SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Resensi Buku

Resensi dapat kita artikan sebagai sebuah kegiatan dalam menulis dimana didalamnya kita mensarikan sebuah buku serta membagikan informasi yang sudah kita dapat kepada khalayak.  Adapun beberapa alasan mengapa sebuah resensi itu perlu dibuat, ini alasan tersebut :
  • Membantu para pembaca terutama untuk yang belum memiliki kesempatan membaca buku tersebut. Sehingga pembaca mengetahui isi dan ringkasan dari sebuah buku. Syukur-syukur isi dari sebuah buku ataupun resensi dapat dijadikan sebuah bahan diskusi atau obrolan. Tentunya lebih baik daripada ngobrol ngalor-ngidul ngga jelaskan.
  • Dari Resensi kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan sebuah buku, entah itu dari tampilannya, isinya atau kualitas buku itu sendiri. Hal tersebut tentunya akan bermanfaat tidak hanya bagi para penikmat buku, tentunya para penerbit dan editor bisa menyimak serta memperbaiki kualitas buku yang mereka terbitkan.
  • Mengetahui sisi lain dari diterbitkannya sebuah buku, Latar belakang buku tersebut, undercovernya.
  • Dari resensi kita juga dapat mengetahui ataupun membandingkan buku-buku yang dihasilkan dari penulis yang sama ataupun dari penulis lainnya. Disini kita dapat melihat seorang Perensi yang memiliki jam terbang tinggi tidak hanya membahas isi buku secara sederhana tetapi lebih mendetail lagi. Tentunya akan menambah wawasan bagi para pembacanya.
  • Bagi Penulis itu sendiri, buku yang diresensi akan menjadi catatan tersendiri, tentunya akan digunakan dalam tekhnik penulisan buku selanjutnya.
Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan  Resensi sebuah buku tahapan itu adalah :
  1. Tahap persiapan yang terdiri dari :
    1. Memilih Jenis buku, sebaiknya dalam pemilihan jenis buku adalah buku yang kita minati ataupun buku yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kita.
    2. Usahakan Buku Baru, tentunya dalam hal ini kita harus rajin-rajin berkunjung ke toko buku, memperhatikan display buku baru. Ada baiknya juga buku baru dan menjadi best seller. Hal ini dilakukan sebenarnya selain untuk menghindari penolakan dari beberapa media, tentunya menghindari buku-buku lama yang sudah dibaca masyarakat luas. Kecuali tujuannya bukan untuk masuk media, seperti untuk kepentingan Blog kita pribadi, tidak ada masalah.
    3. Membuat Anatomi Buku seperti : Judul Karya Resensi, Judul Buku, Penulis, penerbit, Harga dan Tebal.
  2. Tahap Pengerjaan
    1. Kita selaku Peresensi sebaiknya membaca detail sebuah buku hingga selesai dan mencatat hal-hal penting yang tercantum didalamnya, seperti mencatat kutipan dan pemikiran dari penulis buku tersebut.
    2. Setelah selesai dibaca, kita membuat sebuah resensi didalamnya terkandung hal-hal sebagai berikut :
      1. Informasi (anatomi) awal buku seperti diatas.
      2. Membuat judul seatraktif dan semenarik mungkin kalau bisa sedikit “Provokatif”.
      3. Buat ulasan singkat buku, garis besar isi buku.
      4. Memberikan penilaian buku, baik dalam substansi isi, cover dan cetakan fisiknya. Ataupun dapat pula membandingkannya dengan buku lain. Salah satu fungsi Peresensi adalah menjadi kritikus sehingga bisa membantu publik menilai sebuah buku.
      5. Menonjolkan sisi lain atas buku yang diresensi dengan buku lainnya.
      6. Mengulas mannfaat sebuah buku bagi para pembacanya.
      7. Mengoreksi karya resensi, Editing, kelangkapan karya, EYD dan sitematika jalanpikiran resensi yang telah dihasilkan. Hal yang penting adalah bukan isi buku itu apa, melainkan sikap dan penilaian Peresensi terhadap buku tersebut.
  3. Tahap Publikasi
    1. Karya yang sudah kita resensikan , disesuaikan dengan media yang akan kita kirimi. Dalam hal ini perhatikan juga syarat dan penulisan yang berlaku dari media yang kita kirimi naskah kita.
    2. Jangan Lupa menyertakan Cover depan halaman Buku
    3. Mengirimkan karya sesuai dengan buku-buku yang resensinya telah terbit sebelumnya. Hal ini untuk menghindari penolakan dari media.  Tidak mungkin kan kita mengirim Resensi buku Hukum ke Majalah Pertanian.
Secara garis besar persoalan meresensi buku adalah persoalan berbagi Ilmu, setelah selesai membaca buku setidaknya kita akan menemukan sebuah pemikiran dan wawasan baru serta kebahagian. Singkatnya urusan mersensi adalah berbagi  pemikiran dan wawasan baru serta kebahagian.

Disarikan dari www.forumlingkarpena.net
Related Posts
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar