Senin, 05 Agustus 2013

Mahluk aneh dengan alur cerita yang aneh (Film Pacific RIM)



Ilustrasi
“Lebih baik mati percuma  atau mati melawan didalam Jaeger.” Marsal.

Seperti kembali ke masa anak-anak, menyaksikan film ini. Pada masa dimana alien menyerang bumi. Semua manusia melawan balik, semuanya sia-sia. Hanya saja kali in tidak ada sosok Ultraman, Superman ataupun lainnya yang siap menolong manusia. Tidak ada “sinar super” tidak ada kekuatan ajaib. Murni hanya mengandalkan kebersamaan. 


Pada masa itu diberikan nama Kaiju kepada Alien-Alien tadi, tubuh mereka luar biasa besar, tenaga mereka kuat, mereka mampu belajar dan beradaptasi untuk melawan manusai. Demikian pun pihak manusia mengembangkan teknologi dan manusia robot, “Jaeger” mereka menamakannya. Jaeger ini terus dilakukan pengembangan dan Inovasi untuk mampu mengalahkan Alien. Mulai 1 pilot (sebutan untuk pengedara Jaeger) hingga yang terakhir 2 pilot. Jaeger-Jaeger inilah yang mampu mengimbangi Kaiju. Secara teoritis, Jaeger yang dikemudikan 2 pilot ini disatukan dengan system Neurol, dimana mereka bersatu pikiran untuk menjalankan robot-robot yang “super duper jumbo”

Ras manusia bersatu padu melawan ras alien, kerusakan dimana-mana.  Cerita berlanjut, seorang Marshal, menugaskan Gipsy dan suadaranya Becket melawan Kaiju. Mereka kalah Sehingga Becket terdampar di Alaska. Trauma membuat Becket bertahan hidup disana, membangun sebuah tembok untuk bertahan dari serangan Kaiju.Hingga akhirnya sang Marshal berhasil menemukan dan membawanya kembali kepangkalan. Mengajaknya kembali mengendarai Jaeger.  Di pangkalan sudah berkumpul para pilot Jaeger dari berbagai Negara. Mereka mengenderai Jaeger-jaeger yang sudah dibuat. 

Backet dikenalkan dengan Mako Mikori, ia nantinya yang menjadi co-pilot Becket. Saat seleksi tidak ada yang mampu mengimbangi becket, hanya Mako Mikori yang mampu. Hanya saja, Mako memiliki masa lalu yang kelam mengenai Kaiju.

Misi utamanya dalam filim ini adalah menutup sebuah celah didasar laut yang menjadi jembatan penghubung antara dunia Alien dengan Ras manusia. Sebab melakukan perlawanan tetap akan sia-sia, Jaeger yang dibuat lebih cepat hancur dibandingkan waktu pembuatannya. Hingga akhirnya ilmuwan mereka menggunakan metedo system saraf Neurol tadi untuk menghubungkan otak Alien yang sudah mati dengan otak manusia. Hal ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang alien dan asal-usulnya.

Marshal sendiri yang turun tangan bersama Becket dan Mikori. Praktis hanya 2 Jaeger dengan 4 orang pilotnya, diutus untuk menutup celah didasar lautan. Tentu saja Alien melakukan perlawanan. Hingga akhirnya Marshal harus mengorbankan dirinya demi menarik Alien dan memusnahkan dengan bom nuklir. Sementara Becket dan Mikori ditugaskan menutup jembatan tadi. Becket dan Mikori berhasil keruang paling bawah dimana tempat tersebut merupakan sarang dari Alien-alien. Becket masih sempat meledakkan Bom Nuklir di Jaegernya sekaligus menyelamatkan diri dan menutup jembatan tersbut. Dunia pun selamat dari akhir zaman yang mengerikan. 

Pesan moral dalam film ini adalah, sejatinya bersama-sama manusia pasti bisa. Tanpa perlu dukungan dari manusia super. Kebersaman juga yang membuat ras manusia bebas dari masa yang mengerikan. „Selalu ada hal yang bisa kita lakukan jika kita selalu bersama bukan“. Tapi tetap saja secara keseluruhan film yang diproduksi oleh Warne Bross bekerja sama dengan legendary Pictures ini membosankan. 

Tapi sekedar untuk menghabiskan waktu luang, tak apalah.....

Selamat berlibur....   





Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih