Rabu, 14 Agustus 2013

Asuransi kok maksa !

Sumber illustrasi 

Baru saja mendapat telp dari salah satu penyedia jasa Asuransi terbesar di Jakarta. Sebut saja namanya Anto. Anto menawarkan bahwa produk asuransi yang ditawarkan akan menyempurnakan produk asuransi yang sudah saat ini saya miliki. Beliau menjelaskan panjang dan lebar kelebihan produk asuransinya. Detailnya pun tidak lupa ia sertakan.

Saya pun merespon Anto, bertanya dan sedikit berbasa-basi mengapa saya harus memiliki 2 asuransi. Dengan cekatan pula ia menjawabnya, karena produk yang saya gunakan belum mengcover itu. Lalu kenapa ketika saya mendaftar dengan kalian tidak kalian tawarkan produk yang sekarang. Ada saja jawaban yang diberikan. Mulai dari sistem yang memilih, bahwa nama saya yang beruntung untuk ditawarkan paket ini dan lainnya.


Singkatnya setelah 33 menit berbincang-bincang melalui telp, Anto menawarkan apakah saya berminat untuk mengikuti produk asuransi ini? Saya katakan dari penjelasan yang ia berikan sedikit/banyak saya berminat (mengingat usaha gigih yang ia tawarkan dan preminya masih terjangkau).Semakin mendekati akhir pembicaraan kami, ia menjelaskan jika saya setuju maka ia akan mengaktifkannya sekarang. Saya pun berkeberatan, bukan karena ia akan mengaktifkannya. tetapi lebih kepada masuk akal tidak sich, kok bisa ikutan premi hanya berdasarkan perkataan lisan tanpa ada bukti tertulis dan tanda tangan diatas materai. Lalu kenapa harus hari ini? kok ngga bisa ditunda lagi besok? Untuk yang ini ia berkelit bahwa sistem yang sudah mengatur nama saya. Kalau besok belum tentu sistem akan mengeluarkan nama saya. Loh kalau besok nama saya tidak keluar disistem tidak apa-apa kan, toch saya masih boleh bergabung dengan polis kalian kan? lain cerita jika kalau tidak hari ini maka hangus atau gugur, dan tidak bisa mendaftar dikemudian hari (emang ada gitu).

Sempat saya bertanya ke Anto, tahu dari mana saya bahwa benar ia agen dari asuransi tersebut. Bagaimana kalau saya ditipu. Ia pun mengakui kantornya di kuningan dan dapat menemuinya kapan saja. Lalu kenapa tidak mengajak saya bertemu dengan dirinya dikantornya  atau kenapa ia tidak mendatangi kantor saya. Kan saat ini semua informasi dapat diperoleh dengan mudah. Lalu mengapa Anto seolah-olah menyembunyikan dirinya. Saya sangat sadar ini yang dinamakan telemarketing, tetapi perlu diingat konsep awal telemarketing itu adalah menyatukan persepsi kosumen dengan produsen akan sebuah produk hingga terjadinya sebuah kesepakatan/ transaksi jual beli, murni hal ini karena kesibukan konsumen.  Jangan nanti akan berubah menjadi seperti membeli Kucing dalam karung.

Kalau sudah seperti ini, konsep Telemarketing ini nantinya akan berakhir dengan perkara-perkara saling tidak mengerti hingga berujung penipuan yang mungkin saja dimanfaatkan pihak-pihak lain. Atau jangan-jangan produk asuransi itu sendiri yang hendak menipu nasabahnya.

Yah .. siapa yang tahu... Tetap berhati-hati kawan.

Rupanya setelah saya browsing ke mbok google, produk yang ia tawarkan bukan produk baru. Seharusnya produk tersebut tetap dapat ditawarkan ketika saya mendaftarkan diri bersama mereka.
Dan ada beberapa cerita negatif tentang produk asuransi yang ditawarkan. Sementara itu Anto juga terkesan seolah-olah menyembunyikan identitasnya. Tidak memberikan no telp, alamat email dan lain sebagainya. Lucu bukan.

Untuk menyetujui saya akan bergabung dengan mereka, belum saya katakan. Tetapi sebatas tertarik iya. Lalu kalau Anto memotong rekaman pembicaraan kami  hingga perkataan saya yang mengatakan iya. Waduh, bisa dikategorikan penipuan nich. Harus segera mengecek ke bank yang bersangkutan, jangan-jangan dana saya sudah dipotong.

Hmmmm... ada-ada saja
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih