan hidup. Syukurlah kehadiran Ronggur menambah angin segar pada awalnya. Tomy berbagi Taksi kepada Ronggur, sementara Ronggur juga membangun kepercayaan Tami dan Tedy. 

Rupanya Andini mencari tahu keberadaan Ronggur yang berada di kediaman Tomy. Andini menjelaskan semuanya kepada Ronggur. Cerita berubah ketika Ronggur mendapatkan penumpang taksi seorang bandar besar Narkoba. Bandar ini melihat sesuatu yang unik dalam diri Ronggur dan memaksanya untuk bergabung. Sempat meolak diawal. Tetapi karena keadaan yang memaksa  memutukan Ronggur untuk bergabung. Penolakan dari orang tua Andini yang tidak setuju dengan kehadiran Ronggur sebagai anak muda yang miskin. Pelecehan dari orang-orang sekitar membuat Ronggur menyerah dan bergabung dengan Mafia Narkoba. 

Tomy selaku sahabatnya sudah berusaha mengingatkan Ronggur sedari awal untuk tidak bergabung dengan Mafia Obat terlarang. 

Cerita Berlanjut
Yayasan Soposorong
Sementara itu di Danau Toba kehidupan berjalan seperti biasanya. Hanya saja Somurung adik Ronggur meminta kepada sang ayah agar ia di ijinkan bersekolah di sekolah pendeta. Sedari awal Tebe sudah merencanakan masa depan anak-anaknya. Ronggur ia harapapkan untuk menjadi Pendeta, Samorung ia rencanakan untuk masuk Akademi Militer sementara si bungsu Taruli ia masukkan ke salah satu sekolah terbaik di Sumatera Utara Sekolah Asrama Soposarung, SMAN 2 Balige. Hal ini juga yang membuat Ronggur jengkel kepada sang ayah dan kabur kembali ka Jakarta. Hanya Taruli saja yang menuruti permintaan sang ayah. 

Di Jakarta, Ronggur sudah menjadi sosok yang besar dan kaya raya. Semua hal sudah ia miliki, ia sudah menjadi sosok mafia yang menakutkan. Dihormati oleh teman-teman mafianya, bahkan sang bos menaruh kepercayaan yang besar kepadanya. Tak lupa Ronggur berkunjung ke rumah Tomy dan membawa bingkisan. Tomy sudah curiga sedari awal dan menolak itu semua. 

Pun hal yang sama ia lakukan kepada keluarganya di Danau Toba, ia menceritakan keberhasilannya melalui surat. Bahkan ia berani melamar Andini dan membawanya pulang ke Danau Toba. Andini Dan Ronggur menikah di Gereja kecil sekitaran Danau Toba. Awalnya Andini sempat kecewa dengan Ronggur yang membohongi orang tuanya dengan menyatakan "janin" di perutnya adalah anak Ronggur. Demi Cintanya terhadap Ronggur ia memaafkan itu. 

Coki lahir sebagai pembawa kebahagiaan ditengah keluarga kecil Andini dan Ronggur. Kebahagiaan mereka terusik ketika teman-teman mafia Ronggur datang kembali dan memaksa Ronggur untuk kembali beraksi untuk terakhir kalinya. Kalau ia tidak mau membantunya keluarga kecilnya menjadi taruhan.

Bimbang dengan keadaan membuat Ronggur harus jujur terhadap istrinya. Sementara Andini juga menyatakan kebimbangannya sebagai istri yang tidak pernah dituntut untuk menjalankan ajaran agama. Alhasil ia membimbing Coki sesuai ajaran muslim.

Ronggur dituntut untuk menyelesaikan tugas akhirnya yaitu membunuh seorang Jaksa yang jujur. Ia membelot dan memusnahkan teman-temannya. Ronggur sadar, " jika saya membunuh Jaksa yang Jujur, itu sama saja saya membunuh sebuah generasi."

Ronggur kabur setelah menghabisi kawannya sendiri, ia pulang ke Danau Toba. Rupanya Togar sudah mengetahui perihal kaburnya Ronggur dari Jakarta. Togar kecewa, "sudah ku bilang sedari awal, jaga martabat keluargamu, sial, tapi sebangsat-bangsatnya kau, kau tetap saudaraku."

Didesak oleh Tebe, Togar memberitahukan keberadaan Ronggur. 

Film ini sarat akan pesan moral. Bagaimana kekerasan sang ayah dalam memaksakan impiannya terhadap anak. Ditingkahi pemberontakan anak untuk membuktikan ia mampu berbuat sesuatu melebihi bayangan sang orang tua.

Dalam satu adegan di akhir, Ronggur kecewa terhadap keadaan ayahnya yang tidak pernah ada disetiap ia butuh sang ayah. "Seorang laki-laki yang hebat dinilai bukan berapa kali ia keluar masuk medan perang, tetapi berapa lama ia bersama keluarganya." ucapnya. Tetapi Tebe memiliki alasan tersendiri dan menuntun Ronggur untuk menyerah dan mengaku salah.

Pesan moral lainnya adalah kita dituntut untuk selalu menghormati orang tua apapun alasan keberatan dan pemberontakan kita, sementara orang tua juga dapat belajar untuk tidak memaksakan kehendak kepada anak dan tidak membangkitan amarah sang anak.

Terlebih pesan moral lainnya adalah toleransi dalam beragama yang harus dijunjung tinggi, terkadang datangnya perbedaan keyakinan ke dalam keluarga tidak bisa dihindari, bukan untuk dijadikan bahan perkelahian tetapi disikapi dengan bijak.

Salut dengan TB Silalahi Center yang sudah berjuang menerbitkan Film Toba Dreams ini. Semoga dapat menginspirasi kita semua, tidak hanya orang batak pada umumnya tetapi orang Indonesia secara keseluruhan.
 
Berikut Thrilernya ..
 


 Lebih jelasnya silahkan menyaksikannya langsung ya... :)

 #savefilmlokal
#tobadreams 





2 komentar:

  1. 1 lg pesannya bang, jgn sampai terjerumus dlm dosa (a.k.a penjahat) hanya karena kesenangan semata ;)

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih