Minggu, 01 September 2013

Iman adalah dasar dari yang tidak terlihat !!!

Kali ini dilayani oleh Pdt rawi kumar dan mengambil renungan dari Daniel ps 3:13-18 beriman teguh kepada Tuhan, adalah tema kita minggu ini. Ada beberapa kisah yg luar biasa seperti diperjanjian lama kisah Musa membelah sungai, Daniel di kandang singa. Pertanyaannya apakah kita percaya kepada Allah yang luar biasa itu? Perlu iman yang luar biasa untuk mengimani hal ini. Kebanyakan orang Kristen saat sekarang adalah kristen yang biasa-biasa saja. Minggu gereja, senin sampai sabtu berbuat dosa kembali. Ataupun ada juga kristen kapal selam, munculnya pada hari besar selebihnya hilang di lautan yang tidak jelas.

Tawaran dunia yang menggiurkan, banyak dari kita yang meninggalkan Tuhan. Sadrakh, Mesad dan Abednego, dibuang ke sebuah negara Babel yang pada masa itu sujud menyembah dewa-dewa/patung-patung. Pada saat itu raja Nebukanedzar membuat sebuah patung untuk disembah dan mereka bertiga menolak untuk menyembah. Mereka teguh berpegang pada Imannya tertulis sebagai berikut Daniel 3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja. Banyak orang kristen beribadah hanya karena mereka kristen dari lahir. Lebih dari itu kita dituntut beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati. Beliau, Pdt Rawi Kumar merupakan pindahan dari agama lain memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Ia, salah satu anak dari 6 bersaudara, saat ini sudah berhasil mengajak ke 4 saudaranya ke Tuhan. Tinggal 2 orang lagi yang belum mengenal Tuhan dan ini adalah pergumulannya. Serupa dengan Sadrakh dan Abednego serta Mesakh, mereka memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan. Mereka beribadah dengan segenap hati mereka. 

Dengan iman seperti ini kita akan mampu melawan tantangan hidup seperti apapun. Daniel 3:18 tetapi seandainya tidak (artinya jika Tuhan tidak menyelematkan mereka bertiga), hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. Hal ini menyatakan kesetian dan ketekunan dari mereka bertiga kepada Tuhan. 

Pesannya adalah jangan kita menjadi kristen yang biasa-biasa saja. Yang datang hanya penuh-penuhin gereja saja, tanpa memiliki hubungan kedekatan dengan Tuhan yang luar biasa. Mari kita contoh Sadrakh, Mesad dan Abednego yang memiliki keteguhan yang luar biasa. Diayat ke 18 mereka bertiga sepakat dan kompak berkata, apapun yang terjadi, sekalipun nanti Tuhan tidak menolong mereka, Sadrakh, Mesad dan Abednego tetap tidak menyembah kepada patung dan dewa itu dan mereka tidak kecewa akan Tuhan. Mereka siap untuk dimasukkan ke dalam api yang membara. 

Terbukti diakhir cerita mereka bertiga dimasukkan ke dalam api tetapi tidak termakan oleh api tadi. Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Inilah yang menjadi pegangan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Bahkan rajapun kagum dan mengakui keberadaan Tuhannya Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Muzizat itu masih ada, kuasa itu tetap ada dan tidak berubah dahulu, sekarang dan selamanya. 

AMIEN 

Sebenarnya hari ini Tuhan mencoba kembali untuk mengingatkan kepada diri saya, agar tidak bimbang dengan masalah dan keragu-raguan yang saya hadapai. Uniknya Tuhan mengingatkan saya dengan cara mengajak menjadi pelayanNya, sebab hari ini kembali saya bertugas menjadi gitaris di GBKP. Terbayang kan kalau saya tidak bertugas tentunya saya akan kehilangan momentum ini. Meskipun kisah yang diceritakan diatas sudah biasa kita dengar. Tetap terasa ada penekanan-penekanan baru terutama ketika menghadapi masalah.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih