Senin, 28 Oktober 2013

Masih bermasalah….. ???? Life Is beautiful ..!!!

Sebenarnya tidak ada yang terlalu special dengan  buku yang ditawarkan Arvan Pradiansyah. Tetapi melewati buku ini juga sepertinya sayang sekali. Bahasa dan illiustrasi serta cara penyajiannya menarik. Sedkit berbeda dengan buku lainnya. Dugaan saya buku motivasi seperti ini tidak akan pernah lekang oleh waktu, meskipun pengalaman dan persoalan hidup boleh berganti tetapi pengaplikasian dari setiap cerita yang diberikan tetap dapat digunakan. 

Seperti buku yang beruntung saya mendapatkannya ketika berkunjung ke gramedia ini yang terbitan awalnya tahun 2003 dan telah melalui beberapa kali cetak ulang, terakhir tahun 2013 adalah cetakan barunya. Telah melewati beberapa tahun dan tetap layak cetak bahkan dibuatkan edisi barunya, luar biasa bukan!!!!!

Jumat, 25 Oktober 2013

Semoga Lulus…..



Menjelang Ujian

Kurang lebih 30 Jam pelajaran efektif untuk dapat menyelesaikan bintek (bimbingan teknis) Pengadaan barang dan Jasa. Tepatnya 21-25 Oktober 2013 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta selaku Pengadilan Tinggi Se-wilayah Jakarta mengadakan pelatihan dan sertfikasi (baca disini)

Sejatinya kegiatan seperti ini akan rutin diadakan setiap tahun, kalau saya tidak salah  sekarang sudah memasuki tahun ke 2. Mengapa perlu dilakukan, pastinya itu adalah pertanyaan yang terlintas dikepala kita? Kalau tidak salah mulai tahun lalu, LKPP Lembaga resmi yang mengadakan Pelatihan dan sertifikasi untuk para pejabat Pengadaan barang dan jasa melakukan perubahan. Perubahan itu adalah setiap para peserta yang lulus ujian, masa berlaku sertifikat tadi tidak berlaku se-umur hidup, tetapi hanya berlaku selama 4 tahun saja. Lepas dari 4 tahun maka ia akan diharuskan mengikuti ujian sertifikasi kembali. Ditambah adanya sebuah keharusan, bahwa pejabat pengadaan barang dan jasa baiknya yang telah lulus mengikuti Bimbingan Teknis.

Selasa, 22 Oktober 2013

Bimbingan Teknis Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Se-wilayah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta


Cahya Rahayu
Mengambil tempat di Hotel Pangrango 2 Bogor, Jawa Barat. Acara yang sejatinya akan berlangsung selama 5 hari, 21 Oktober hingga 25 Oktober 2013, tanpa basa-basi langsung dibuka oleh Bpk. Cahya Rahayu, selaku ketua Panitia. Dalam laporannya beliau memaparkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dilanjutkan dengan dasar hukum pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, dimana didasari oleh Peraturan Pemerintah No 70 mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta mengenai kegiatan ini. 

Kamis, 17 Oktober 2013

Filosofi arloji kecil

Mungkin cerita ini sudah ratusan atau ribuan kali kita dengar dan baca. Tapi tetap saja menarik untuk disimak terutama bagi saya yang selalu mengalami rasa percaya diri yang kurang.

Alkisah di sebuah pinggiran desa hiduplah seorang tukang reparasi jam tangan. Pada masa itu jam tangan dapat berkomunikasi dengan pembuatnya. Konon ada sebuah arloji kecil yang merasa tidak percaya diri. Ia selalu membandingkan dirinya dengan jam dinding yang besar dan gagah yang dipajang dirumah-rumah mewah.

Semakin ia membandingkan dirinya semakin kecil ia merasakan dirinya. Muncul pertanyaan-pertanyaan dari dalam dirinya, apa sich yang bisa saya lakukan? seberapa kuat jarum jam saya akan berputar? Berapa lama saya akan dapat tahan?

Sang arloji kecil mengeluhkan hidupnya pada sang pembuatnya. Setelah mendengar cerita dari si arloji kecil, sang pembuat pun bertanya, tugas sebuah arloji itu apa? Sontak si arloji menyahut; menunjukkan waktu/jam kepada pemiliknya. Tapi kembali ia berargurmen, "kalau terus berputar seperti jam dinding itu manalah ku sanggup, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, 3600 putaran dalam 1 jamnya".

Dengan bijak sang pembuatnya berkata, bagaimana kalau kamu berputar setiap detiknya, apakah sanggup?". Dengan enteng sang arloji pun menyahut, "kalau setiap detik mah tidak ada masalah". Jadi lakukanlah, pesan sang pembuat arloji.

Singkat cerita, sang arloji mampu melewati setiap detik yang ia janjikan kepada pembuatnya, tanpa ia sadari, detik yang ia lewati berganti menjadi menit, menit yang ia lewati berganti menjadi jam. Jam yang ia lewati berubah menjadi hari. Demikan seterusnya hingga tanpa ia sadari puluhan ribu detik sudah ia lewati. Bahkan tahunan pun ia lampaui.

Pesan moral dari cerita diatas adalah kita mungkin tidak mengetahui seberapa jauh kemampuan dan kekuatan yang kita miliki. Terkadang hanya diperlukan sebuah hati yang mau melakukan tanpa perlu berfikir apakah bisa atau tidak nantinya..... Apakah berhasil atau gagal nantinya????

#talktomyself


Selasa, 15 Oktober 2013

Mengenal Tuhan lebih dekat

Hari ini beruntung kami dilayani Pdt Rasmalem Ginting di GBKP Tg. Priok. Kebaktian ke 2 yang dimulai pukul 9.13 Wib. Lanjut, yang dibahas kali ini adalah mengenai JANJI dan Turunannya.Janji adalah Hutang maka dari itu harus ditepati. Contohnya untuk generasi muda seperti janji untuk bangun lebih pagi tanpa harus diingati lagi. Atau janji lainnya seperti jika aku sembuh dari sakit akan melayani Tuhan. Namun apakah semua janji itu pada akhirnya ditepati. TIDAK. Makanya ada istilah ingkar janji. 

Seperti halnya sepasang kekasih yang sudah berikrar sehidup semati, memalingkan pandangannya kepada yang lain. Yang awalnya janji sehidup semati, akan beralih saya yang hidup kamu yang mati. Itu tadi semua realita janji yang ada dilingkungan kita. Ada yang ditetapi tetapi tidak sedikit juga yang ingkar. Inilah yang akan kita angkat dalam pesan minggu ini. Meskipun kita selalu ingkar dan menolak Tuhan. Tetapi tidak Tuhan, Ia akan menerima keadaan kita bagaimanapun juga penghianatan kita. Seperti seorang tua yang selalu menerima keadaan anaknya bagaiamanapun keadaannya.

Jumat, 11 Oktober 2013

Belajarlah menjadi sebuah Telaga bukan sebuah Gelas

Telaga/danau Lau Kawar Tanah Karo SUMUT
Cerita ini saya ringkaskan dari sebuah siaran radio, sederhananya kisah yang ditawarkan mengajarkan kepada kita sesuatu untuk dapat dilakukan dan merubah cara pandang kita terhadap masalah. 

Ada sebuah masa dimana seorang tua yang bijaksana hidup,  maka datanglah seorang anak muda yang kelihatannya sedang memiki masalah. Ia pun tahu ia berhadapan dan bertemu muka dengan orang tua yang sudah tersohor akan kebijakannya.  Maka tak sungkan lagi sang anak muda  menceritakan semua masalahnya kepada sang kakek bijaksana. Pak tua bijak, mendengarkan semua cerita dari sang anak muda, yup, sang kakek hanya mendengarkan saja.  Tetapi diakhir pembicaraan ia meminta sang anak muda mengambil segenggam garam dan segelas air. Ditaburkannya garam tadi kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.  Lalu ia memberikan gelas tadi kepada si anak muda “coba minum  dan katakan bagaimana rasanya”?  Pahit, pahit sekali sahut sang anak muda tadi sambil memuntahkan air yang sudah ia minum kesampingnya. Pak tua bijak hanya tersenyum.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Man jadda wa jadda ( Pesan dari Film Negeri 5 Menara)

Artinya adalah Siapa yang bersungguh-sungguh itulah yang akan berhasil. Dalam kisah Negeri 5 Menara, dianalogikan, bukan karena tajamnya sebuah golok maka ia dapat memotong sebatang kayu. Meskipun golok tadi berkarat asalkan berulang kali dan bersungguh-sungguh niscaya kayu sekuat apapun dapat dipatahkan. Yup, sepenggal cerita diatas dapat kita temukan baik itu dalam novel ataupun film negeri 5 menara. 

Film ini diangkat dari kisah nyata hidup Anwar Fuadi. Dimana ia dituntut orang tuanya menimba ilmu dipondok pesantren Madina (biasa akrab ditelinga kita Gontor). Berlatar belakang budaya minang dimana ibu dari Alif (Anwar Fuad kecil) merasa kecewa dengan budaya yang terjadi didesa mereka. Hampir sebagian orang tua mengirimkan anak-anak mereka yang nakal dan tidak bisa diatur ke Pondok Pesantren. Kalau hal ini dibiarkan terua menerus pastinya Pondok Pesantren akan menjadi semacam tempat pembuangan yang mana isinya orang-orang tidak berkualitas. Kalau begini bagaimana Pondok dapat maju dan menghasilkan lulusan sekelas Buya Hamka. Terutama jika yang masuk adalah orang seperti tadi. 

Kedai Sari Kelapa Gading


Menurut pengakuan salah satu pelayan disana, Rumah Makan yang dominan berdesain cafe, baru saja setahun berjalan. Melihat lokasi dimana kedai sari ini berada, dapatlah pula dijadikan, dari sekedar tempat kongkow hingga tempat meeting dan bekerja sekaligus relax. 

Disainnya semi minimalis dengan dominasi kurungan ayam didalamnya. Harga yang ditawarkan masih terjangkau. Standar anak tongkronganlah. Lalu ragam makanan yang ditawarkan pun bermacam-macam, ada ragam kopi hingga makanan ringan hingga makan berat yang dikemas menarik. Penamaannya untuk suatu makanan sedikit unik. Ada paket Demang kampung, paket prajurit dan lainnya. 

Lokasinya berada tepat di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Depan Mall kelapa Gading, ambil arah menuju Sport Mall, Kedai Sari berada tepat sebelah kiri.