Sabtu, 05 Oktober 2013

Man jadda wa jadda ( Pesan dari Film Negeri 5 Menara)

Artinya adalah Siapa yang bersungguh-sungguh itulah yang akan berhasil. Dalam kisah Negeri 5 Menara, dianalogikan, bukan karena tajamnya sebuah golok maka ia dapat memotong sebatang kayu. Meskipun golok tadi berkarat asalkan berulang kali dan bersungguh-sungguh niscaya kayu sekuat apapun dapat dipatahkan. Yup, sepenggal cerita diatas dapat kita temukan baik itu dalam novel ataupun film negeri 5 menara. 

Film ini diangkat dari kisah nyata hidup Anwar Fuadi. Dimana ia dituntut orang tuanya menimba ilmu dipondok pesantren Madina (biasa akrab ditelinga kita Gontor). Berlatar belakang budaya minang dimana ibu dari Alif (Anwar Fuad kecil) merasa kecewa dengan budaya yang terjadi didesa mereka. Hampir sebagian orang tua mengirimkan anak-anak mereka yang nakal dan tidak bisa diatur ke Pondok Pesantren. Kalau hal ini dibiarkan terua menerus pastinya Pondok Pesantren akan menjadi semacam tempat pembuangan yang mana isinya orang-orang tidak berkualitas. Kalau begini bagaimana Pondok dapat maju dan menghasilkan lulusan sekelas Buya Hamka. Terutama jika yang masuk adalah orang seperti tadi. 

Maka itulah Alif yang semula bercita-cita untuk masuk SMA dan melanjutkan Kuliah di ITB Bandung diharapkan sang bunda untuk masuk Pndok Pesantren Madani. Ditemani sang ayah berangkatlah ia ke Ponorogo Jawa Timur. Sebuah pondokan dimana untuk masuknya saja harus melalui serangkaian test. Beruntung Alif lolos di test awal. 

Sebenarnya sedari awal Alif tidak berminat dan berniat untuk sekolah di pondok tapi demi membahagiakan kedua orang tuanya, ia tidak memiliki pilihan lain. Dengan berkenalan dan berteman dengan teman yang sebaya dan senasib sedikit banyak merubah pemikiran Alif.
 
Singkatnya Alif bersama ke 5 temannya sepakat untuk membuat janji. Janji yang harus mereka tepati. Menjadi seperti awan mampu mengelilingi dunia dan menyaksikan segalanya.  

Banyak hal yang diajarkan Alif kecil kepada kita. Meskipun diawal ia tidak serius untuk sekolah di Pondok tetapi tidak dengan kualitas belajar dan nilai yang dihasilkan. Alif mampu membuat orangtuanya bangga. Dilain hal, semangat yang ia miliki seakan-akan tidak pernah padam. 

Yup.. Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita petik dari Alif kecil..

#kembali nyangkul disawah..



 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih