Senin, 03 Maret 2014

Kekuatan di balik kata “terimakasih”



Semangat Pagiiii
Saat ini, penggunaan kata terima kasih sudah sering kali kita dengar. Meskipun sebagian mengucapkannya hanya sekedar, sambil lalu saja. Saya pun demikian, karena membiasakan diri mengucapkan kata terima kasih adalah baik. Memang sempurnanya harus diucapkan dengan niat dan hati tulus. Sehingga dampak dari ucapan terima kasih lebih bermakna.  

Dalam salah satu artikenya om Andrie Wongso menerangkan bahwa seringnya mengucapkan terima kasih tidak hanya berdampak kepada si penerima ucapan terima kasih tetapi juga kepada yang mengucapkan.  3 manfaat didalam dalam mengucapkan “terima kasih" adalah mengurangi stress, membantu kita memiliki tidur yang berkualitas dan meningkatkan sistem imun didalam tubuh kita. Dalam menggunakan kata “terimakasih’ akan memunculkan keajaiban-keajaibannya tersendiri.


Dikisahkan ada seorang suami yang sedang menanti kelahiran anaknya, sementara ia baru saja diberhentikan dari pekerjaannya. Alhasil ia melakukan semua hal yang bisa dilakukannya demi mendapatkan uang. Demi menebus biaya persalinan sang istri. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang wanita muda, rupanya mobil yang ia kendarai bermasalah. Sang bapak  mencoba membantu sebisanya. Mobilpun hidup kembali, tapi entah kenapa pula sang wanita terlupa membawa uang, demi mengucapkan “terimakasih” dan membayar jasa sang bapak. Sang bapak pun tidak keberatan toch ia memang melakukannya dengan iklas. Sang perempuan menyatakan permohonan terimakasih-nya yang tulus dan maaf tidak bisa memberikan sesuatu. Hanya saja pesan bapak ini kepada sang wanita, tolonglah orang yang pertama ia jumpai nanti.

Cerita pun berlanjut, selesai menolong wanita tadi, ia mendapat kabar dari rumah sakit bahwa istrinya sudah melahirkan. Bergegas sang suami menyusul ke rumah sakit, ketika hendak melakukan pembayaran ia tercengang. Semua tagihannya sudah lunas dibayarkan sang dokter. Ia bingung, kenal saja, tidak dengan sang dokter kok tiba-tiba meng-gratiskan semua biayanya. Usut punya usut, rupanya sang dokter itu adalah suami dari wanita yang ia tolong.  Wanita yang mobilnya mogok tadi, menghubungi suaminya dan menceritakan semua kejadianya dan berharap seseorang  pertama ia temui akan ia balas pertolongan sebagai balasan “terimakasih” atas pertolongan sang bapak.

Moral ceritanya adalah tanpa kita sadari, pertolongan yang kita berikan dan dilakukan dengan tulus akan kembali kepada kita, demikian pula dengan ucapan terima kasih yang tulus pun akan kembali kepada kita sendiri.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih