Minggu, 16 Maret 2014

From the inside out (Integritas)

Dari dalam keluar. Secara harfiah artinya seperti itu. Kebaktian kali ini dimulai dengan menyaksikan video-video dan berita-berita tentang kekerasan. Kondisinya banyak kita jumpai. Dalam 2 Timotius 3:1-5 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Tanpa kita sadari kita sering didikte oleh norma-norma yang berlaku yang belum tentu kebenarannya. Keselerasan antara hati, pikiran, perkataan dan perbuatan itulah yang dinamakan Integritas. Ada orang yang tasnya mewah tetapi perkataannya tidak mewah atau perkataannya tidak semewah tasnya.
Lawan dari integritas adalah kompromi. Lalu bagaimana membangun dan mempertahankan Integritas?

1. Know your identity. Tahu dan mengerti siapa kita. Identitas kita hanya ditemukan didalam Tuhan. Hal ini diperlukan untuk menjaga integritas kita. Apa yang belum kita capai tidak menentukan siapa kita. Siapa kita dimasa lalu tidak menentukan siapa kita. Fokuskan perhatian kepada Tuhan bukan kepada sekeliling kita lalu kita akan menjadi "from the inside out". 

2. Learn to syncronize. Belajar untuk ber-sinkronisasi. Belajar untuk menselaraskan perkataan dan perasaan. "mean what you say and say what you mean" sungkanisme harus diberantas. Matius 5:37  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Belajar untuk menyamakan perkataan dan perbuatan. Walk the talk not talk the talk.
3. Find accountabilty friends. Betul kita hanya bergantung kepada Tuhan. Tapi salib ada sisi horizontalnya. Tuhan perlu orang lain terlibat dalam pembentukan kita. Kita harus menemukan teman yang "accountable".  Ada beda tumbuh sendiri dan tumbuh bersama-sama. Akan ada pertumbuhan yang kondusif dan bermakna jika kita memiliki teman yang accountable. Integritas dimulai dari dalam baru keluar. Temukan teman yang bisa membangun. "Salah tetap salah meski semua orang melakukannya, benar tetap benar meskipun tidak ada satu pun yang melakukannya."

Keterbukaan adalah awal dari sebuah pemulihan.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih