Sabtu, 20 September 2014

Sate Kambing Muda Khas Semarang @Pak Bustaman


RM Pak Bustaman Khas Semarang
Kalau ada waktu sekali-kali coba dech santap siang disekitaran Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Beberapa lapak kecil dibangun tepat berada dibawah rel kereta api tujuan Manggarai-Kota. Mulai dari jajanan khas pinggiran Jakarta hingga beberapa daerah yang tersebar di Indonesia. Sebut saja mulai dari Ketoprak, Karedok, Gado-gado, Masakan Padang dan Sop Kambing Khas Semarang Pak Bustaman salah satunya.

Kali ini saya mencoba menjajal kelezatan Sate Kambing Khas Semarang. Beberapa kali media cetak meliput kelezatan rumah makan ini. Memang dari tempat dan lokasi sedikit jauh dari kata nyaman. Tidak adanya pendingin ruangan menjadi salah satu indikatornya. Bisingnya kereta ketika melintas diatas. Tapi ketika jam makan siang datang, jangan ditanya, bahkan untuk hari-hari tertentu beberapa orang rela mengantri. Entahlah mungkin karena kelezatan yang disajikan atau ada faktor lainnya. Warung Pak Bustaman Khas Semarang memiliki spesialisasi di Sop Sumsum Kambing dan Sop Tengkleng Kambing.  Hal ini terlihat dari Spanduk yang dipajang cukup besar didepan warungnya. Terlebih kalau kita sudah mauk kedalam Rumah Makan ini akan kita dapati cuplikan-cuplikan media yang sudah mengulas kelezatan dari Sop Sumsum kambing dan Sop Tengklengnya.

Kebetulan beberapa hari lalu sempat mencicipi, sate kambing muda dengan Sop Buntut sapinya. Kalau sumsum dan sop tengkleng sudah beberapa media yang mengulasnya. Baiknya saya coba Sate Kambing Muda dan Sop Buntut Sapinya saja.  Mungkin saya bisa membandingkan dengan beberapa rumah makan yang pernah saya datangi sebelumnya. 

Sate kambing Muda
Dan benar saja, ada sedikit perbedaan yang mencolok dari rasa sate kambing muda yang disuguhkan. Lebih empuk dan mudah untuk dikunyah, jauh dari kesan alot. Beberapa rumah makan pinggiran menawarkan sate kambing muda tapi rasanya alot dan sulit untuk di kunyah, bahkan sebagian dapat menimbulkan masalah pencernaan. 

Pun demikian dengan sop buntut sapi yang ditawarkan, sebenarnyta tidak hanya sop buntut sapi saja,  tetapi berhubung sop buntu kambingnya habis, ya sudah tidak ada pilihan lain. Sop buntut sapi-nya mudah untuk disendoki, tidak perlu repot-repot "turuntangan." Sedikit yang kurang disini adalah, kebersihan dari sop buntut sapi itu sendiri. Banyaknya bulu-bulu sapi yang masih menempel. Hingga mengurangi kenikmatan ketika menyantapnya.

Sop Buntut Sapi
Selain Spesialisasi dalam Sumsum dan Sop Tengkleng Kambing, Sate Kambing Muda ditempat ini juga enak, untuk Sop Buntut sedikit kurang dalam kebersihan penyajiannya. Beberapa menu lainnya yang ditawarkan, ada Sate Ayam dan berbagai minum ringan ala kadarnya. 

Satu hal yang terakhir, soal harga, ....
1 porsi nasi di berikan harga Rp.4.000,-
1 Porsi sop buntut dikenakan harga Rp, 30.000,-
1.Porsi Sate yang terdiri dari 10 tusuk diberi harga Rp.32.000,-
masih standar harga pinggiran lah... meskipun sedikit lebih mahal dari warteg "touchscreen" sebelah...

Selamat Berakhir Pekan...... :) 


 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih