Selasa, 04 Maret 2014

Kearifan seorang hakim.... :)

Selamat pagi..sudah masuk hari selasa aja ya… semoga hari ini lebih baik dari kemarin…

Kali ini saya mencoba membagikan sebua kisah keadilan di sebuah negeri, Hukum itu adalah sebuah acuan yang dijadikan tolak ukur sebuah bangsa. Semakin tegak hukumnya semakin aman dan tentram kehidupan sebuah negara. 

Dikisahkan hiduplah seorang hakim yang sudah sangat terkenal kebijkasanaannya diseantero Negara, suatu hari datanglah seorang saudagar kaya yang membawa seorang nenek tua renta, nenek tua dituduh sang saudagar sudah mencuri beberapa buah-buahan dikebunnya. Ia pun meminta sang hakim memutuskan sebuah hukuman bagi nenek tua yang sudah berani mencuri barang yang bukan miliknya.
Sang hakim dengan bijaknya bertanya kepada sang nenek, apa yang mendasari tindakan sang nenek. Nenek pun meratap, ia tahu ia salah mencuri barang yang bukan miliknya. Tapi sang nenek terpaksa melakukannya. Demi bertahan hidup bagi dirinya dan ia memiliki 2 orang cucu yang harus ia hidupi. Sementara untuk mencari pekerjan, sangatlah sulit, tidak ada lagi orang yang mau memperkejakan orang yang sudah se-tua dirinya. 


Hati kecil nurani hakim mengatakan memang nenek ini salah mengambil barang yang bukan miliknya, tetapi kemiskinanlah dan demi bertahan hiduplah yang melatarbelakangi itu semua. 

Dengan berat hati, mengatasnamakan keputusan yang dibuat adalah perpanjangan tangan Tuhan, sang hakim menjatuhkan hukuman kepada sang nenek denda sebesar Rp.1.000.000,- jika tidak mampu maka sang nenek harus dikenakan hukuman kurungan selama 3 bulan. Tok..tok..tok.. 3 kali sang hakim mengetuk palu.
Sang saudagar merasa puas dan mendapatkan keadilan, tetapi siapa sangka sang hakim yang adil turun dari tahtanya. Sebagai hakim ia mampu berbuat seadil-adilnya  terhadap sebuah perkara, tetapi sebagai manusia ia tidak berlaku adil dengan membiarkan sang nenek berada dalam kemiskinan. Ia pun merogoh koceknya sendiri dan memberikan denda masing –masing Rp.100.000,- kepada setiap peserta yang hadir diruang sidang karena sudah membiarkan seorang nenek miskin melakukan pencurian demi bertahan hidup. 

Moral ceritanya adalah kita terkadang dituntut untuk bersikap adil tetapi mengabaikan unsur-unsur  kemanusiaan yang perlu dipertimbangkan. Dan memang sejatinya hukum itu harus ditegakkan diatas segala-galanya. Tetapi sebagai seorang yang diberikan kemampuan berfikir oleh Tuhan, baiknya kita menggunakannya dengan bijak.

#talktomyself


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih