Minggu, 18 Agustus 2013

Persiapan menjelang HUT MAMRE

Bersama salah satu pencipta lagu daerah Manado
Mamre adalah sebuah komunitas perkumpulan bagi pria yang sudah berkeluarga ataupun sudah menikah. Biasanya komunitas Mamre ada disetiap masing-masing GBKP (Gereja Batak Karo Protestan).

Singkat saja kebetulan untuk tahun ini perayaan ulang tahun Mamre se-klasis Jakarta Banten yang menjadi tuan rumahnya adalah runggun kami, Tg. Priok. Dalam perayaan Hut yang diadakan setiap tahunnya melibatkan beberapa runggun dan beberapa kegiatan. Baik itu olahraga ataupun seni. 

Untuk seni dimana saya terlibat didalamnya adalah vokal group, sebenarnya saya tercebur ke acara ini secara tidak sengaja. Dimana beberapa bulan lalu, seorang senior sekaligus teman di Mamre mengajak untuk membantu dan berpartisapasi dalam acara VG. Hanya saja waktu itu bertepatan dengan Diklat yang harus saya ikuti, sayapun menolaknya. Tapi entah kenapa, meskipun saya sudah selesai diklat, VG Mamre Tg Priok belum memiliki seorang gitaris yang menjadi pengiringnya. Entah mengapa dan dimana menjadi sumber masalahnya belum diketahui secara jelas, mengingat banyaknya SDM untuk menjadi pengiring VG ini.


Alhasil, saya harus berlatih ekstra keras untuk mengejar ketinggalan. Karena saya beruntung menjadi yang dimintai pertolongan. Hari minggu tepatnya 18 Agustus 2013 kami, saya + VG tampil perdana menampilkan hasil latihan kami. Terutama saya yang baru 4 kali latihan. Grogi, gugup sudah pasti karena mengingat lamanya waktu latihan peserta VG tidak sama dengan gitar pengiringnya yang hanya 4 kali pertemuan. Itupun mendadak. 

Tapi melihat hasil penampilan hari ini, tidak kecewa saya, mengingat dan melihat hasil 4 kali latihan. Sebagai pemula dan amatiran tidak memalukan. Hanya memerlukan lebih sering latihan dan polesan akhor untuk memenangkan pertandingan nanti.

Yang uniknya adalah melalui acara seperti ini saya dipertemukan kembali dengan orang-orang yang berkualitas mupuni. Baik dari pengajar vokal hingga pengajar gitarnya. Pun secara tidak sengaja saya bertemu dengan sosok yang menciptakan lagu daerah Manado ituloh "siapa bilang seorang pelaut mata keranjang". 

Sedikit banyaknya menambah semangat saya setelah menemui abang-abang tadi. Meskipun ada saja friksi-friksi yang terjadi akibat salah paham atau misscomunication. Mungkin karena gitarisnya (saya) masih belum berpengalaman dan ahli di bidang ini membuat penyanyinya kerepotan. 

Yah kita lihat gimana kelanjutannya... 

Selamat malam
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih